
Killa melajukan kendaraannya dengan santai, padahal ponselnya berdering dari tadi menampilkan nomor kontak tantenya aura. Di villa sudah sangat resah karena tidak ada kabar dari killa maupun dari arkan.
Aura takut sesuatu terjadi pada keduanya, gilang yang melihat aura resah, memberikan asumsinya mungkin saja keduanya terjebak macet, sehingga mereka belum sampai, atau saat ini mereka sedang beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Bukan tanpa alasan gilang berkata seperti itu, tapi memang anak buahnya melaporkan keterlambatan killa menjemput arkan, dan juga memberikan informasi bagaimana killa membawa mobilnya dengan santai.
Killa sungguh tidak tahu bahwa di villa tempat kejutan untuk kakek neneknya sedang cemas menunggu kedatangan dirinya dan arkan.
Tiba- tiba saja seorang gadis menyebrang dengan sembarangan membuat killa mengerem dengan mendadak. Arkan yang memang sedari dari memejamkan matanya siap untuk memarahi kakak sepupunya, kini urung saat melihat wajah killa yang sudah pucat pasi bagaikan tidak ada darah yang naik ke kepalanya.
" Ada apa?" Tanya arkan.
" Aku nabrak orang de." Jawab killa dengan gugup dan ketakutan.
Segera arkan keluar dari mobil memastikan ucapan kakaknya. Dan benar saja seorang gadis sudah terduduk di depan mobil killa.
__ADS_1
" Are you ok?" Tanya arkan cemas, karena gadis itu hanya menunduk, tapi pertanyaan arkan mengembalikan kesadarannya.
" Aku terluka, dan anda harus membawa saya pergi dari sini!" Ucap gadis yang tadi ditabrak killa, eh lebih tepatnya hampir di tabrak killa.
Dengan cepat gadis tersebut meminta arkan memasukkan dirinya ke dalam mobil. Seolah terhipnotis oleh kecantikan gadis tersebut, arkan langsung membawanya ke dalam mobil.
Sedangkan killa menatap keduanya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Cepat jalan!" Sentak gadis tersebut membuat killa segera melajukan mobilnya.
Arkan diam- diam melirik gadis di belakangnya dengan penasaran. Setau arkan gadis tersebut tidak terluka sama sekali. Tapi seperti ada yang di sembunyikan.
" Nona anda terluka? Tapi maaf sebelumnya saya tidak melihat luka apapun di tubuh anda." Ucap arkan, gadis tersebut sekarang menatap arkan dan killa.
" Terimakasih kalian sudah menolong saya, sebenarnya tadi saya sedang melarikan diri dari para penculik." Ucap gadis tersebut.
__ADS_1
Memang jalan yang tadi di lalui oleh killa dan arkan memang jalan alternatif jadi jalan lebih sepi dari jalan utama.
Hal itu killa lakukan agar lebih cepat sampai di villa. Jarak antara villa dengan sekarang mereka berada memang sudah tidak jauh lagi.
" Maksud anda apa ya? Penculikan?" Tanya arkan bingung. Gadis itu menganggukkan kepalanya.
" Sudah dua hari saya di sekap oleh mereka, dan tadi saya menemukan celah untuk melarikan diri dan beruntungnya berhasil serta bertemu dengan kalian yang baik." Ucap gadis tersebut dengan rasa syukur.
" Jadi sekarang kita harus bagaimana de? Bawa gadis ini ke kantor polisi atau bagaimana?" Tanya killa pada arkan.
" Jangan bawa saya ke kantor polisi, di sana bukan tempat yang aman bagi saya." Ucap gadis tersebut sebelum arkan memutuskan akan di bawa kemana dirinya.
" Kalau benar kamu di culik bukannya sebaiknya kamu lapor polisi agar orangtua kamu bisa di hubungi." Jelas arkan.
" Please kak, jangan bawa saya ke kantor polisi, saya ikut dengan tujuan kalian saja. Nanti setelah aman dan saya bisa menghubungi daddy saya akan pergi." Terang gadis tersebut.
__ADS_1
Arkan dan killa hanya bisa saling memandang.
{ Bersambung }