
Aura, dara dan gilang memasuki kostan aura. Aura dan dara berada dalam satu ranjang sedangkan gilang tidur di bawah beralaskan kasur lipat yang sering digunakan arfa jika ia menginap di tempat aura.
Setelah membersihkan diri, ketiga bersiap untuk tertidur. Tak menunggu waktu yang lama mereka sudah terlelap.
Belum lama ketiganya tertidur, terdengar gedoran pintu. Membuat gilang yang memang tidur tidak jauh dari pintu terlonjak kaget.
Semakin lama gedoran semakin keras dan membuat semua orang terbangun.
Gilang mengintip di balik kaca jendela, diluar sudah berkumpul banyak orang di depan kamar aura. Gilang bertanya sendiri kenapa ada banyak orang diluar.
Aura datang dan menghampiri gilang yang masih terbegong berpikir.
" Mas ada apa? Kok di luar kayaknya rame banget?" Tanya aura dengan mata masih sedikit terpejam.
" Ra, kamu jangan keluar ya, aku takut terjadi hal buruk. Kamu di dalam aja sama dara!" Perintah gilang.
Gilang perlahan membuka kunci kamar aura, dan orang- orang menatap jijik padanya.
" Nah tuh orangnya keluar! Udah kita bawa aja tuh orang ke rumah pak rt untuk diadili!" Seru seseorang yang memang gilang tidak kenal. Bagaimana gilang kenal, dia saja bukan warga situ. Mungkin bukan gilang saja yang tidak kenal, aura yang sudah lama tinggal disana saja mungkin tidak kenal.
" Nanti dulu, maksud bapak- bapak sekalian ini apa? Minta saya di adili?" Tanya gilang yang memang tidak mengerti sama sekali kondisi yang di hadapinya saat ini.
" Heh! Lu kalau mau berbuat me**ng jangan di kampung kita!" Seru seseorang lagi.
" Maksudnya?"
" Eh dia berlagak bodoh lagi! Lu lagi ngapain dikamar dokter aura? Pasti kalian mau berzinah kan?" Tuduh seseorang lagi.
" Astagfiruallah!" gilang beristigfar.
"Saya memang berada di kamar aura, tapi kami tidak melakukan hal yang bapak- bapak tuduhkan. Lagi pula saya tidak hanya berdua dengan aura." Ucap gilang menjelaskan.
" Jadi kalian main bertiga?" Tanya seseorang warga dengan kemarahan dan rasa jijik kepada gilang.
__ADS_1
" Eh maksudnya apa? Orang ketiga itu ada adik perempuan saya. Karena kemalaman kita jadi menginap di sini." Gilang menjelaskan lagi.
" Alah bohong tuh, itu pasti cuma akal- akalan tuh cowok aja." Ujar seorang pria yanf mungkin umurnya tidak jauh dari gilang.
" Masnya jangan asal menuduh ya, saya berbicara sesuai dengan fakta. Dan kami menginap di sini juga sudah izin pada yang punya kostan kok!"
" Udah bawa aja, tuh laki ke rumah pak rt, bila perlu kita arak dia keliling kampung dengan berte***ng!" Ucap pria yang tadi selalu memojokkan gilang.
" Bawa juga tuh dokter aura, dokter kok kelakuannya minus gitu."
Warga ingin menerobos masuk kamar aura, tapi gilang memasang badan agar orang- orang tidak dapat memasuki kamar aura.
Aura dan dara di dalam sangat ketakutan, takut orang- orang berbuat kekerasan pada mereka.
Saat pertahanan gilang mulai roboh, suara seseorang mengagetkan semuanya.
" Apa- apaan ini? Kenapa kalian membuat ribut ditempat saya!" Ucap pak H.ali tegas. pak H. ali adalah pemilik kostan aura. Warga yang tadi bersuara lantang dan memaksa menerobos kamar kost aura menjadi takut.
Tak ada yang berani dengan H. Ali, selain karena beliau orang paling kaya disana, sosoknya juga panutan bagi warga sekitar.
" Ini pak haji, kami sedang membersihkan kampung kita dari perbuatan tidak pantas dokter aura dengan seorang pria." Ucap pria yang dari awal memang menjadi pemicu penggrebekan pada gilang dan aura.
" Apa maksud kamu?" Tanya H. Ali lagi.
" Ya mereka berduan, eh bukan tapi main bertiga di dalam kamar kost dokter aura."
" Kalian jangan asal menuduh ya, salah- salah kalian yang nanti akan dipenjara!" Ucap H. Ali, membuat orang- orang jadi takut mendengar kata di penjara.
" Kita gak nuduh kok pak haji!" Ucap seseoranf warga lagi.
" Mana buktinya jika mereka melakukan hal tidak se****h ditempat milik saya. Dan perlu kalian tahu dokter aura sudah meminta izin pada saya perihal nak gilang dan adiknya yang menginap di sini!" Ucap H. Ali menjelaskan.
Seketika mereka menjadi amat malu. Tapi tidak dengan pria yang sedari tadi nyolot.
__ADS_1
" Pak haji jangan melindungi pelaku perzi****n dong! Walaupun dokter aura adalah penghuni tempat kostan pak haji. Saya liat sendiri kok dokter aura dan pria ini ( Sambil menunjuk pada gilang) datang hanya berdua." Ucap pria tersebut penuh kemenangan.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, aura dan dara yang memang dari tadi ada dibelakang pintu keluar begitu saja.
Aura berani keluar karena dirasa kondisinya cukup aman, lagi pula ada pak haji pemilik kontrakan.
" Apa maksud anda sebenarnya, yang dikatakam oleh pak haji memang benar. Dan calon suami dan calon adik ipar saya, mereka menginap disini atas persetujuan dari pak haji." Ujar aura lantang.
Semua orang jadi bingung dan malu atas tuduhan mereka sendiri.
Setelah semua dirasa jelas, semua orang membubarkan diri. Terkecuali pria yang tadi selalu mempropokasi warga.
Pak haji meminta aura, gilang dan pria tersebut ikut kerumahnya.
" Apa maksud kamu bara mempengaruhi warga untuk menggrebek dokter aura dan calon suaminya?" Ucap pak haji masih dengan kilatan marah.
Kejadian ini bisa membuat nama kostan pak haji jadi buruk. Jadi pak haji sebisa mungkin untuk membersihkan nama kostannya.
Pria yang bernama bara tersebut hanya bisa tertunduk takut. Cinta yang ditolak aura berkali- kali membuatnya nekad menyebarkan fitnah tentang aura yang berbuat tidak senonoh dengan gilang.
Waktu aura dan gilang memasuki kamar kost aura, bara melihatnya dari jalan. Karena memang kamar aura berada di lantai tiga. Sedangkan untuk dara, bara tidak melihatnya karena memang dara sudah masuk lebih dulu.
Jadilah ia mempengaruhi warga agar menyerang kamar kost aura. Haji sendiri yang tadinya ikut ronda jadi pulang karena telepon dari aura sebelumnya.
" Mas bara saya bisa menuntut anda dengan gugatan pencemaran nama baik loh!" Ketus aura. Aura sungguh tidak terima di perlakukan seperti itu. Bahkan tadi dirinya dan dara sudah menangis ketakutan melihat banyak warga yang ingin menerobos kamarnya dan ingin mengaraknya keliling kampung.
Jika hal itu terjadi bagaimana dengan reputasinya sebagai dokter dan kedua orangtuanya pasti akan malu dan sedih.
" Tindakan anda sudah sangat merugikan saya loh!" Kata aura lagi.
Bara seketika jadi ketakutan dan ia langsung bersujud di kaki aura meminta di maafkan. Gilang yang tidak senang dengan tindakan bara yang dengan berani menyentuh kaki aura, segera mendorong bara.
" Jangan berani- beraninya menyentuh calon istri saya!" ulti gilang.
__ADS_1
Bara jadi bertambah takut dengan kilat amarah yang ditunjukkan oleh gilang.
{ Bersambung }