Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Rencana


__ADS_3

Hai hallo.. Sekian purnama tak up mohon di ma'af, ada masalah yang bener-bener gak bisa selesai dalam waktu singkat..


Bismillah.. Mulai up lagi yaa, semoga masih ada yang mau baca karya receh ini


🍂🍂🍂🍂🍂


Dinginnya angin malam menyertai dingin nya AC seolah menjadi penghias di kamar pengantin Mahda dan Syihab. Berandai-andai tentang apa yang akan di lakukan setelah lama tak bertemu namun harus terhempas begitu saja.


Berada di atas tempat tidur yang sama dan baru bertemu kembali membuat Mahda semakin kikuk, serasa di ingatkan saat ia dan Syihab di nikahkan secara mendadak kala itu. Sebenarnya hanya ia saja yang terkejut, Syihab tentu tak terkejut karna ia mengetahui rencana tersebut.


"Musytaq gak sih?" tanya Syihab dengan mengelus lembut tangan yang rindu ia kecup beberapa minggu terakhir.


"Jiddan" jawab Mahda mantap namun merasa tersipu malu saat mengatakan nya.


"Regud gih, udah malem!" titah Syihab pada akhir nya.


"Kakak mau kemana?" tanya Mahda dengan wajah di tekuk, seolah tak rela jika harus cepat tidur. Dirinya masih rindu menatap sosok tampan nan rupawan yang ingin ia hujani kecupan jika saja tak malu memulai.


"Gak kemana-mana, ana di sini. Duduk di sofa sana" jawab nya sambil menunjuk sofa tempat kesukaan Mahda.


"Disini aja, tidur juga" rengek Mahda.


Ck..


Syihab berdecik karna harus terus dekat dengan Mahda namun ia tak bisa menjamah nya. Syihab terlihat menghembuskan nafas nya kasar dan kembali merebahkan diri nya di dekat Mahda.


Aroma dupa pengantin begitu semerbak di ruangan tersebut, menambah syahdu suasana yang tiba-tiba terasa mencekam saat dengan tiba-tiba Syihab mendaratkan kecupan manja di dahi Mahda. Mahda merasakan bulu kuduk nya meremang seketika, antara gugup dan terkejut juga merasa di cintai menjadi satu.


Perlahan, suasana menjadi tak secanggung tadi. Tiupan aroma dupa seakan menghantam kulit-kulit mulus yang perlahan mulai terbuka, saling bergesekan namun menggetarkan juga menghangatkan.


Meraup secerca kenikmatan di sepertiga malam, saling mencurahan rasa juga rindu yang selama ini membelenggu. Hingga kenikmatan yang di tunggu meledak seiring tubuh yang ambruk, menghimpit seseorang di bawah nya.


"Yang terkilir kan kaki bawah, jadi gak papa kan" ucap Syihab dan beranjak menuju hammam setelah sebelumnya mengecup lembut kening Mahda.

__ADS_1


...****************...


Hari masih pagi namun Mahda dan Syihab sudah terlihat rapih dan berjalan bergandengan tangan menuju rumah Jiddah Ita. Melupakan rasa linu di kaki nya yang sesekali masih terasa.


Bukan tanpa alasan, mereka berdua ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri juga melepas kepulangan mereka kembali ke tempat asal, pesantren.


"Balik lagi ke pondok gak Da?" tanya Afiyah sendu.


"Gimana kata paksuami. Nunggu perintah Buya juga kan" jawab Mahda sambil tersenyum melihat sahabat nya terlihat sedih.


"Senyum ah ! Muro'bal (jelek) banget monyong kek gitu" ledek Mahda dan di balas decikan oleh Afiyah.


2 bus besar mulai beriringan meninggalkan kediaman Jiddah Ita. Para santri nampak gembira bukan karna pulang saja, namun souvenir yang mereka dapat dari Mahda juga Syihab, di tambah oleh-oleh khusus dari Yemma Hani dan Yebba Zein


..


3 hari setelah acara Mahda dan Syihab masih di biarkan tinggal berdua di rumah Yebba Zein. Sementara Yebba Zein dan yang lain nya masih berada di rumah Jiddah Ita. Membereskan apa-apa yang belum di bereskan juga para tamu yang masih terus berdatangan meski acara sudah rampung.


...****************...


"Mau honeymoon kemana?" tanya Aly yang tengah menyeduh kopi di dapur, dan kebetulan Mahda tengah membuat sarapan.


"Gak tau, belum ada rencana. Abang mau ikut?" tanya balik Mahda yang justru terdengar sebagai ejekan bagi Aly.


"Enggak, ngapain?" tolak Aly mentah-mentah.


"Ya kali aja mau ngintilin adek nya gitu" timpal Mahda dengan pede-nya.


"Dih, kek gak ada kerjaan aja. Mending balik ke ma'had aja" balas Aly.


"Yaudah, gih, sono balik ! Di beyt juga gak ngapa-ngapain" kesal Mahda.


"Dih, penganten baru hawas (marah)" ledek Aly.

__ADS_1


"Dah, dih, dah, dih" Mahda membalas ledekan Aly dengan bibir yang sedemikian rupa ia monyongkan.


..


3 gelas kopi, 1 piring bakwan dan roti maryam Mahda suguhkan pada Syihab dan Aly. Setelah drama ledek meledek di dapur tadi, Aly langsung meninggalkan Mahda tanpa meneruskan niat nya menyeduh kopi, membiarkan Mahda untuk meneruskan tugas nya.


Duduk di halaman belakang dengan udara yang masih terasa sejuk membuat sarapan pagi ini begitu nikmat. Obrolan-obrolan ringan juga candaan terdengar saling terlontar begitu saja.


...----------------...


Seminggu berlalu dan kini Yebba Zein juga Yemma Hani tak ketinggalan si bontot Sulthan sudah kembali ke rumah utama setelah menyelesaikan segala urusan di rumah jiddah Ita.


Kembali menjalankan aktivitas seperti biasa pun dengan Aly yang bersiap kembali ke Pesantren A.


Sementara itu, Mahda dan Syihab juga tengah bersiap untuk honeymoon nya. Perjalanan dadakan yang di berikan oleh Yebba Zein untuk anak dan menantu nya.


Serba dadakan sampai membuat Mahda dan Syihab di buat repot karna harus membuat visa dadakan pula.


"Kemana sih Ba, mesti buat visa segala?" tanya Mahda.


"Udah, tinggal nurut aja. Kemana nya gimana nanti pas berangkat, yang penting udah siap. Kaya dulu Yebba dong, ke B***** aja ngurus visa, pas bang Aly 5 bulan Yebba sama Yemma umroh jadi gak ribet lagi ngurus ini itu" jelas Yebba Zein.


"Hemm, ya aneh aja di suruh honeymoon tapi gak di kasih tau tujuan nya kemana" gerutu Mahda namun terdengar pasrah.


Yebba Zein tak menanggapi malah terlihat fokus pada benda pipih yang tengah di pegang nya. Sementara itu Yemma Hani yang baru saja keluar dari kamar nya terlihat menggiring Sulthan menuju suami dan juga anak-anak nya.


Sulthan yang beberapa hari tak bertemu Mahda merasa amat rindu dan langsung berlari menuju pangkuan nya, memeluk, mendusel Mahda.


Siang hari yang terasa begitu hangat . Yebba Zein yang duduk berdampingan dengan Yemma Hani, Mahda dan Syihab, dan Sulthan yang tengah di jahili oleh Aly. Di balik sikap dingin dan cuek nya ia tetaplah kakak yang penyayang dan akan melindungi adik-adik nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Recomend dong, honeymoon nya kemana nih?

__ADS_1


__ADS_2