Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 25.


__ADS_3

Gilang masih santai memakan makanannya, ia tidak menyadari sally yang sedari tadi begitu tergiur dengan makanan yang gilang santap.


" Ayolah ra, bantu kakakmu ini!"


Debat keduanya tidak di hiraukan oleh gilang. Ia masih asik menyantap makanannya.


" Aura bantu tapi kakak harus merestui hubungan aura dan gilang." Nego aura dengan licik.


" Ra ini gak ada hubungannya dengan restu kakak ya!"


" Ya jelas ada dong kak! Dengan gilang ngasih makanannya sama kak sally berarti ia berkorban demi aura dong." Arfa jadi pusing sendiri, antara keinginan sang istri yang sedang mengandung dengan harus merelakan aura untuk di nikahi oleh gilang.


" Cepetan kak, nanti makanan gilang keburu habis." Kata aura lagi.


Gilang menoleh pada kedua bersaudara tersebut. Karena namanya ikut di sebut dalam perdebatan keduanya.


" Ada apa sih ra, kak arfa?" Tanya gilang.


" Gilang boleh tidak makanan kamu buat kak saja?" Bukan gilang yang menjawab tapi sally sendiri yang meminta langsung pada gilang.


" Sally lagi hamil gilang." Kata arfa pelan.


" Kalau kakak gak jijik makan bekas aku sih aku gak masalah, lagi pula masih banyak makanan di sini." Kata gilang sambil menunjuk berbagai makanan yang ada di dapur.


Disana memang ada banyak makanan tersedia dari mulai baso, soto, rendang, gulai, dan berbagai cemilan lainnya.


Memang sih saat ini gilang memakan cumi saus padang, dan cumi yang gilang makan adalah cumi terakhir tidak ada lagi. Dan sally sangat menginginkan makanan tersebut.


Dari semalam semenjak arfa pergi menjemput aura, sally tidak keluar kamarnya karena mabuknya yang parah. Bahkan mencium berbagai masakan membuat sally mual bukan main.


Jadi bu fatma ibunda aura menyuruh sally beristirahat di kamar arfa. Jadi sally tidak tahu bahwa bu fatma memasak cumi saus padang.


Bu fatma juga tidak menyisihkan untuk sally karena menurut info dari arfa sally alergi makanan laut.


Sally mengambil alih piring gilang yang masih berisi setengah porsi cumi saus padang. Tanpa menunggu dipersilahkan sally langsung melahapnya dengan rakus.

__ADS_1


Bahkan aura, gilang dan arfa sampe ternganga melihat bagaimana sally makan.


Sally yang biasanya anggun dan rapi, memakan cumi saus padang sampai bumbunya menempel di pipi.


Arfa mendekati sally dan mengusap pipi sally dengan lembut.


" Pelan- pelan makannya sayang!" Ucap arfa lembut.


" Kamu masih mau makan tidak?" Tanya aura pada gilang sambil berbisik. Ia ingin segera pergi dari sana dan membiarkan kakak dan kakak iparnya bermesraan disana.


" Aku sepertinya sudah kenyang."


" Ya udah kita kedepan aja yuk, di sini gak enak!"


Dengan pelan keduanya meninggalkan arfa dan sally. Menikmati waktu mereka.


Di teras depan rumah aura dan gilang duduk di ayunan yang memang tersedia disana.


Tempat paling asik saat aura ada dirumah, di sana ia bisa menikmati semilir angin karena di atasnya ada pohon mangga yang rindang.


" Kamu gak boleh gitu sayang! Kak sally kan lagi hamil, coba gimana kalau kamu ada di posisi kak sally. Sedang hamil dan ingin makanan orang lain, pasti aku juga akan berlaku seperti tadi." Wajah aura sudah memerah mendengar gilang memanggilnya dengan kata sayang dan membayangkan dia juga hamil anak dari gilang.


" Hayo! Lagi mikir apa kamu ra!" Teriak gilang membuyarkan khayalan aura.


" Kapan kamu mau melamar aku secara resmi?" Tanya aura tiba- tiba.


" Nanti ya, aku akan melamar kamu setelah mendapatkan restu dari ayah, ibu, dan kak arfa." Jelas gilang.


" Trus kapan dong?" Tanya aura cemberut.


" Sabar ya, pasti nanti waktunya akan datang. Ini juga aku kan lagi usaha." Jelas gilang.


Tiba- tiba sepupu aura menghampiri aura dan gilang.


" Hai ra, udah lama kita gak ketemu ya? Ngomong- ngomong siapa ini? Kenalin dong sama kita- kita!" Ucap salah satu sepupu aura yang selalu sirik pada aura.

__ADS_1


" Mas kenalin nih, para sepupu aku!" Kenal aura dengan menekan kata sepupu. Karena walaupun mereka sepupuan tetapi mereka selalu berbuat jahat pada aura.


Bukan jahat secara verbal saja, tapi mereka juga menyerang fisik aura. Beruntung aura pernah ikut taekowndo jadi aura bisa menghindar ataupun membalas serangan mereka.


Walapun tidak semua sepupu aura yang jahat, tapi tiga sepupu aura yang ini berbeda dengan sepupu yang lain.


Mungkin karena orangtua mereka yang memang berada membuat mereka menjadi sombong dan semena- mena dengan sepupu yang lain. Tapi tidak dengan aura, karena aura selalu malawan mereka dan tidak ada rasa takut pada mereka. Makanya aura selalu di musuhi oleh tiga serangkai ( vivi, viola, veve ) dan mereka menyebut diri mereka dengan triple V.


Kadang aura yang jahil menyebut mereka dengan trio **** *. Dan hal itu menjadikan mereka di ejek oleh sepupu yang lain yang memang diam- diam tidak menyukai tingkah ketiganya.


Gilang tersenyum ramah pada ketiganya. Dan senyuman gilang membuat ketiganya terpesona. Apalagi gilang memang tampan dengan tubuh yang profosional.


Bu fatma memanggil aura, dan aura langsung berlari ke arah ibunya. Aura di minta bu fatma untuk membantunya di dapur, karena memang sekarang keluarga aura adalah tuan rumahnya.


Sekarang tinggallah gilang beserta triple V. Vivi dengan percaya diri mendekatkan diri pada gilang. Bahkan sekarang mereka seperti tidak ada jarak, membuat gilang tidak nyaman sama sekali.


Gilang bukan tipe laki- laki yang mudah tergoda oleh perempuan. Bahkan pernah ada seorang wanita yang mengejar gilang sampai rela naked di depan gilang untuk menggoda gilang. Tapi gilang begitu acuh malah meninggalkan wanita tersebut begitu saja.


Bagi gilang wanita yang pantas untuk dekat dengannya adalah wanita yang bisa menjaga marwahnya dan tidak mengumbar tubuhnya pada khalayak umum.


Dan semua itu ada pada diri aura. Walaupun dulu aura sempat mempunyai banyak pacar, tapi tidak sekalipun aura membiarkan mantan pacarnya menyentuh aura.


" Nona sepertinya anda ini hidup terlalu bebas ya, atau orangtua anda tidak memberitahu anda tentang bahayanya laki- laki." Ucap gilang pedas.


Muka vivi sudah memerah menahan malu atas ucapan gilang. Tidak menyangka bahwa laki- laki yang dibawa aura keperkumpulan keluarga adalah laki- laki bermulut tajam.


Sedangkan gilang tanpa merasa risi dengan ketiga, meninggalkan mereka begitu saja. Gilang juga tidak mau lepas kendali jika ketiganya memancing amarah gilang.


Ia tidak mau membuat keributan di sini, apalagi saat ini gilang sedang berjuang untuk mendapatkan restu dari kedua orangtua aura dan juga arfa.


Gilang mencari aura kedapur dan mendekati aura yang sedang sibuk menata makanan.


Senyum gilang mendapati pujaan hatinya begitu telaten menata makanan.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2