Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Sulungnya Umma & Abi


__ADS_3

10 hari berlalu setelah Mahda di curret, akhir nya Mahda memutuskan kembali ke pondok meski harus bersitegang dengan Yemma Hani terlebih dahulu. Beliau menyarankan agar Mahda tak kembali ke sana dan fokus pada acara resepsi nya nanti, namun Mahda memilih untuk kembali. Alasan nya bukan hanya rindu pada sosok sang suami, ia mempunyai tugas juga di sana.


"Umma, Sulthan ikut" rengek Sulthan.


"Sulthan, kakak mau ke pondok, bukan mau main" balas Mahda.


"Aahhh, Sulthan mau sama Umma" rengek Sulthan tambah menjadi di tambah dengan tangisan nya yang kencang.


"Yemma.." ucap Mahda memanggil Yemma nya yang menertawakan diri nya.


"Anak kamu itu kak" timpal Yemma Hani tanpa bisa menyembunyikan tawa nya.


"Iihh Yemma" Mahda menghentakan kaki nya kesal, di tambah dengan Sulthan yang terus bergelayut pada nya kemana pun ia melangkah.


2 jam perjalanan Mahda dan Yemma Hani juga Sulthan tiba di pesantren A****. Dengan manja Sulthan terus di gendong oleh Mahda memasuki area putri.


Banyak santriyah yang menyambut kembali nya Mahda, kini berita tentang diri nya dan Syihab sudah hampir sepenuh nya menyebar, termasuk ke dalam penghuni asrama utama.


"Ummi ada di dalem?" tanya Mahda pada Syamsiah.


"Ada Da, langsung masuk aja, lagi sama Hubabah" jelas Syamsiah.


Yemma Hani masuk terlebih dahulu di ikuti Mahda juga Sulthan. Menyalami Hubabah terlebih dahulu barulah Ummi yang duduk tak jauh dari Hubabah.


"Gimana, udah sehat Mahda?" tanya Hubabah.


"Alhamdulillah, Babah" jawab Mahda.


"Lain kali hati-hati kalau lagi isi ya, semoga Allah segera mengganti kehilangan kamu" tutur Hubabah lembut.


"Aamiin, minta do'a nya Babah" balas Mahda.


Yemma Hani berbincang sebentar dengan Hubabah juga Ummi, membicarakan rencana resepsi Mahda juga Syihab.


"Yemma, Sulthan mau ikut sama Umma" Sulthan kumat lagi merengek pada Mahda.


"Sulthan, siapa Umma nya?" tanya Hubabah.


"Umma Mahda" jawab Sulthan tenang.


Mahda menunduk malu saat Sulthan menyebut nya Umma, pastilah 2 wanita yang ia hormati selain Yemma nya mengerti apa dari panggilan Umma.


"Abi nya siapa Sulthan?" tanya Ummi kali ini.


"Abi Syihab" jawab Sulthan masih dengan wajah serius nya.


Gelak tawa tak terelakan di ruangan mewah berwarna putih tersebut. Sikap masa bodo nya Sulthan semakin membuat gemas wanita 4 generasi tersebut.


"Tuh kan Yemma, kumat deh Sulthan nya" keluh Mahda.

__ADS_1


"Gak papa Mahda, kali aja Sulthan mau ikut gak papa. Jadi santri tercilik Sulthan nih" tutur Hubabah.


Mahda menatap sinis Sulthan, namun bukan nya takut Sulthan malah semakin meledek Mahda, bergelayut manja dan tak ingin lepas.


"Enggak Babah, nanti Sulthan pulang sama ana" timpal Yemma Hani.


"Gak papa Han, biarin Sulthan ikut sama Mahda. Jadi anak sulung Mahda sementara" timpal Hubabah lagi.


"Takut ganggu Babah" balas Yemma Hani tak enak.


"Gak papa, 1 minggu lagi ke sini ada acara nikahan masal. Sekalian jemput Sulthan"


"Yakin Sulthan gak bakalan nakal?" tanya Yemma Hani.


Sulthan mengangguk dan langsung meraih tangan Yemma Hani, menyalami nya dengan mencium tangan nya lembut.


"Sulthan pamit Yemma, mau ikut sama Umma" ucap Sulthan dan sukses membuat gemas.


"Allah Allah Hani, anak mu" ucap Hubabah dan tertawa lepas melihat tingkah anak bungsu santri nya ini.


Yemma Hani dan Mahda hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah absurd Sulthan.


Yemma Hani pamit pulang setelah menemui Aly dan Syihab terlebih dahulu, tanpa mengatakan bahwa Sulthan ikut bersama Mahda. Biarlah menjadi kejutan untuk kedua nya.


..


Sulthan bagaikan raja di rakyat santri putri, hadir nya menjadi pelipur lelah sekaligus bahan jahilan santri. Paras nya yang tampan 1 2 dengan Aly membuat mereka terus merebutkan Sulthan sejak kedatangan nya. Bahkan tak sampai di situ, Sulthan di boyong Tika ke asrama utama, mendandani nya dengan sibak tebal di mata nya. Sedangkan Sulthan sudah jelas menurut saja dengan sikap cuek nya.


Malam menyapa dan sampai saat ini Aly juga Syihab belum tau tentang Sulthan yang ikut dengan nya. Sesuai janji nya pada Yemma Hani, Sulthan memang tak nakal dan merepotkan, hanya saja selalu menempel pada Mahda. Seperti hal nya saat ini, Mahda berniat membersihkan diri namun Sulthan terus menggelayut pada nya setelah Tika antarkan kembali karna menangis di cubit gemas oleh anak-anak santri putri.


"Tan, kakak nya mau mandi dulu. Udah malam nih belum mandi" tutur Mahda pelan.


"Ikut Umma" rengek Sulthan.


"Kata nya gak bakalan nakal, Umma pulangin nih ke Yemma" ancam Mahda.


"Ya, ikut dulu sama ateu Afiyah ke dapur. Di sana banyakan ada temen Sulthan juga" sambung Mahda.


Sulthan pun mengerti dan segera beralih ke pangkuan Afiyah. Afiyah pun langsung membawa Sulthan ke dapur.


Saat Mahda beres dengan segala aktivitas nya, ia segera ke dapur menyusul adik bontot yang berubah fikiran memanggil nya menjadi Umma.


"Fi, Sulthan mana?" tanya Mahda.


"Tuh, lagi main sama Basmah sama Salma" jawab Afiyah.


"Ko sama anak hareem, Rofi dan kawan-kawan kemana?" tanya Mahda.


"Belum pada kemari emak-emak nya" jawab Afiyah.

__ADS_1


"Da, sejak kapan ente punya anak?" tanya Zulaikha namun sebagai sindiran.


"Oh ya, kenalin, ini anak sulung ana sama ustadz Syihab" jawab telak Mahda.


Sudah bisa ia duga pasti Zulaikha akan meledek nya soal Sulthan, apalagi saat tadi berada di rumah Hubabah, Zulaikha juga berada di sana. Menyaksikan bagaimana Sulthan memanggil nya Umma dan menjawab Syihab sebagai Abi nya.


"Geelaaa sih, nama panggilan nya sweet amat. Umma, Abi" ledek Zulaikha lagi.


"Mba Zul mau juga kan di pinggil gitu? Hayo ngaku" goda Mahda.


"Boleh saya bilangin nanti ya sama ustadz Iman" sambung Zulaikha.


"Mahda.." pekik Zulailkha.


"Labbeik.." jawab Mahda santai.


Mahda sengaja menggoda Zulaikha pada ustadz Iman, karna bukan hal yang baru jika Zulaikha sering di jodoh-jodohkan dengan ustadz Iman, lelaki dengan tubuh kurus tinggi tersebut.


..


Pukul 6 Sulthan baru saja membuka mata nya dan langsung mencari Mahda. Untunglah ada Afiyah yang berada di kamar dan lumayan Sulthan kenali.


"Tan, mandi yuk sama ateu. Umma nya lagi masak dulu" ajak Afiyah.


Tak banyak drama, Sulthan langsung menurut. Afiyah memandikan nya dengan air hangat yang kebetulan tersedia dari shower di kamar mandi.


Sulthan malah keasyikan dan tidak mau menyudahi mandi nya jika saja Afiyah tak mengancam akan melaporkan pada Umma Mahda.


Mendandani Sulthan dengan sangat rapih untuk membawa nya pada Mahda. Sulthan berjalan terlebih dahulu keluar gerbang hitam, sementara Afiyah menutup pintu kamar terlebih dahulu.


"Fi, anak sulung gue mana?" tanya Mahda.


"Lah, tadi kan udah jalan ke sini" jawab Afiyah.


"Kemana? Gak ada Fi" timpal Mahda.


"Tadi udah kesini ko, ana liatin" keukeuh Afiyah.


"Ya Allah Fi, ente lepasin Sulthan gitu aja" Mahda mulai panik, takut-takut jika Sulthan keluar dari gerbang hitam utama.


Mahda segera berlari keluar namun ia tak menemukan Sulthan. Di bantu Afiyah yang juga mencari nya ke dalam asrama, bisa saja ia di bawa kembali oleh anak santri ke asrama utama.


Mahda tampak gelisah, mencari ke sekitar mesjid pun tak ia dapati.


"Tan, kemana sih? Jangan bikin kakak cemas deh"


Gumam Mahda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sulung nya Umma Mahda kabur nih gaes🙈


__ADS_2