Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 33.


__ADS_3

Aura merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotelnya. Gilang tidak main- main dalam memberikan kenyamanan untuk aura dan keluarganya.


Kamar suite president menjadi kamar untuk aura tinggali selama menuju ijab kabul yang akan gilang ikrarkan.


Dalam sekejap mata, aura sudah tertidur dalam empuknya ranjang kamarnya.


Bu fatma yang melihat kelakuan putrinya hanya menggelengkan kepala. Ia bisa memaklumi kondisi aura saat ini.


Ayah aura sendiri, pak seno sedang bertemu dengan om nya gilang dan gilang di lantai bawah hotel.


Ia menitipkan banyak pesan dan wejangan pada gilang. Untuk menjaga, merawat, dan menyayangi aura sepenuh hati.


Gilang sebagai calon menantunya mendengarkan setiap ucapan seno dengan serius.


Malam hari aura merasakan perutnya kelaparan. Padahal setelah shalat isya tadi aura sudah makan malam. Mungkin sudah jadi kebiasaan aura, saat jaga malam dirumah sakit setiap jam sebelas malam perutnya minta di isi.


Padahal esok adalah hari pernikahannya, seharusnya aura menjaga pola makannya. Tapi panggilan dari perutnya meruntuhkan pemikiran tentang body goal yang ingin aura capai.


Aura menuju lantai dasar hotel, bermaksud untuk ke restoran di hotel tersebut, tapi sayang sekali restoran sudah tutup. Mungkin aura lupa bahwa sebenarnya ia bisa saja menghubungi servis room untuk memesan makanan.


Udara di malam hari semakin dingin, aura mengeratkan pelukan pada tubuhnya sendiri. Entah kenapa melihat keluar hotel, hati aura tergerak untuk keluar dari hotel. Kaki aura melangkah dengan sendirinya. Sampai di taman hotel aura seperti melihat sosok gilang dengan seorang perempuan sedang berpelukan.


Si perempuan mengucapkan kata- kata cinta pada gilang dengan manis dan air mata yang membanjiri pipinya.


Tanpa menyelidiki ataupun bertanya pada gilang, aura meninggalkan kedua orang tersebut dengan hati yang hancur.


Padahal esok hari adalah pernikahan mereka, tapi kenapa gilang tega berbuat seperti ini padanya. Aura sungguh kecewa, ia menuju kamarnya dan memberesi barang- barang yang mudah dibawa. Aura memutuskan untuk pergi menjauh dari gilang. Ia benar- benar kecewa.


Jika gilang punya kekasih selain dirinya kenapa gilang mau menikahinya. Seharusnya gilang tidak usah muncul di hadapan aura.


Tanpa seorang pun yang tahu kepergian aura. Aura menuju ke bandara untuk kembali ke jakarta. Beruntung masih ada penerbangan terakhir menuju jakarta malam itu.

__ADS_1


Dengan membawa kesedihan dan kekecewaannya aura meninggalkan bali. Meninggalkan mimpinya untuk bersanding dengan gilang. Pria yang selalu mengisi hati dan pikiran aura.


******


Pagi hari semua orang heboh mencari keberadaan aura, terutama kedua orangtua aura. Padahal tadi malam mereka jelas melihat aura tidur disamping mereka. Tapi saat subuh dan MUA datang untuk merias aura, aura tak nampak dimanapun.


Gilang menjambak rambutnya frustasi, bagaimana tidak beberapa jam lagi, akad nikah akan dilaksanakan tapi si calon mempelai wanitanya tidak ada.


Dalam kekalutan yang terjadi, arfa yang memang tidak tahu tentang hilangnya aura, menghampiri gilang. Calon adik iparnya tersebut terlihat sangat kacau.


" Ada apa ini gilang, kenapa semua orang terlihat kacau?" Tanya arfa dengan menggendong baby killa.


" Aura menghilang kak, dia tidak ada dimanapun dihotel ini. " Ucap gilang lemas.


" Apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang sudah kamu lakukan pada aura. Tidak mungkin aura menghilang begitu saja jika tidak hal yang membuatnya melakukan itu!" Geram arfa.


Jika saja arfa tidak menggendong baby killa mungkin saat ini gilang sudah habis di hajar oleh arfa.


Segera gilang memerintah asistennya untuk membawa staff tersebut kehadapannya dan gilang juga meminta asistennya untuk mengecek semua CCTV yang ada di hotel.


Pernyataan salah satu staff di perkuat dengan rekaman CCTV yang menampilkan sosok aura yang meninggalkan hotel.


Gilang benar- benar curiga atas kepergian aura, ia pun meminta asistennya untuk menyelidiki kejadian tersebut dengan teliti.


" Aku tidak akan memaafkanmu jika terjadi sesuatu pada aura!" Ucap arfa kemudian dan meninggalkan gilang begitu saja.


Arfa meminta sally untuk ikut pulang bersamanya. Ia yakin aura pasti pulang kerumah dan ia tidak akan membiarkan aura sendiri menjalani masalahnya.


Sesuai dengan keinginan arfa, sally dan baby killa telah bersiap kembali ke kota B.


Orangtua arfa juga ikut bersama arfa, mereka tentu saja sangat mengkhawatirkan keadaan aura. Aura bukan anak yang tidak bertanggung jawab atas keputusannya. Pasti ada sesuatu yang membuat aura pergi begitu saja.

__ADS_1


Rekaman CCTV sudah diterima oleh gilang. Secepat mungkin gilang mengeceknya. Betapa terkejutnya gilang melihat bahwa aura ada berada di belakangnya saat kemarin malam, tiba- tiba karin rekan bisnis gilang memeluknya begitu saja.


Karin adalah anak dari rekan bisnis gilang saat diluar negeri. Ayahnya karin sangat mendukung hubungan gilang dan karin. Tapi sayangnya gilang tidak pernah tertarik dengan karin.


Banyak cara sudah karin lakukan untuk mendapatkan hati gilang. Tapi semua selalu berakhir dengan penolakan dari gilang.


Kemarin malam karin datang ke hotel karena ia mendengar gilang akan menikah. Ia tidak terima dan berusaha membujuk gilang agar membatalkan acara pernikahannya.


Tak segan karin memeluk gilang saat bertepatan aura melihat keduanya. Gilang yang 0\ kaget akan tindakan karin, untuk beberapa saat terdiam.


Tapi setelah aura menyaksikan tingkah keduanya dan pergi, gilang mendorong karin dengan cukup keras sampai terjatuh.


Gilang memperingati karin agar jangan menggangu ataupun merusak acaranya esok hari. Gilang juga mempertegas agar karin tidak mengganggu dirinya lagi. Sungguh gilang sudah muak dengan sikap karin selama ini.


Kembali kepada gilang yang melihat rekaman CCTV. Ia mengeram marah, bagaimana bisa aura melihat hal itu dan memutuskan untuk pergi meninggalkannya sebelum acara pernikahan mereka akan di lakukan.


Melihat rombongan keluarga aura akan pergi, gilang segera mencegahnya. Ia meminta arfa dan yang lainnya mendengarkan penjelasan mengapa aura memutuskan pergi sebelum pernikahan mereka di laksanakan.


Gilang meminta agar acara ijab kabul tetap dilakukan walaupun aura tidak berada disana. Sungguh gilang tidak ingin pernikahannya dengan aura gagal.


Setidaknya status aura telah menjadi istrinya setelah pulang dari bali.


Gilang meyakinkan bahwa semua hanya salah paham. Dan gilang yakin aura akan menerima pernikahan mereka setelah ia menjelaskan semuanya. Yang terpenting ayah aura mau menikahkannya dengan aura.


Terjadi perdebatan yang panjang dan alot antara arfa dan gilang. Sampai pada akhirnya anak buah gilang melaporkan tentang aura.


Di kota B, aura benar- benar sedih dan kecewa. Sampai- sampai ia tertabrak mobil. Beruntung anak buah gilang yang gerak cepat mengawasi gerak gerik aura langsung menolongnya. Jadi nyawa aura bisa di selamatkan.


Gilang berusaha agar pak seno mau menikahkannya. Setelah ia menikah dengan aura gilang berjanji akan menjaga aura sesuai dengan keinginan pak seno kemarin.


Sementara itu gilang juga menunjukkan video bagaimana aura terbaring di rumah sakit dan menyebut namanya berulang- ulang kali.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2