
Gilang dan aura telah sampai dirumah. Gilang langsung pergi ke kantor, sementara aura tetap dirumah sesuai dengan perintah gilang.
Ponsel aura berdering, menampilkan nama vina, sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
" Ra, tolong aku ra!" Terdengar suara dari sebrang telepon. Belum juga aura menjawab sambungan telepon sudah terputus.
Aura jadi bingung dan terkejut. Sekali lagi dia melihat panggilan yang masuk pada ponselnya.
Memang nama vina tertera di sana. Aura mencoba menghubungi nomor vina, tapi nomornya tidak aktif.
Otaknya berpikir, ia mengubungi orangtua vina. Dalam panggilan ke dua panggilannya baru diangkat.
" Hallo om assalamualaikum. Om bagaimana kabarnya?" Basa basi aura.
" Walaikumsallam aura. Om dan keluarga dalam keadaan baik. Ada apa tumben banget kamu ngehubungin om?" Tanya orangtua vina.
" Ini om, aura tadi ngehubungin vina tapi nomornya tidak aktif."
"Mungkin lagi gak ada sinyal ra, soalnya vina lagi bulan madu sama suaminya."
" Lho vina udah nikah om, kok aura gak di undang sih?" Tanya aura heran, berita besar seperti itu kenapa vina tidak mengabarinya.
" Iya om minta maaf, mungkin vina lupa ra. Karena acaranya hanya di hadiri keluarga dekat saja." Jawab orangtua vina.
" Ok om, nanti kalau vina ngehubungin om. Tolong katakan untuk menelepon aura." Pinta aura.
" Baiklah nanti om sampaikan. Oh ya ra, om minta maaf saat kamu nikah kita tidak dapat hadir. Selamat untuk pernikahan kamu." Ucap orangtua vina tulus.
" Iya om gak apa- apa. Aku juga minta maaf gak datang ke acara vina." Balas aura.
Setelah telepon di tutup, perasaan aura malah menjadi semakin resah, rasanya ia tidak tenang sebelum mendengar kabar dari vina.
Akhirnya aura memutuskan untuk meminta tolong pada gilang.
" Hallo mas!" Sapa aura.
__ADS_1
" Walakumsallam sayang, ada apa?" Sindir gilang karena aura tidak mengucapkan salam.
" Eh... Assalamualaikum mas. Mas aku boleh minta tolong gak?" Ucap aura gugup.
" Ada apa hemmmm?"
Aura menceritakan rasa khawatirnya pada vina, ia juga meminta agar gilang bisa melacak keberadaan vina.
Gilang menyanggupi keinginan aura. Tapi aura harus membayar mahal permintaannya pada gilang.
Dirumah aura menunggu kabar dari gilang dengan resah, ia takut terjadi hal buruk pada temannya, terlebih lagi vina tidak memberitahukan perihal pernikahannya.
Sampai malam gilang belum memberikan informasi apapun pada aura. Sampai gilang tiba dirumah.
Aura menyambut gilang dengan hangat. Ia membiarkan gilang untuk membersihkan diri dan makan terlebih dahulu. Masalah rasa penasarannya tentang vina, aura tunda dahulu.
Sebagai istri yang baik, ia menunggu gilang untuk mengatakannya sendiri. Lagi pula gilang pasti cape seharian kerja di kantor.
Aura dan gilang sudah bersiap tidur, aura menyenderkan badannya di dasboard ranjang. Gilang mendekati dan tidur di samping aura.
Percakapan pun dimulai.
" Iya aku akan ikutin mau kamu, cepat kamu katakan."
" Sabar dong, kamu janji dulu setelah aku cerita sama kamu, kamu gak boleh ikut campur sama masalah vina."
" Lho kok gitu, aku gak bisa diam aja dong kalau misalnya vina ada masalah dan butuh pertolongan aku."
" Ya udah kalau gitu aku gak bakal bilang apa- apa sama kamu." Lanjut gilang.
Bukan tanpa sebab gilang minta aura berjanji, karena dia tahu bagaimana aura selalu terlibat dalam masalah orang lain. Untuk kali ini gilang harus menghentikan aura jika ia ikut terlibat, karena lawan yang harus di hadapi pun bukan orang sembarangan.
Aura sungguh kesal atas sikap gilang, apakah gilang tidak tahu bagaimana khawatirnya aura memikirkan vina.
Tapi jika ia tetap tidak mau berjanji, gilang juga tidak akan memberitahunya.Hingga akhirnya aura mengalah.
__ADS_1
" Baiklah aku berjanji gak akan ikut campur masalah vina. Tapi kalau vina tolong sama aku, aku juga gak bisa diam aja dong. Aku harus bantu dia."
" Kamu boleh menolongnya tapi kamu tidak boleh ikut campur, apapun alasananya." Ucap gilang tegas.
" Baiklah!" aura mengulurkan tangannya sebagai tanda perjanjian. Tentu saja gilang langsung menyambutnya.
Mengalirlah cerita dari mulut gilang, sesuai dengan yang di berikan oleh anak buahnya sore tadi.
" Vina sekarang sudah menikah dengan anak dari seorang jendral, tapi suaminya ternyata terpaksa menikahi vina karena permintaan orangtuanya. Dan suami vina sekarang masih berhubungan dengan kekasihnya. Bahkan menurut anak buahku, saat ini mereka berbulan madu, kekasih suaminya vina turut serta dengan mereka. Dan sekarang vina menghilang di negara lain. Suami vina masih merahasikan kehilangan vina dari keluarganya dan keluarga vina." Ucap gilang panjang lebar.
Air mata aura jatuh tanpa di komandai. Kenapa kehidupan vina menjadi setragis itu. Ia masih ingat bagaimana vina mengejar cinta kakaknya arfa, walaupun sebenarnya arfa hanya menganggapnya hanya sebagai adik sama seperti aura.
Dam setelah arfa menikah, vina memutuskan untuk menghindari aura dan semua keluarganya, walaupun komunikasi mereka tetap berjalan lancar.
Tapi beberapa bulan terakhir vina sangat jarang menguhubunginya dan aura juga sangat susah saat menghubungi vina.
Bahkan vina yang berjanji akan datanf ke pernikahan aura tidak jadi datang. Katanya ada keperluan mendadak yang tidak bisa dia tinggalkan.
" Mas aku bisa minta sesuatu sama kamu lagi?" Ucap aura takut karena tadi gilang sudah memintanya berjanji.
" Apa?" Jawab gilang
" Bisakah kamu mencari vina untukku, terus terang aku gak bisa ngebiarin vina menghilang seperti ini, apalagi ini diluar negeri. Aku gak akan ikut campur masalah vina, tapi aku hanya ingin menolongnya." Pinta aura dengan puppy eyesnya.
" Trus kalau aku nemuin vina, kamu mau apa? Bukannya itu sama artinya kamu udah ikut campur?" Kata gilang kemudian.
" Aku hanya ingin memastikan keadaan vina baik- baik saja mas." Alasana aura.
" Ya udah nanti aku kirim anak buahku untuk mencari vina. Sekarang kamu tidur, besok kamu bukannya harus kerumah sakit. Kamu jangan berpikir yang macam- macam." Perintah gilang kemudian.
Aura menuruti gilang, ia merebahkan tubuhnya di samping gilang, gilang mendekati aura dan membawa aura dalam dekapannya. Mereka tertidur dengan saling berpelukan.
Mulai saat ini gilang tidak akan sembunyi- sembunyi memeluk dan tidur di samping aura.
Karena aura juga merasa sangat cape, tak lama ia tertidur pulas dalam dekapan hangat dari gilang.
__ADS_1
Di belahan negara lain, seorang wanita sedang menangis meratapi nasib buruknya saat ini. Semenjak cintanya pupus dengan kakak sahabatnya tak ada lagi kebagaian yang ia rasakan. Bahkan orangtuanya dengan tega menikahkannya dengan pria yang sangat menyakiti hatinya. Tadinya ia mau menerima pernikahannya dengan ikhlas, tapi ternyata kisah cintanya tidak seindah yang ia harapkan.
{ Bersambung }