Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 29.


__ADS_3

Lamaran gilang pada aura berjalan dengan lancar, walaupun di dahului dengan drama aura yang merajuk.


Keluarga gilang juga menyambut aura dengan baik, terutama adik dan ibunya gilang. Siapa yang tak tahu siapa aura di dalam keluarga gilang. Kisah cinta gilang dan aura selalu menjadi buah bibir jika mereka berkumpul.


Bagaimana gilang memedam rasanya pada aura sekian lama. Dan itu sudah menjadi rahasia umum di dalam keluarga gilang.


Makanya saat gilang meminta mereka datang ke kota untuk melamar aura semua keluarga terutama ibu dan adiknya begitu antusias.


Keinginan gilang sekarang sudah terwujud selangkah lagi untuk menghalalkan aura.


Cincin bertahta berlian kini sudah melingkar manis di jari aura. Dan aura tak hentinya melihat jarinya yang kini sudah terisi.


Sally tak henti menggoda aura. Arfa juga ikut bahagia melihat aura bahagia. Benar kata istrinya sally, kebahagiaan aura ada pada gilang.


Keluarga gilang sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Tinggal gilang dan adik perempuannya yang bernama dara. Dara sengaja tidak ikut pulang dengan ibu dan keluarganya yang lain, karena rencananya aura akan ikut pulang ke kota B tempat aura bekerja.


Tidak baik juga jika aura hanya berdua didalam mobil dengan gilang. Baik keluarga aura dan gilang melarangnya karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.


Walaupun mereka percaya aura dan gilang dapat menjaga diri mereka sendiri. Tapi tetap untuk mencegahnya mereka meminta dara untuk ikut bersama gilang dan aura.


Dengan sedih aura pamit kepada kedua orangtua serta arfa dan sally. Karena esok hari aura sudah harus masuk kerja.


Sudah banyak jadwal pasien yang tertunda, karena aura mengambil cuti secara mendadak. Kalau saja aura bukan dokter andalan di rumah sakit tempat ia bekerja mungkin pimpinan rumah sakit tidak akan memberikan izin pada aura, karena memang sebelumnya aura sudah mengambil cutinya.


Mereka juga takut aura protes dan berakhir dengan aura keluar dari rumah sakit mereka. Tidak dipungkiri keahlian aura amat di butuhkan oleh rumah sakit.


Gilang duduk dibelakang kemudi ditemani aura yang duduk di sampingnya sedangkan dara duduk dibangku belakang.


Tidak ada pecakapan penting antara ketiganya, walaupun dara banyak berceloteh membicarakan tingkah gilang selama ini yang dengan diam memedam perasaannya pada aura.


Jelas saja baik gilang dan aura merasa malu atas pernyataan yang di ucapkan oleh dara.


Bahkan aura tidak menduga bahwa gilang sudah menyukainya sejak lama. Tapi mana aura tahu karena di pertemuan pertama mereka setelah lama terpisah sikap gilang begitu dingin dan ketus padanya.

__ADS_1


Bahkan saat itu aura sempat sakit hati karenanya. Gilang sendiri malu karena sekarang dara menguliti betapa ia amat mencintai aura. Bahkan gilang sengaja menjomblo hanya untuk menunggu aura.


Bahkan dara sempat bercerita saat masih kuliah aura mempunyai banyak pacar dan hal itu membuat gilang marah dan stress.


Aura baru mendengar tentang hal itu, aura pikir dulu gilang tidak peduli padanya. Bahkan saat mereka berpas- pasan juga saling menghindar dan gilang cenderung bersikap dingin padanya.


Gilang benar- benar dikuluti oleh dara, gilang benar- benar menyesali keputusannya untuk meminta dara yang menemani mereka dalam perjalanan pulang. Tahu akan dikuluti seperti ini, gilang tadi meminta asistennya saja yang menemani mereka.


Berbeda dengan gilang, perasaan aura kini sudah melambung tinggi. Aura merasa wanita paling di cintai dan beruntung di cintai begitu besar oleh gilang.


" Dara, kamu mau uang jajan kamu kakak potong!" Ancam gilang, gilang tidak mau dara semakin banyak membuka rahasia cintanya pasa aura.


" Ish! Nggak asik ngancemnya potong uanf jajan. Harusnya kakak kasih aku tambahan uang jajan karena dara yakin setelah kak aura tahu kakak cinta banget sama kak aura, kak aura pasti akan semakin lengket sama kakak!" Cebik dara, tak terima dengan ancaman sang kakak.


Aura hanya tersenyum mendengar pertengkaran kecil antara gilang dan dara. Ternyata bukan hanya dirinya dan arfa saja yang suka berantem jika bertemu.


Aura jadi rindu pada arfa, padahal mereka baru bertemu beberapa jam yang lalu.


Aura menoleh kebelakang dan melihat ternyata dara sudah tertidur. Pantas saja dara diam dan tidak bersuara lagi.


" Mas, kamu jangan galak- galak sama dara. Emang kenapa sih kalau dara cerita tentang kamu!" Keluh aura.


Gilang hanya diam tak menjawab pertanyaan aura. Karena gilang diam saja aura memutuskan untuk ikut diam dan menutup matanya. Dari pada ia semakin marah pada gilang.


Terkadang gilang masih bersikap dingin pada aura. Entah itu karena malu atau karena alasan apapun aura sungguh tidak menyukainya.


Gilang menghembuskan napas dengan berat. Karena malu jadi sikap gilang menjadi dingin. Tidak perlu diragukan bagaimana gilang mencintai aura, jelas gilang amat mencintai aura.


Akhirnya gilang menyetir tanpa ditemani oleh aura maupun dara karena keduanya kini telah terlelap nyenyak tidur.


Setelah menempuh waktu dua jam perjalanan. Mobil gilang tiba di depan kostan aura. Tapi sayang aura masih nyenyak tertidur.


Untuk membangunkan aura, gilang sungguh tidak tega. Jadi gilang hanya menunggu sampai aura terbangun sendiri.

__ADS_1


Dara menggeliat dan membuka matanya perlahan. Ia melihat sekitar dan ternyata ia masih berada di dalam mobil.


" Kak kita udah nyampe ya?" Tanya dara dengan menguap. Seketika gilang menutup mulut dara.


" Anak perempuan menguap lebar banget!" Gerutu gilang. Dan dara hanya tersenyum menunjukkan giginya.


Mungkin karena suara dara yang lumayan nyaring membuat aura terbangun. Hal pertama yang aura lihat adalah wajah tampan gilang. Dimatanya terlihat lebih tampan dengan wajah lelahnya.


Bagaimana gilang tidak lelaj dari kemaren ia menempuh perjalanan jauh, belum lagi ia harus menyelesaikan masalah perusahaannya dan sorenya ia kembali kerumah aura untuk melamar aura.


Tak sampai di situ ia juga harus menyetir kembali ke kota B. Waktu juga sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


Aura melihat jam tangannya. Ternyata cukup lama ia tertidur dan gilang dengan setia menunggunya bangun.


" Mas kenapa nggak bangunin aku, ini udah dini hari loh!"


" Aku gak tega buat bangunin kamu." Ucap gilang membuat pipi aura memerah.


" Ya udah mas sama dara nginep aja di tempat aku." Tawar aura.


" Nggak usah ra, nanti jadi masalah lagi? Kita pulang aja."


" Gak akan kok mas, ntar aku bilang sama pemilik kostan." Kata aura.


" Ya kak kita nginep aja. Kakak juga udah lelah kan!" Ucap dara ikut menyetujui pendapat aura.


Dengan terpaksa gilang ikut menginap di tempat aura. Karena jujur saja gilang juga sudah sangat lelah.


Sementara aura sebelum dara dan gilang masuk kamar kostannya, meminta izin pada pemilik tempat. Beruntung saat itu pemilik kostan belum tidur karena jadwalnya ronda. Dan aura diberika izin karena yang menginap bukan cuma gilang tapi juga ada dara.


Semoga saja menginapnya gilang di tempat aura tidak menimbulkan masalah.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2