Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Di jodokan


__ADS_3

Berjalan mengikuti langkah orang di depan nya. Menenteng tas dan menggendong Bagir yang tengah Mahda lakukan saat ini. Menyamakan langkah nya dengan Zulaikha yang sama tengah membawa tas milik Hubabah.


Seperti mengerti akan bagian nya, Mahda langsung menjauh dari Ummi dan Hubabah yang sudah lebih dulu masuk ke ruang VIP, tempat para tamu terhormat berada di dalam nya.


Sementara Mahda langsung berjalan menuju ruangan yang sudah di siapkan. Disana pun sudah banyak yang seperti diri nya, membawa anak dari guru masing-masing.


Dengan sopan Mahda menyalami satu persatu mba yang tengah sedikit bersantai karna anak yang di bawa nya tengah tertidur, namun tak sedikit pula yang kelimpungan dengan anak-anak yang tengah aktif pada usia nya.


"Sini ana gantiin" tawar Zulaikha yang baru saja datang setelah mengantarkan tas milik Hubabah.


"Tafadhol mba Zul" timpal Mahda dengan senyum manis menghiasi bibir nya. Namun bagi Zulaikha senyuman itu seperti sindiran.


"Gak bisa di ganti ya itu nama panggilan? Gak enak banget denger nya" ketus Zulaikha.


"Belum dapet hidayah mba" jawab Mahda sambil terkekeh melihat wajah kesal Zulaikha.


"Mba Zul, ini rumah nya usatdz Zainal?" bisik Mahda.


Zulaikha mengangguk mengiyakan pertanyaan Mahda.


"Temen nya ustadz Muhammad?" tanya Mahda lagi.


"Iya, abah nya ustadz Syihab" jawab Zulaikha agar Mahda tak terus menanyai nya.


Oh, bukan temen Yebba berarti. Padahal udah ngarep Yemma ada di sini juga.


Batin Mahda.


Sejurus kemudian Mahda beserta yang lain di minta pindah ke tempat yang lebih luas, agar merasa nyaman. Kesemua nya di giring ke lantai atas. Ruangan yang begitu luas dan sudah di alasi dengan karpet yang begitu empuk.


Gas'ah.


Batin Mahda saat melihat foto Syihab yang terpampang jelas di depan mata nya.


Seketika hati nya berdesir manakala mengingat perasaan nya yang terlampau sudah jauh berharap. Sekali lagi ia harus mematahkan rasa nya pada laki-laki.


"Hey, jangan di liatin terus ! Bukan muhrim" ucap Zulaikha memperingati.


Di balik sifat ketus nya Zulaikha, sebenarnya ia sangat lembut dan penyayang. Hanya saja mimik wajah nya yang sinis seperti pemeran antagonis membuatnya terlihat seperti orang sinis, ketus, sombong dan galak.


"Hanya sepintas gak papa kali ya, hehe" kekeh Mahda mengakhiri sebelum akhirnya duduk. Memilih tempat yang nyaman untuk nya juga Bagir dan Zulaikha.


*


*


Acara selesai tepat pukul 17.00 WIB. Semua jemaah bubar selepas menyantap makanan yang di sediakan di atas tabsyi. Nasi kebuli beserta lauk pauk untuk 4 orang di tata rapih di masing-masing tabsyi.


Sepanjang acara Mahda hanya bertugas menjaga Bagir. Dan sekarang Mahda benar-benar yakin, ustadz Zainal yang ini bukanlah teman Yebba nya. Bukti nya sampai acara selesai Yemma nya tak nampak. Bohong jika Haniyah hadir lalu tak tau jika Mahda kemari, karna pastilah bertemu Ummi dan Hubabah di bawah sana.


Tak ketinggalan, berbagai makanan di sediakan pula untuk mba yang menemani guru-guru nya kemari. Dengan sopan Mahda mengambil bagian nya, mengambil sepenting nya dan tak berlebihan.


Selepas sholat maghrib rombongan pamit untuk pulang ke pesantren asal. Sebelumnya Hubabah dan rombongan di minta untuk menginap beralasan ada yang ingin di bicarakan, namun dengan halus Hubabah menolak karna besok adalah jawal nya Abuya untuk kontrol.

__ADS_1


"Loh, ini Mahda kan?" tanya seorang ibu yang terlihat masih berbaur bersama para tamu.


"He, iya" jawab Mahda sopan.


"Makin cantik aja maasyaa Alloh, makin mirip sama Haniyah ya" puji ibu tersebut.


"Allahumma sholli 'ala Sayyidinaa Muhammad. Ustadzah yang lebih cantik" timpal Mahda dengan tersenyum.


Ustadzah Balgis ada di sini, tapi Yemma gak ada.


Keluh Mahda lesu.


Padahal Mahda sangat berharap bisa bertemu Yemma nya. Mendapat pelukan dari sang ibu serasa mendapat transfusi kekuatan tersendiri.


*


*


Di ruang keluarga Abuya~


"Kalau di jodohkan kaya nya cocok ya Bi, udah pantes juga mereka nikah" tutur Hubabah.


"Kalau di lihat-lihat juga iya" timpal Abuya.


"Jadi setuju dengan usul ana?" tanya Hubabah.


"Eha setuju kan?" tanya Hubabah pada Zulaikha yang tengah menyuapi Bagir.


Sementara itu, Tika yang tengah menyirami tanaman di samping ruang keluarga samar-samar mendengar pembicaraan dari Hubabah dan Abuya.


Waw, ustadz **g**anteng mau di jodohin. Sama mba Eha.


Batin Tika senang mendapat gosip.


Selesai menyiram tanaman, Tika segera bergegas masuk ke dalam asrama, menghampiri kumpulan santri yang tengah duduk di ranjang Hafsah juga Alfi.


"Hay guys, ada khobar baruuu" ucap Tika lantang dan meyerobot duduk di samping Hikmah.


"Apa Ka?" tanya Alfi penasaran.


"Tenang tenang sabar !" ucap Tika lalu mengambil nafas dalam-dalam.


USTADZ SYIHAB SAMA MBA EHA MAU DI JODOHIN GUYS..


Ucap Tika lantang dengan mata berbinar, bangga karna ia orang pertama yang tahu selain keluarga inti pesantren.


Hah


Jawab serentak dari semua santri yang berada di sana. Merasa terkejut dengan kabar yang di bawa Tika. Rasa nya tak mungkin namun bisa saja terjadi jika perjodohan itu benar ada nya. Rasa tak mungkin nya karna Zulaikha terkenal sangat ketus pada Syihab.


"Kata siapa?" tanya Mahda yang tiba-tiba berdiri di belakang Annisa.


"Allah kareem, kaget ana mba" ucap Annisa yang terkejut tiba-tiba ada Mahda di belakang nya.

__ADS_1


"Tadi ana denger sendiri loh mba, Babah sama Abuya lagi ngobrol" timpal Tika bangga dengan tersenyum manis.


"Oohhh" jawab Mahda hanya ber-Oh ria.


"Hafsah, bantuin ana di kantor ya!" pinta Mahda dan segera berlalu dari dalam asrama.


Berjalan pelan sambil terus menundukan kepala nya. Melewati taman dan rumah Abuya, bangunan untuk penerimaan tamu lalu menuju kantor di depan store pondok.


Pupus sudah harapan. Tapi kenapa harus sedih? Bukankah tak ada hubungan? Tapi ko agak nyesek ya denger nya.


Batin Mahda.


Kembali di patahkan.


Lanjut Mahda.


Di sisi lain ada sepasang mata milik lelaki yang terus mengawasi Mahda. Melihat nya berjalan dengan lunglai dengan terus menundukan kepala nya.


Kenapa Mahda?


Batin nya.


*


*


Gemericik hujan di luar seperti menina bobokan, menjadi musik penghantar tidur bagi tiap insan di muka bumi.


Mahda dengan rasa malas enggan membuka mukena nya. Memilih berbaring lalu bergumul dengan mimpi nya.


Berita Syihab yang akan di jodohkan dengan Zulaikha semakin menyebar. Bahkan tak jarang Zulaikha mendapat ledekan ciye dari para santri. Sementara Zulaikha terlihat santai dan tak menanggapi ledekan dari para santri.


"Ente di jodohin?" tanya ustadz Iman.


"Hah, kata siapa?" tanya balik Syihab terkejut mendengar pertanyaan ustadz Iman.


"Di banat lagi heboh ente di jodohin kata nya sama Abuya" tutur ustadz Iman.


"Sama siapa?" tanya Syihab dan memicingkan mata nya.


"Sama mba Eha kata nya" jelas ustadz Iman.


"Sama mba Eha?" tiba-tiba suara bariton terdengar dari arah belakang.


Syihab yang baru menyadari kedatangan orang lain, mimik wajah nya berubah seketika.


Aly.


Lirih Syihab tanpa bisa menyembunyikan keterkejutan nya.


* * * *


Gimana inih euy? Syihab di jodohin mba Zulaikha🥺

__ADS_1


__ADS_2