Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 27.


__ADS_3

Arfa kembali memasuki kamarnya, ia akan memberitahukan sally bahwa malam ini aura akan menemani sally tidur.


Dengan begitu arfa akan merasa aman, karena aura ada di dekat sally. Lagi pula memang sally butuh ditemani mengingat kehamilannya yang sudah memasuki bulannya.


Untuk meminta bantuan pada ibunya, arfa sebenarnya merasa sungkan mengingat dari kemarin ibunya sudah di sibukkan dengan acara keluarga yang di adakan di rumahnya.


Arfa dan sally sebenarnya sudah punya rumah sendiri dan sudah tinggal mandiri, tapi karena kehamilan sally menjelang persalinan. Kedua orangtua arfa khawatir dan meminta arfa dan sally untuk sementara tinggal bersama mereka.


Mengingat pekerjaan arfa sebagai dokter yang sewaktu- waktu mendapatkan panggilan darurat seperti saat ini.


Kedua orangtua juga tidak mau terjadi sesuatu pada sally dan calon cucu pertama mereka.


Aura menyembulkan kepalanya dan menampakkan sederet gigi putihnya pada sally. Sally tentu saja sangat senang akan kehadiran aura.


Menjadi anak tunggal kadang menjadikan sally merindukan kehadiran seorang adik. Dengan menikah dengan arfa, sally seperti mendapatkan apa yang dia mau.


Aura juga jenis adik ipar yang menyenangkan dan sally sangat bersyukur akan hal itu.


Sebelum benar- benar pergi arfa memberikan wejangan pada dua wanita yang malam ini akan berbagi ranjang.


" Sayang dan kau ra, jangan tidur malam- malam. Jangan karena asik mengobrol kalian begadang dan melupakan kehamilanmu sayang! Dan ra, kakak minta kamu jaga kakak ipar kamu kalau ada apa- apa segera hubungin kakak. Jangan bertindak sendiri, sekalipun kamu adalah dokter." Ucap arfa tegas, karena memang aura suka kadang bertindak sendiri. Biar bagaimana pun aura bukan dokter kandungan. Arfa takut aura bertindak sesuka hatinya.


" Siap kak! Bawel banget sih!" Gerutu aura dan hanya terdengar oleh sally yang berada di dekatnya.


Sementara arfa terburu- buru menuju rumah sakit, karena memang ada pasien darurat yang harus segera ia tangani.


Dirasa sudah aman, aura memulai misinya untuk mendapatkan dukungan dari sally.


" Kak sally bahagia tidak nikah sama kakak arfa?" Tanya aura membuka obrolan.


" Bagaimana menurut kamu ra?" Tanya balik sally.

__ADS_1


" Loh kok malah tanya balik aku sih!"


" Kakak bahagia sekali menikah dengan kakakmu, arfa adalah pria paling terbaik untuk kakak. Walaupun kakak banyak kekurangan tapi arfa menerima kakak dengan tulus."


" Kakak sungguh cinta sama kak arfa?" Tanya aura lagi.


" Tentu saja, apakah kamu tidak bisa melihat besarnya cinta kita berdua?" Mendengar pernyataan sally, aura hanya tersenyum simpul.


" Bagaimana hubunganmu dengan pria yang bernama gilang?" Tanya sally penasaran, karena baru kali ini ia lihat aura dekat dekat seorang pria dan dikenalkan juga kepada keluarga besar.


"Aku sama gilang merencanakan buat cepat nikah, tapi suami kakak belum sepenuhnya memberikan restu sama kami berdua." Curhat aura.


" Memangnya kenapa arfa tidak merestui kalian, yang kakak tahu arfa pasti akan memberikan apapun buat kamu ra, asal kamu bahagia."


" Sebenarnya dulu kak arfa juga senang sama gilang, tapi karena suatu sikap gilang yang ninggalin aura tanpa kabar dan pamit, kak arfa jadi marah sama gilang. Dulu hubungan gilang sama aura cuma teman biasa, bahkan bisa dikatakan kita saling menghindar." Cerita aura sendu, membuat sally memutuskan untuk tidak meneruskan pembicaraan itu.


Terlihat jelas ada kesedihan di muka aura saat menceritakan kejadian dahulu.


Senyum terbit di bibir aura mendengar tawaran dari sally. Memang itu yang ingin dia harapkan.


" Kakak tolong bujuk kakak arfa agar merestui aura dan gilang." Pinta aura denga senyum merekah.


" Tentu saja kakak akan bantu, bahkan tanpa kamu minta pun. Tapi kamu harus bahagia dan selalu cerita sama kakak apapun yang terjadi sama kamu dan gilang!"


Setelah pembicaraan antara hubungan aura dan gilang, sally maupun aura memutuskan untuk segera tidur karena tidak baik juga bagi ibu hamil jika sampai begadang. Lagi pula aura juga masih takut jika nanti arfa marah jika tahu mereka malah begadang.


Pagi hari aura bangun dengan bahagia, karena semalam sally berjanji akan membujuk arfa. waktu menunjukkan pukul lima pagi, aura pergi kekamarnya untuk melaksanakan kewajibannya.


Sedangkan sally sendiri sudah tidak ada disamping aura saat aura bangun. Kebiasaan sally memang selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk penghuni rumah.


Walaupun sally berasal dari keluarga berada tapi sejak dulu sally memang di biasakan untuk selalu bangun pagi jadi hal itu bukan hal aneh.

__ADS_1


Setelah melaksanakan kewajibannya, aura bergabung dengan sally menyiapkan sarapan untuk penghuni rumah. Sedangkan ayah dan ibu belum keluar dari kamar, sepertinya keduanya kecapaian karena acara kemarin.


Jadi sally dan aura memutuskan untuk tidak mengganggu mereka. Membiarkan kedua orangtuanya beristirahat dan menunggu mereka keluar dari kamar dengan sendirinya.


Selesai menata sarapan di meja, terdengar suara mobil arfa. Sally langsung kedepan untuk membukakan pintu untuk suaminya.


Arfa mencium kening sally, wajahnya terlihat sangat lesu dan mengantuk. Sepertinya semalam arfa tidak tidur.


" Mas kamu mau sarapan atau bebersih dulu?" Tawar sally pada arfa.


" Aku ngantuk banget yang, mau langsung tidur aja!" Jawab arfa.


" Kamu bebersih dulu mas, terus sarapan baru kamu boleh tidur. Nanti sarapannya aku bawa ke kamar." Ucap sally.


Tanpa bantahan arfa menuruti perkataan sally. Arfa menuju kamarnya.


Sally menyiapkan sarapan untuk arfa dan membawanya ke kamarnya. Kamar terlihat kosong dan terdengar suara gemericik air dikamar mandi. Sudah dipastikan arfa sedang membersihkan dirinya.


Sally menyiapkan baju ganti untuk arfa, sambim menunggu arfa sally membuka ponselnya dan mengecek chat yang masuk dari kemarin karena memang dari kemarin ia tidak mengecek ponselnya.


Arfa keluar dengan rambut yang basah dengan hanya memakai handuk. Sally memberikan baju ganti untuk arfa, ia juga membantu arfa mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer. Sesekali sally memberikan pijatan kecil dikepala arfa.


Arfa begitu menikmati apa yang dilakukan sally. Rambut arfa sudah kering sempurna dan memberikan sarapan untuk arfa makan.


Mereka menikmati sarapan mereka dengan penuh cinta, perlakuan sally pada arfa membuat arfa selalu berkali- kali jatuh cinta pada sally. Sally dimata arfa adalah istri sempurna. Sally tidak pernah banyak menuntut pada arfa, selalu mengurus arfa dengan baik, tidak pernah merendahkan arfa walaupun dia berasal dari keluarga berada, sally selalu menggangkat derajat arfa di depan keluarganya. Sungguh beruntung arfa mendapatkan istri seperti sally.


Selepas obrolan ringan setelah sarapan, arfa sudah terlelap dengan memeluk sally. Sally yang memang tidak mengantuk bergerak dengan pelan turun dari ranjang. Ia ingin bergabung dengan aura dan mertuanya. Tapi arfa melengkuh dan meminta sally untuk tidak meninggalkannya.


Sally menghela napas.


" Dasar bayi besar!" Kesal sally.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2