
Selepas Yemma Hani dan Yebba Zein pulang, Aly yang lebih dahulu pamit kembali ke asrama. Masih banyak pelayat yang datang untuk berta'ziyah, Aly yang memang salah satu kepercayaan ustadz Muhammad di minta untuk menemui para pelayat mendampingi diri nya.
Sedangkan Syihab? Tentu saja melepas rindu terlebih dahulu pada Mahda sebelum harus kembali terpisah oleh dinding yang tebal.
"Takut ketahuan kak" ucap Mahda risau.
"Kenapa harus takut? Kemarin biasa aja, malah kaya bangga gitu. Apa ada sesuatu di balik tersebut?" tanya Syihab menelisik.
Mahda menjadi bingung jawaban apa yang harus ia berikan pada Syihab. Apa ia boleh jujur bahwa kemarin ia hanya ingin menunjukan pada Haidar bahwa dia benar-benar tak akan berpaling dari Syihab. Mahda takut Syihab tahu bahwa Haidar masih terus mengganggu nya bahkan secara terang-terangan, ia hanya ingin melindungi perasaan Syihab.
"Gak ada kak, kebetulan aja kemarin banyakan. Jadi sekalian biar pada tau" kilah Mahda.
"Jujur aja, kakak tau semua nya" ucap Syihab lembut namun penuh penekanan.
"Maksud nya?" Mahda tampak bingung sekaligus khawatir.
"Jangan pura-pura gak faham, Mahda Qaireen" timpal Syihab dengan sinis menyebut nama lengkap Mahda.
"Kenapa jadi hawas? Apa Mahda bikin kesalahan?" Mahda jelas masih kebingungan. Kejujuran apa yang harus Mahda jelaskan pada Syihab.
"Pembicaraan kamu sama Haidar, juga sama Sofia. Kakak denger semua nya" timpal Syihab.
Glek..
Hampir saja Mahda sulit menelan air liur nya mendengar ucapan Syihab.
Jadi kak Syihab juga denger? Bukan hanya Ratih? Allah kareem.
Batin Mahda.
"A-aku cuma gak mau kalau kakak sampe salah faham" jawab Mahda gugup.
"Justru kalau Mahda gak jujur bikin kakak salah faham" timpal Syihab.
Hampir saja amarah nya meledak, tak habis fikir dengan Mahda yang memilih menghadapi gangguan Haidar sendiri, dan memilih menutupi nya dari diri nya.
"Ma'af, Mahda cuma pengen ngehargain perasaan kakak. Mahda takut kalau kakak tahu, kakak jadi gak enak, sakit atau apalah" jelas Mahda lirih.
"Harus nya kamu cerita, bilang sama kakak kalau Haidar masih ganggu kamu. Jangan kaya gini, kakak sampe mikir apa bener Mahda sayang sama kakak? Apa sekedar pembualan semata" tutur Syihab sambil meraih tangan Mahda.
"Enggak gitu, kalau kakak tahu justru Mahda takut kakak lebih marah. Takut adu jotos juga sama Haidar" cicit Mahda.
__ADS_1
Syihab tampak menghembuskan nafas nya kasar. Mengolah emosi nya ternyata sangatlah sulit.
"Apa sekarang masih ada rasa sama Haidar?" tanya Syihab hati-hati.
Mahda langsung mendelikan mata nya, menatap sinis laki-laki yang berada di depan nya.
"Maksud nya apa? Kalau masih ada rasa gak mungkin ana rela di bobol gawang sama antum, yang ada malah kebayang sama dia kali" kesal Mahda.
Bisa-bisa nya sang suami meragukan perasaan nya saat ini.
"Ya udah ma'af, kenapa malah balik hawas?" ucap Syihab dan memeluk Mahda.
"Sebel aku tuh. Udah ah, mau masuk dulu. Takut di cariin mba yang lain" timpal Mahda mengurai pelukan di antara mereka.
Ana niat hawas, tapi selalu luluh dengan ocehan kamu sendiri, Da.
Monolog Syihab dalam hati.
Berpisah kembali, berjalan menuju tempat masing-masing untuk menjalankan tugas nya.
...----------------...
"Gak tafarukan dulu Da?" tanya Afiyah.
"Di rumah gue aja ya nanti" jawab Mahda.
Ada rasa tak rela dari diri Afiyah saat Mahda di bawa pulang oleh kedua orang tua nya, padahal jika di fikir Mahda sering pulang namun dulu terasa biasa, berbeda dengan sekarang yang mungkin setelah kepulangan kali ini Mahda tidak akan tidur dalam satu asrama dengan nya lagi.
"Ini udangan khusus buat ente Fi. Syukron ya udah jadi temen terbaik semenjak ana pindah kesini. Ini buat ente" tutur Mahda dan memberikan sebuah paper bag berisi abaya, tanda terima kasih Mahda pada Afiyah.
"Ya Allah Mahda, syukron banget" ucap Afiyah lalu memeluk Mahda erat.
"Ana pamit ya, nanti H-3 di jemput lagi seluruh pondok" timpal Mahda.
"Hah? Yakin ente Da? Santri putri 200 lebih mau di bawa?" tanya Afiyah tak percaya.
"Iya, ada pondokan njid ana buat nampung nya" jawab Mahda.
Sulthan mah bebas ya🤪
"Putra ikut gak?" tanya Afiyah yang terlihat antusias.
__ADS_1
"Enggak" jawab Mahda cepat.
"Issshhhh.." timpal Afiyah tak suka.
Beberapa santri dari asrama utama terlihat sedih saat melepas Mahda untuk pulang, kepulangan yang lebih lama dari kepulangan sebelum nya.
Sedangkan Syihab, ia masih tetap berada di pondok dan akan pulang 3 hari sebelum acara. Benar-benar di pingit, setelah hari dimana Mahda dan Syihab bertemu di parkiran RA, mereka tak pernah kembali bertemu lagi sampai hari ini.
..
"Yemma, nanti kak Syihab pindahan lagi? Kaya penganten pada umum nya?" tanya Mahda dalam perjalanan pulang nya.
"Iya, nanti tapi nanti di arak dari rumah kita" jawab Yemma Hani.
"Lah, kita nya dimana?" tanya Mahda lagi.
Wajar saja Mahda tidak tahu, urusan tempat, dekorasi dan yang lain nya bahkan souvenir penikahan Mahda dan Syihab, Yemma Hani yang urus. Mahda hanya di minta fitting baju, tok.
"Kita di rumah jiddah, acara nya kan di lapangan depan kelas" jawab Yemma Hani.
"Oh, Mahda kira mau di gedung" timpal Mahda.
"Halaman serasa gedung" balas Yemma Hani.
Tentu saja Yemma Hani akan memberikan yang terbaik untuk putri satu-satu nya tersebut. Bahkan Yemma Hani rela menggelontorkan dana yang besar untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan Mahda, 2 hari 2 malam.
Ya, ya, Mahda tak menanggapi lagi, Mahda sudah menyerahkan semua nya pada Yemma nya, ia tinggal menerima beres apapun itu. Ini bukan hanya acara nya, tapi juga acara kedua orang tua nya. Mahda yakin apa yang di berikan Yemma nya itulah yang terbaik. Sudah terkenal Yemma Hani jago nya hal-hal mengatur acara apalagi acara mewah untuk Mahda, anak nya sendiri.
"Kakak, boleh pegang jawal tapi jangan kontekan sama Syihab" ucap Yemma Hani saat Mahda hendak naik ke lantai 2, dimana kamar nya berada.
"Ya Allah Yemma, ko gitu banget sih. Peraturan macam apa ini?" protes Mahda.
"Nurut atau jawal nya Yemma ambil?" ancam Yemma Hani.
Baiklah, Mahda menurut lagi. Semoga rindu ini tak terlalu menggebu hingga tak menjadi belenggu di hati.
Menatap indah nya langit malam memang menjadi kesukaan tersendiri bagi Mahda, dari zaman di pondokan pertama. Langit malam yang menyimpan begitu banyak cerita juga cinta di dalam nya. Hamparan bintang di langit yang selalu hadir sebagai penghias pekat nya warna hitam.
Waktu nya beristirahat dan mulai mempersiapkan hati agar tak terlalu membuncah menahan rindu pada sosok dirimu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1