Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KELAHIRAN BABY


__ADS_3

Akhirnya di putuskan aura akan melahirkan dengan normal sesuai dengan keinginan aura. Tapi jika kondisi aura tidak memungkinkan maka akan di lakukan operasi cesar. Sekarang gilang berada di ruang bersalin menemani aura.


Setelah di cek, pembukaan baru pembukaan enam. Tinggal tunggu beberapa saat lagi, pembukaan sempurna dan aura bisa melakukan persalinan.


Aura yang kesakitan, tapi malah gilang yang tak hentinya menangis. Air mata sudah membanjiri wajah gilang. Bahkan gilang sama sekali tidak peduli dengan tanggapan orang- orang yang ada di ruang bersalin aura.


Bukannya gilang yang menenangkan aura tapi malah sebaliknya. Sambil menahan sakit yang terus menyerangnya aura berusaha menenangkan gilang.


Sampai akhirnya dokter kandungan yang membantu persalinan aura bersuara.


" Tuan gilang, sebaiknya tuan tunggu saja diluar. Kasihan nyonya aura jika begini keadaannya." Tegur dokter yang bernama mila tersebut.


Seketika gilang sadar akan tingkahnya. Dilihatnya aura yang menahan sakit, tapi sedari tadi berusaha menenangkan gilang.


gilang menegakkan badannya, ia menghapus air matanya dan dengan tegar menggengam tangan aura.


Seperti mendapatkan kekuatan yang besar, aura semakin kuat mendapat dukungan dari gilang.


Pembukaan sudah sempurna, dokter meminta aura untuk mengikuti intruksi yang ia berikan.


Dengan penuh perjuangan dan rasa sakit yang teramat. Bayi aura lahir dengan selamat. Suara tangisan bayi terdengar nyaring. Berkali- kali gilang mencium aura dan mengucapkan rasa terimakasihnya.


Bayi berjenis kelamin laki- laki tersebut, begitu mewarisi bentuk wajah gilang. mereka seperti pinang di belah dua. Tak ada satu bagian pun yang diwariskan oleh aura.


Suster membersihkan bayi aura dan membawa bayi tersebut pada aura untuk inisasi asi dini.


Karena ini untuk yang pertama kali bagi aura, maka aura agak sedikit kesulitan. Tapi suster dengan sabar membantu aura.


Tatapan gilang tak pernah berpaling dari bayinya. Ada rasa bangga dan haru. Sekarang ia sudah menjadi seorang ayah dari bayi yang sangat tampan.


Tak lama bayi aura sudah tertidur dan suster yang sedari tadi standbay di dekat aura mengambil alih bayi tersebut dan meletakkannya di box bayi.


Bayi aura tadi sudah di azani oleh gilang sebelum diserahkan pada aura. Dan mereka juga sekarang sudah di ruang rawat.


Semua orang heboh menyambut baby boy aura dan gilang. Ibu dan adik gilang juga sudah datang bahkan keluarga besar gilang sudah berada di sana.

__ADS_1


Mereka ingin melihat secara langsung putra dari gilang.


Karena baby sedang tidur, maka gilang melarang semua orang untuk tidak menggangunya. Dan walaupun mereka sangat ingin menggendong baby tapi mereka juga tidak berani melanggar perintah gilang.


Kebahagian sungguh dirasakan oleh gilang saat ini. Memiliki aura sebagai istrinya dan sekarang ia di anugerahi dengan seorang baby.


****


Berbeda dengan gilang yang sedang berbahagia, hal lain dirasakan oleh pasangan vina dan aditya. Kehamilan vina mengalami masalah dan dokter menyarankan agar persalinan segera dilakukan.


Saat ini umur kehamilan vina masih memasuki bulan ke tujuh.


Mereka sedang melakukan kontrol seperti bulan sebelumnya. Tapi tiba- tiba dokter menyarankan pada aditya dan vina agar vina segera melakukan persalinan.


Jadilah saat ini vina ada diruang operasi, aditya sungguh tidak sanggup jika harus menyaksikan perut vina di robek untuk mengeluarkan anak mereka.


Jadilah vina hanya ditemani oleh ibunya. Aditya sendiri menunggu vina di depan ruang operasi.


Perasaannya sudah tidak karuan, aditya benar- benar ketakutan hal buruk terjadi pada anak dan istrinya.


Aditya awalnya sangat khawatir karena suara tangis bayinnya begitu pelan.


Dokter keluar dari ruang operasi dan meminta aditya untuk ikut keruangannya.


Perasaan aditya sudah tidak enak, pasti keadaan istri dan anaknya tidak baik- baik saja.


Dan dugaannya terbukti benar. Dokter menyatakan bahwa kondisi bayinya sangat lemah, harus di pantau selama dua puluh empat jam penuh. Dan kondisi vina juga tidak begitu baik.


Setelah melahirkan bayinya vina mengalami pendarahan dan kondisinya sekarang kritis.


Dokter berharap agar aditya lebih sabar dan tidak lupa untuk berdoa pada tuhan agar kondisi vina kembali stabil.


Sesungguhnya kekuatan doa itu nyata adanya.


Badan aditya seketika lemas dan seolah tak bertulang. Bagaimana jika hal buruk terjadi pada keduanya. Apa yang harus aditya lakukan.

__ADS_1


Sungguh ia sangat mencintai dan menyayangi vina. Vina adalah separuh hidupnya. Begitu pula dengan babynya.


Gilang meminta agar dokter menyembuhkan keduanya dan aditya juga berpikir untuk membawa keduanya berobat keluar negeri.


Tapi memang karena kondisi vina yang sangat buruk, dokter melarang aditya membawa keduanya. Karena memang hal itu sangat beresiko.


Akhirnya aditya pasrah dan menyerahkan kesembuhan aura dan babynya pada tim dokter.


Aditya memandang baby girl dengan sendu. Bayi itu begitu cantik perpaduan wajahnya dan vina. Ia begitu sedih melihat bagaimana bayinya di pasangi alat- alat dalam tubuhnya. Terlihat sangat lemah. Aditya tidak tahan untuk tidak menangis.


Apakah ini hukuman yang ia dapat karena dulu pernah manyakiti vina. Aditya akan menerima semuanya tapi ia tidak mau jika vina dan putri mereka yang harus merasakan sakitnya.


Cukup ia saja yang dihukum jangan vina dan bayinya. Keluarga aditya juga sudah berkumpul. Mereka memberikan support pada aditya.


Bahkan orangtuanya sampai mengadakan pengajian untuk mendoakan vina dan cucu mereka.


Sudah dua hari keadaan vina masih sama, vina belum sadarkan diri. Sementara keadaan baby girl semakin hari semakin baik. Kondisinya juga sudah tidak selemah waktu baru dilahirkan.


Terpaksa baby girl sementara waktu mengkomsumsi susu formula karena memang kondisi vina yang tidak memungkinkan.


Di hari ketiga, vina sadar dari komanya. Hal pertama yang ia tanyakan adalah putrinya. Ia ingin mengetahui bagaimana kondisi putrinya saat ini. Karena yang dia ingat sebelum ia tak sadarkan diri kondisi putrinya yang lemah.


Bahkan vina sama sekali belum melihat bagaimana paras putrinya. Aditya mengucapkan rasa syukur karena vina sudah sadar.


Tapi ada yang aneh dengan aditya, semenjak vina sadar aditya tak mendekati vina, aditya seperti menggindari diri dari vina. Padahal saat vina koma aditya selalu berada di samping vina. Tak sedetikpun ia meninggalkan vina. Jika pun ia meninggalkan vina hanya untuk ke kamar mandi. Bahkan selama vina koma, aditya memboyong semua pekerjaannya ke rumah sakit.


Vina juga sebenarnya dari tadi ingin bertemu dengan aditya, tapi dari banyaknya orang yang ada disana sosok aditya tidak terlihat sama sekali.


Pikiran buruk tentu saja menghinggapi vina. Apakah aditya meninggalkannya dalam keadaan vina yang sedang tidak berdaya?


Begitulah pikiran vina saat ini, vina juga sebenarnya sangat takut jika hal tersebut terjadi.


Karena di sadari ataupun tidak, vina memiliki rasa yang dalam pada aditya.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2