
Setelah kejadian vina pingsan dirumah sakit dan di diagnosis dalam keadaan hamil. Secara misteri pula lira menghilang begitu saja. Walaupun sosial media dan media televisi masih menanyangkan skandal tentang lira, tapi lira sendiri tak pernah mrnampakkan batang hidungnya.
Entah apa yang dilakukan aditya pada mantan kekasihnya, lira tidak tampak dimana pun. Jika biasanya ia selalu ada di sekitar aditya berada bahkan dengan nekadnya menemui vina. Tidak terjadi dalam beberapa waktu ini.
Semua seolah berjalan dengan semestinya. Kehamilan vina juga dalam kondisi baik. Walau kadang- kadang vina meminta sesuatu yang membuat aditya tersiksa.
Bagaimana tidak tersiksa, selama beberapa hari vina melarang aditya dekat- dekat dengannya bahkan saat tidur juga vina mengusir aditya dari kamar mereka.
Aditya yang sudah bucin habis pada vina, mana mungkin bisa berjauhan dengan vina. Berbeda dengan vina yang sepertinya sangat membenci aditya.
Tapi terhitung sudah dua hari, vina menempel terus pada aditya. Bahkan vina sampai ikut ke kantor bersama dengan aditya.
Saat bertemu dengan klien juga vina turut serta. Bahkan saat aditya meeting pun vina turut serta. Bagi aditya tingkah vina sama sekali bukan masalah, tapi malah membuat aditya semakin semangat bekerja.
Tapi tidak untuk karyawan aditya. Setiap vina datang ke perusahaan aditya, ada saja keinginan vina yang membuat para karyawan ngeri jika berpas- pasan dengan vina.
Bagaimana tidak, vina pernah meminta karyawan laki- laki diperusahaan aditya memakai kostum opa- opa korea. Jika yang memakai adalah boyband asal negeri gingseng tersebut terlihat manis dan ganteng tapi tidak dengan karyawan aditya.
Laki- laki yang memang keturunan asli jawa dengan warna kulit khas orang indonesia harus memakai pakaian serba berwarna pink genjreng, bahkan sampai ke sepatu semua berwarna pink. Sampai waktu kerja berakhir karyawan tersebut tidak boleh melepaskan kostumnya.
Karena vina adalah istri dari pemilik perusahaan, mau tak mau karyawan tersebut menuruti keinginan vina dari pada ia harus kehilangan pekerjaannya karena menyinggung istri bos besarnya, karena menolak keinginan vina.
Sepanjang hari ada saja tingkah vina yang membuat para karyawan aditya sangat menghindari bertemu dengan vina.
******
Berbeda dengan kehamilan vina, berbeda juga dengan kehamilan aura. Gilang yang memang memutuskan untuk bekerja dari rumah selama aura hamil. Tidak banyak direpotkan oleh aura. Hanya kadang- kadang aura hanya meminta beberapa makanan yang masih wajar dan bisa gilang sediakan dengan cepat.
Aura juga sudah tidak merasakan morning sick atau hal yang aneh- aneh selama kehamilannya.
Bahkan aura ingin kembali bekerja dirumah sakit, dan tentu saja hal tersebut ditentang oleh gilang. Dia saja sampai rela bekerja dari rumah untuk menemani aura. Aura malah ingin kembali bekerja.
__ADS_1
Dan disinilah mereka berdua berada, ditaman samping rumah dengan berbagai cemilan yang di inginkan oleh aura. Gilang masih sibuk dengan pekerjaannya sedangkan aura dengan ponselnya.
Sesekali aura terkikik geli dan kadang terlihat sedih. Gilang juga tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh aura. Yang terpenting aura bahagia.
" Mas pekerjaan kamu sudah selesai belum?" Tanya aura tiba- tiba. Sepertinya aura sudah bosan dengan ponselnya.
" Kenapa? Apa kamu menginginkan sesuatu?" Tanya gilang menanggapi aura.
" Aku bosan mas, kita jalan- jalan yuk! Kita udah lama loh gak jalan- jalan." Keluh aura.
Gilang membereskan pekerjaannya, dengan cepat gilang membawa aura keluar rumah.
Aura meminta mengendarai motor alih- alih pergi dengan mobil. Gilang menuruti keinginan aura walaupun ada kekhawatiran takut aura jatuh saat berkendara.
Tapi karena memang keinginan ibu hamil, jadi gilang mengikuti keinginan aura.
Mereka pergi ketaman kota dan seperti biasa aura akan berkeliling membeli jajanan disana.
Gilang mengikuti dari belakang kemana pun aura pergi. Aura yang membeli gilang yang membayar begitu terus sampai tangan aura sudah penuh dengan berbagai makanan.
" Sayang!!! Kamu tidak kekenyangan memakan semua jajanan yang kamu beli?"
Wajah aura nampak tidak senang dengan pertanyaan aura.
" Kenapa bilang kayak gitu? Kamu gak ikhlas aku menghabiskan semua jajan ini?"
" Eh bukan gitu sayang, aku hanya takut perut kamu sakit karena kekeyangan. Aku senang kok kalau kamu juga senang." Jawab gilang cepat, takut aura semakin marah dan salah paham padanya.
Dan benar saja, setelah menghabiskan semua jajanan yang dibeli, aura mengeluh perutnya sakit. Bahkan gilang sampai menelepon supirnya agar membawa mobil untuk menjemput aura.
Karena gilang juga tidak tahu harus bagaimana menangani aura, dengan cepat gilang membawa aura kerumah sakit.
__ADS_1
Sampai dirumah sakit, aura hanya di sarankan untuk beristirahat saja. Karena memang tidak ada hal yang dapat dilakukan.
Aura semakin cemberut pada gilang. Karena selama di perjalanan menuju rumah sakit aura meminta gilang untuk pulang saja, tapi gilang memaksa aura.
Sampai dirumah aura masih kesal dengan gilang. Aura mendiamkan gilang, dan gilang juga memilih diam. Menunggu sampai mood bumil membaik.
Jika mood aura sedang buruk, gilang tidak dapat berbuat apa-apa.
Benar saja, malam harinya aura baik dengan sendirinya. Bahkan aura saat ini berada di pangkuan gilang yang masih berkutat dengan laptopnya. Aura bergelanjut manja pada gilang.
Gilang juga tidak keberatan dengan apa yang dilakukan oleh aura justru tingkah aura sekarang membuat gilang bersemangat untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
Tak terasa sudah larut malam, aura juga sudah dari satu jam yang lalu berhenti bercerita. Deru napas teratur juga dirasakan oleh gilang.
Sudah pasti aura sudah terlelap. Dengan hati- hati gilang menggendong tubuh aura. Aura di baringkan diranjan, bertepatan dengan ponsel gilang yang berbunyi.
Telpon dari salah satu anak buahnya yang diperintahkan untuk mengawasi kiran.
Laporan yang diberikan justru berita tidak menyenangkan. Kiran kabur dari pulau terpencil dan sekarang mungkin kiran sudah sampai dikota. Selama beberapa bulan sikap kiran terlihat tidak ada yang mencurigakan.
Padahal selama itu kiran rupanya menyusun rencana. Dengan menjerat salah satu anak dari ketua disana kiran memanfaatkannya untuk kabur dari pulau tersebut.
Keberadaan kiran sendiri sudah dapat diketahui oleh anak buahnya gilang, tapi mereka hanya menunggu perintah dari gilang.
Untuk memberikan hukuman pada kiran, sepenuhnya di berikan pada gilang. Tugas mereka hanya mengikuti perintah dari gilang.
" Biarkan saja perempuan itu, tapi tetap awasi dia. Jangan sampe lolos, saya tidak mau di menyakiti aura. Dan jangan sampai ia berbuat hal yang dapat membahayakan istri saya." Perintah gilang tegas.
Gilang juga tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kiran.
{ Bersambung }
__ADS_1
Selamat hari raya idul adha 1444 H. Bagi yang merayakan.
Terus dukunga autor dengan like dan komentnya. Terimakasih!