Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 28.


__ADS_3

Hampir satu jam lamanya sally dalam posisi yang sama. Badannya sudah pegal karena posisi badan yang miring menghadap pada arfa.


Sally berusaha melepaskan diri kembali dari pelukan arfa, dan sekarang usahanya berhasil. Arfa juga tidak terganggu dengan gerakan sally. Sepertinya arfa sudah sangat kecapean.


Sally keluar dari kamarnya dan tempat yang ingin dia tuju adalah ruang keluarga dimana disana pasti ada aura dan kedua mertuanya.


Kedua orangtua aura memang sengaja tidak masuk kerja karena mereka merasakan kelelahan. Dan khusus hari ini mereka juga menyiapkan sambutan untuk kedatangan keluarga gilang sore nanti.


Sebelum pergi, kemarin gilang memberitahukan bahwa besok sore, ia akan membawa ibu dan keluarganya untuk bersilaturahmi pada kedua orangtua aura.


Terlihat aura yang begitu di manja oleh nyonya fatma. Aura sedang tiduran dan menjadikan paha nyonya fatma sebagai bantal, di sampingnya duduk tuan seno sedang membaca koran, sambil sesekali menggoda aura.


Pemandangan yang membuat sally jadi merindukan kedua orangtuanya.


Sally mendekati mertua dan adik iparnya. Tiba- tiba sally menyenderkan kepalanya pada fatma.


" Kenapa hem? Capek?" Tanya fatma pada menantunya.


sally menggelengkan kepalanya dan semakin menempel pada fatma.


" Apa arfa sedang beristirahat?" Tanya fatma lagi.


" Iya mas arfa sedang tidur, mungkin kelelahan."


" Apa kamu menginginkan sesuatu?"


"Sally hanya ingin terus dekat dengan ibu, sally rindu bunda dan ayah sally." Keluh sally sendu.


Fatma mengerti apa yang menantunya rasakan, ia membiarkan sally menempel padanya. Sedangkan aura masih asik sendiri dengan ponselnya tanpa tahu sally sudah berada di dekat ibunya.


Ya aura sedang berbalas chat dengan gilang. Masalah di perusahaan cabang milik gilang sampai sekarang belum selesai dan kemungkinan rencananya untuk membawa keluarganya menemui kedua orangtua aura akan telat bahkan tertunda.


Tapi aura marah, dan menganggap gilang tidak serius dengan hubungan mereka. Bahkan aura sekarang setuju pada arfa yang belum bisa memberikan restunya pada gilang.

__ADS_1


Di sana gilang jadi kelabakan dengan isi chat yang aura kirim. Ia tidak mau jika harus kehilangan aura lagi.


Langkahnya untuk menghalalkan aura sudah di depan mata, masa hanya karena masalah di perusahaannya membuat cintanya pupus.


Aura bangun dari rebahannya dan meninggalkan semua orang begitu saja, sally yang melihat sikap aura jadi salah paham.


Sally mengira aura marah karena ia menempeli fatma.


" Bu... Apa aura marah ya sama sally karena sally dekat- dekat ibu?" Tanya sally sedih, hormon kehamilannya membuat sally lebih sensitif.


" Ibu kira bukan karena itu deh, sepertinya aura lagi kesal aja deh, karena dari tadi dia sibuk sama ponselnya. Kamu jangan tersinggung ya!" Ucap fatma lembut, membuat sally yang akan menangis jadi tenang kembali.


Sementara ayah dari tadi diam tidak bersuara sama sekali. Kedua mertua dan menantu jadi bertanya- tanya karena seno dari tadi diam. Keduanya menoleh dan tersenyum melihat seno sudah tertidur dengan koran menutup wajahnya.


Dikamar aura menelusupkan wajahnya kedalam bantal. Ingin menangis karena ternyata gilang tidak pernah berubah. Selalu menjadikannya bukan prioritas utama. Itulah yang saat ini aura pikirkan.


Sedangkan di perusahaan cabang milik gilang, gilang mengamuk bahkan memaki bawahannya yang membuat kesalah sehingga masalah itu muncul.


Sungguh gilang tidak ingin kehilangan aura lagi. Bagaimana pun keadaan perusahaannya sore nanti gilang memutuskan untuk datang kerumah aura membawa keluarganya.


Biasanya gilang selalu bersikap tenang dan menyelesaikan masalah dengan pelan dan pasti. Tapi kali ini tindakannya membuat semua karyawannya takut bukan main.


Semua bekerja dengan cepat dan cermat tidak mau diamuk kembali oleh gilang.


Waktu berjalan cepat dan sore juga sudah datang, gilang segera membereskan barang- barangnya bersiap menjemput keluarganya menuju rumah orangtua aura.


Aura masih mengunci dirinya dikamar, bahkan panggilan dari ayah ibunya tidak ia hiarukan. Ia terlanjur kecewa pada gilang. Masih menganggap gilang tidak jadi datang kerumah.


Bahkan aura tidak bangun dari ranjangnya selain untuk shalat dan ke kamar mandi.


Mukanya sudah awut- awutan. Ibu mengetuk kamar aura lebih keras karena aura sama sekali tidak keluar kamar.


Padahal di bawah keluarga gilang sudah datang. Bahkan mereka membawa barang- barang untuk melamar aura.

__ADS_1


" Ra, ayo keluar dong dari kamar. Kasihan gilang dan keluarganya menunggu kamu di bawah. Kamar aura dan arfa memang dilantai dua, sedangkan di bawah hanya kamar kedua orangtuanya.


" Ibu jangan bohongin aura, gilang gak mungkin datang. Dia lebih mentengin pekerjaannya dari pada aura." Balas aura dari dalam kamar, mengira ibunya berbohong.


Gilang yang tahu aura marah padanya, segera menyusul bu fatma dan mendengar ucapan aura pada bu fatma.


" Ra, benar kamu gak mau keluar kamar? Kalau gitu aku sama keluarga aku pulang ya, abisnya kamu belum dilamar udah nolak aku!" Seru gilang.


Seketika aura kaget mendengar suara gilang di balik pintu kamarnya. Dengan penampilan yang masih acak- acakan aura membuka cepat pintu kamarnya. Dan benar saja sudah ada gilang yang tersenyum manis pada aura.


Aura jadi salah tingkah, tidak bisa berkata apapun sampai gilang berkata padanya.


" Masya Allah, calon istri mau ketemu calon mertua kok penampilannya acak- acakan kayak gini sih!" Ucap gilang sambil menyisir rambuta aura dengan tangannya.


Aura jadi malu, ia langsung masuk kamarnya dan kembali mengunci kamarnya.


Di dalam kamarnya aura dengan tergesa- gesa bersiap- siap dan memakai pakaian yang memang sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan keluarga gilang.


Secepat kilat aura berdandan dan segera turun untuk menemui keluarga gilang.


Sally dan arfa tertawa geli melihat aura yang terlihat ngos- ngosan, keringat terlihat jelas di wajah aura. Aura mendekati kakak iparnya dan duduk diantara arfa dan sally. Dengan lembut sally mengelap keringat aura dan membenarkan penampilan aura.


Pada dasarnya aura memang cantik, walaupun hanya berdandan natural, aura tetap cantik.


Gilang masih memperhatikan aura, matanya tak lepas dari sosok aura.


Karena aura juga sudah hadir, maka keluarga gilang mulai mengungkapkan maksud kedatangan mereka malam ini.


Malam itu secara resmi aura dilamar oleh gilang. Dan dalam waktu dua bulanp pernikahan keduanya akan dilaksanakan.


Untuk restu dari arfa, gilang sudah mendapatkannya. Siang saat arfa bangun dari tidurnya arfa mendapat laporan dari sally bahwa aura mengurung diri di kamarnya.


Arfa tanpa pikir panjang menghubungi gilang. Ia memaki gilang karena sekali lagi membuat aura kecewa. Tapi dengan tenang gilang menjelaskan dengan sabar pada arfa tentang kesalahpahaman aura.

__ADS_1


Sally yang tahu arfa memarahi gilang mencoba membujuk arfa agar merestui hubungan keduanya. Entah bagaimana caranya sally berhasil meyakinkan arfa bahwa kebahagiaan aura memang bersama dengan gilang.


{ Bersambung }


__ADS_2