
Dering ponsel milik killa berbunyi, panggilan masuk dari auntynya aura.
" Killa kalian sudah sampe mana? Kok belum sampai juga, kami di sini mengkhawatirkan kalian berdua." Oceh aura membuat kuping killa sakit. Karena di sebrang sana aura berbicara dengan suara berteriak.
" Aunty tenang ya, sebentar lagi kita juga nyampe kok!"
" Ya udah kalian hati- hati, bawa mobilnya gak usah ngebut!"
" Ya aunty ok!"
Sambungan telepon di putus oleh killa.
" De kayaknya kita harus bawa gadis ini juga deh, kita gak ada waktu buat nganterin dia, kalau kita turunin nih gadis di sini takutnya dia malah ketangkap lagi." Ucap killa pada arkan. Arkan hanya menanggapi dengan menganggukkan kepala.
Entah kenapa melihat gadis tersebut mengingatkan arkan pada seseorang.
Mobil berjalan menuju villa, dan killa juga meminta gadis tersebut untuk ikut bersama dengan dirinya dan arkan. Killa yakin kedua orang tuanya ataupun orang yang ada di villa tidak akan keberatan dengan kehadiran gadis tersebut di villa.
__ADS_1
Dalam beberapa menit saja mereka sudah sampe di villa, mereka di sambut oleh pegawai di villa.
Gadis tersebut hanya diam saja di mobil saat killa dan arkan keluar, hal itu tentu saja membuat keduanya heran.
" Ayo turun!" Perintah arkan.
" Saya di mobil saja ya, saya tidak mau merepotkan keluarga kakak- kakak, dan sepertinya di dalam juga sedang di adakan pesta.
" Ya udah gak apa- apa, kamu datangkan sama kita." Jawab killa.
" Turun atau saya balikin kamu di tempat tadi naik mobil kami!" Geram arkan. Arkan sungguh kesal dengan gadis tersebut, membuatnya semakin lama untuk bertemu dengan sang bunda.
Mau tidak mau, gadis tersebut akhirnya turun. Sebenarnya ia sangat malu, dengan penampilannya saat ini. Kaki tanpa alas kaki, baju juga sudah kucel dan kotor dan ia juga berpikir badannya agak bau karena selam di sekap dia tidak mandi sama sekali.
Killa dengan cepat memberikan sendal jepit yang selalu ada di mobilnya yang memang sengaja ia simpan jika dalam perjalanan ia harus shalat di masjid. Dan arkan memberikan jaket yang ia pakai kepada gadis tersebut. Walaupun kebesaran tapi itu lebih baik dari pada gadis tersebut hanya memakai bajunya yang kotor.
Mereka memasuki villa dan menuju taman samping villa, karena pesta di adakan di sana.
__ADS_1
Aura yang menyadari kehadiran putranya langsung memeluk arkan dengan rasa rindu yang membuncah. Maklum saja sudah sangat lama arkan tidak pulang ke tanah air selama ia menempuh pendidikan.
Kalaupun libur, pasti aura dan gilang yang mengunjunginya, atau setiap libur arkan akan mengunjungi adik dari ayahnya yang satu negara dengan tempat ia menempuh pendidikan.
Killa masih setia menggandeng gadis yang mereka tolong, sampai aura sadar bahwa killa dan arkan tidak hanya datang berdua.
Tanpa berkata apapun, aura mendekati gadis yang tertunduk, entah malu atau takut tidak ada yang tau.
" Rissa!" Panggil aura. Merasa namanya di panggil gadis yang memang bernama rissa mendongakkan kepalanya. Dan betapa bahagianya rissa bertemu dengan sahabat ibunya.
" Tante aura?" Tanya rissa ragu.
" Ya ampun jadi ini benar kamu, tapi tunggu dulu kenapa penampilan kamu kayak gini? Dan kenapa kamu datang sama anak dan keponakan tante?"
Seketika tangis rissa pecah dan menghambur memeluk aura. Ia sungguh bersyukur di pertemukan dengan aura.
{ Bersambung }
__ADS_1