Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
CARA MEMECAHKAN SEGALA MASALAH


__ADS_3

Jelas saja aura tidak terima dengan keputusan sepihak yang gilang buat. Bagaimana pun aura mempunyai tanggung jawab dalam tugasnya kali ini.


" Gilang kamu gak bisa memutuskan sepihak seperti itu, lagi pula bagaimana dengan kepala rumah sakit jika tahu aku pulang sekarang sebelum tugasku selesai." Protes aura.


" Soal itu kamu gak usaha khawatir, aku udah mendapatkan izin dari kepala rumah sakit. Lagi pula tenagamu lebih di butuhkan di rumah sakit dari pada disini."


" Tapi aku punya tanggung jawab pada anak yang semalam aku bawa kerumah sakit." Ujar aura tegas.


"Itu bisa di urus sama rekan kamu yang lain." Ucap gilang enteng.


Aura benar- benar sangat marah, seolah gilang menyepelekan kepercayaan orang lain.


" Gilang sepertinya pernikahan kita cukup sampai disini. Aku udah benar- benar gak sanggup lagi sama sikap kamu." Ucap aura dengan penuh kekecewaan.


Jelas saja gilang tidak terima dengan ucapan aura. Aura dengan mudahnya mengucapkan kata pisah.


Gilang mendekati aura dan mengikis jarak antara dirinya dan aura. Ia menggendong aura dan membaringkan aura di ranjang. Aura jelas ketakutan melihat raut wajah gilang yang penuh dengan amarah.


" Apa yang ingin kamu lakukan?" Ucap aura ketakutan.


" Sepertinya kamu harus di pelajaran,agar dari bibir manismu tidak keluar kata- kata asal." Ucap gilang semakin membuat aura ketakutan.


Selanjutnya gilang menyerang aura tanpa ampun, pagi itu mereka menyatu seperti yang terjadi semalam. Bisa di pastikan hari ini aura tidak akan bisa keluar dari kamarnya.


Aura yang awalnya memberontak akhirnya pasrah dengan perlakuan yang gilang berikan padanya. Bahkan mereka sampai melakukannya berkali- kali.


Siang hari, makanan datang seperti tadi pagi. Gilang meminta aura untuk membersihkan diri dan membuka pintu. selain room servis yang mengantarkan makanan ada juga asisten gilang berdiri do depan pintu.


Asistennya memberikan laporan tentang pekerjaan dan tugas khusus yang di berikan padanya tadi pagi. Di sela percintaannya dengan aura, gilang menghubungi asistennya untuk menghandle pasien yang semalam di bawa aura.


Dengan terpaksa asistennya terbang ketempat di mana gilang dan aura berada.


Kondisi anak tersebut semakin membaik dan mungkin dalam satu atau dua hari anak tersebut sudah bisa pulang.


Gilang sangat lega mendengarnya, berarti rencananya untuk membawa pulang aura tidak akan ada hambatan.

__ADS_1


Lagi pula dia juga tidak bisa lama berada di sana, pekerjaannya akan semakin terbangkalai jika lebih lama di sana.


Ceklek. Aura keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membungkus kepalanya.


Gilang tersenyum sangat manis menyambut aura.


" Tunggu aku mandi, nanti kita shalat dzuhur berjamaah." Ucap gilang sambil mencium kening aura dan masuk ke kamar mandi.


Sambil menunggu gilang, aura menyiapkan makanan yang tadi diantarkan. Setelahnya ia melihat ada paper bag, aura membuka dan menemukan pakaian pria dan wanita di sana. Ia mengeluarkannya dan menaruhnya di atas ranjang agar gilang mudah saat berpakaian.


Tak lama gilang keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk melaksanakan kewajiban mereka. Aura masuk ke kamar mandi mengambil air wudhu kembali.


Mereka shalat dengan khusu, dengan gilang sebagai imam dan aura makmum.


Perlu di ketahui saat mereka bercinta, aura mengungkapkan semua kekecewaannya pada gilang, dan alasannya tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di sana.


Jadi sebisa mungkin gilang menghandle semuanya dengan di bantu oleh asisten setiannya.


Jika ada yang menyebutkan masalah rumah tangga akan selesai diatas kasur, itu memang benar adanya dan terjadi pada pasangan aura dan gilang.


Sehabis bercinta napsu makan mereka juga semakin besar.


" Mas habis ini aku mau kerumah sakit ya." Ucap aura lembut, panggilan untuk gilang pun sudah kembali mesra. Benar- benar pengaruh yang sangat besar untuk keduanya. Dalam penyatuan mereka, mereka juga mengungkapnya semua yang mengganjal di hati keduanya. Semoga setelah ini hubungan keduanya semakin harmonis dan masalah dalam rumah tangga mereka dapat di selesaikan dengan baik.


" Nanti sore saja ya, sayang harus istirahat dulu. Lagi pula anak yang kemarin sayang bawa keadaannya sudah lebih baik."


Aura mengerutkan dahinya berpikir dari mana gilang tahu tentang pasien anak yang semalam aura bawa.


" Kok kamu tahu kondisi anak itu?" Tanya aura penasaran, karena seingat aura, gilang baru dia beri tahu tentang anak tersebut saat mereka bercinta.


" Aku meminta tolong asistenku untuk memantau kondisi anak tersebut. Jadi kamu bisa tenang pulang bareng aku."


Aura menganggukan kepalanya tanda mengerti, tidak menyangka gilang bergerak dengan cepat.


" Ya udah aku kerumah sakit nanti sore. Tapi mas disini gimana pekerjaan mas di sana?"

__ADS_1


" Makanya kamu ikut aku pulang, biar aku tenang saat kerja." Ucap gilang kemudian.


" Aku mau ikut pulang sama kamu, tapi setelah anak tersebut dinyatakan sembuh dan aku juga ingin bertemu dengan keluarganya."


" Ok!" Jawab gilang singkat.


Benar saja setelah makan dan beberapa menit mereka duduk di balkon, aura dan gilang tidur siang. Mereka bangun saat ashar tiba.


Gilang mengikuti kemanapun aura pergi, ia seperti anak yang menginduk pada induknya.


Karena keadaan pasien anak tersebut semakin membaik, rumah sakit memulangkan anak tersebut esok hari.


Gilang dan aura mengantarkan anak tersebut kepada keluarganya, karena memang selama dirawat di rumah sakit anak tersebut tidak di dampingi oleh keluarganya.


Selain karena jarak yang sangat jauh yang harus mereka tempuh, keluarga anak itu juga keluarga dibawah garis kemiskinan.


Jadi bisa di maklum bagaimana mereka begitu menentang keras keputusan aura membawa anak tersebut kerumah sakit selain alasan takhul yang mereka percaya.


Kedatangan aura di sambut dengan suka cita oleh warga kampung dan keluarga pasien anak tersebut. Aura telah membuktikan ucapannya.


Suasana kampung jadi sangat riuh menyambut kedatangan aura. Bahkan gilanf harus melakukan penjagaan yang lebih ketat pada aura.


Aura juga memperkenalkan gilang pada warga kampung. Tentu saja kehadiran gilang di sambut dengan baik pula.


Tapi sayang kebersamaan aura dan warga kampung tidak bisa lama karena aura harus segera pulang bersama gilang.


Sebelum pulang, aura juga berpamitan pada rekannya yang masih bertugas beberapa minggu ke depan.


Melihat bagaimana miskinnya warga kampung tempat aura praktek gilang meminta asistennya untuk memberikan bantuan pada warga kampung. Gilang memberikan bantuan sekolah gratis dan membangun sekolah disana. Dia juga memberikan layanan kesehatan gratis disana. Warga juga di beri pinjaman untuk mengembangkan pertanian di sana.


Pokoknya gilang memberikan banyak kemudahan bagi mereka. Aura tidak bahkan tidak menyangka gilanf akan membantu warga kampung dengan begitu besar.


Tadinya aura memang berencana untuk memberikan beasiswa pada beberapa anak disana melalui bea siswa yang memang aura berikan pada anak- anak tidak mampu. Tapi gilang sudah melakukannya terlebih dulu.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2