Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Hari Terakhir


__ADS_3

Berada di daerah pegunungan meski jam sudah mulai siang namun udara masih tetap lumayan dingin. Beruntung mereka selalu stay menyediakan jaket tebal jika bepergian.


Tujuan Mahda dan Syihab kali ini ke tempat wisata yang begitu terkenal dengan nuansa alam nya. Dengan menaiki jeep yang di kendarai langsung oleh Syihab, Mahda dengan erat berpegangan tangan, takut-takut jatuh jika di belokan atau saat di pasir nanti.


Masih belum begitu siang namun pengunjung sudah ramai, entah itu memburu terbitnya matahari, memburu udara segar nya, atau nuansa indah saat matahari perlahan muncul ke permukaan menghangatkan bumi. Namun yang pasti semuanya itu amatlah indah.


Wanita memang tak jauh dari kata berswafoto bukan? Hal nya dengan Mahda yang tak sabar ingin mengabadikan diri nya dengan latar pemandangan yang luar biasa. Sebuah gunung yang menjulang dengan keindahan nya.


Syal indah nan tebal yang membalut Mahda, dengan sengaja Mahda lepas, membuat syal tersebut seperti terbang tertiup angin yang memang lumayan cukup kencang.


Banyak tingkah, Mahda dan Syihab kembali memilih menaiki kuda untuk berjalan-jalan di sekitar sana. Hawa dingin yang menusuk dan pemandangan indah membuatnya tambah bersyukur bisa menginjakan kaki di atap ciptaan Tuhan yang satu ini.


Puas menaiki kuda, Syihab mengajak Mahda menuju sky's hill yang tengah populer di sana. Melihat pemandangan dari atas dengan latar gunung yang menjulang sambil menikmati kopi hangat. Skip, Mahda tak bisa meminum kopi lagi karna sakitnya yang pasti akan kambuh, bisa-bisa liburan nya akan berujung di atas ranjang rumah sakit, mengharuskan nya mengganti minuman hangat dengan varian lain.


Namun bukan nya Mahda girang ia justru gemetar saat berada di atas, phobia nya terhadap ketinggian masih jelas terasa hingga Syihab harus menenangkan Mahda untuk beberapa saat.


"Baru di sini udah gemeter, katanya pengen naik balon terbang, gimana nantinya? Gak bakalan pingsan tah?" ledek Syihab setelah Mahda tenang.


"Kakak ngeledek ana? Cih, ini efek lama gak healing jadi muncul lagi takut nya, kalau udah sering gak bakalan kayak gini" jelas Mahda dan segera menyesap teh hangat yang di pesan Syihab beberapa saat lalu.


"Dih hawas (marah). Softoh (bercanda) deh, gitu aja cemberut" ucap Syihab mencairkan suasana. Tak ingin suasana honeymoon nya kali ini di ganggu oleh hal kecil yang membuat ambyar. Sebisa mungkin membuat suasana hangat, bahkan suasana panas bukan?


Terhanyut dalam suasana dan obrolan hingga waktu memaksa pasangan yang baru saja sempat honeymoon tersebut pulang. Kembali dengan Syihab yang menyetir dan Mahda yang duduk di samping nya. Menikmati senja yang mulai menyapa.

__ADS_1


**



Pagi menyapa dan bisa merasakan hembusan angin laut serta memandang indah nya laut biru adalah suatu kenikmatan yang kembali Mahda rasakan.


Bayangkan saja jika setiap hari ia bisa melihat pemandangan yang begitu indah ini. Serasa mendapat vitamin di tiap pagi. Tapi skip, lama-lama Mahda phobia juga dengan air besar.


Syihab memilih kamar yang lebih atas dengan fasilitas kolam renang di depan kamar nya. Beruntunglah kali ini jejeran kamar tersebut kosong dan hanya di huni oleh Syihab dan Mahda hingga Mahda bisa dengan leluasa berenang di pagi hari tanpa takut terlihat lawan jenis.


Tau lah yaa pengantin stok lama yang baru honeymoon kek mana anget nya.


Menjelang sore hari Mahda mengajak Syihab untuk berjalan-jalan di bibir pantai, layak nya pemuda pemudi yang tengah di mabuk cinta, Mahda dan Syihab yang saling bergandengan tangan, saling memegang, menggenggam takut akan terlepas, meski sebenarnya Mahda risih karna sesekali ia menjadi sorotan mata orang-orang yang tengah berada di sana.


"Kak, haya (malu) tau di liatin orang-orang" cicit Mahda.


Bukan nya memahami apa yang di katakan sang suami, perasaan Mahda justru berbeda. Bisikan lembut di telinga nya tadi serasa mengandung setrum yang tiba-tiba membuatnya merinding hingga bulu kuduk nya meremang.


"Isshh, jangan dekat-dekat kaya gitu kak, geli ana" timpal Mahda dan menjauhkan bibir Syihab dari dekat telinga nya.


"Hayoo, bukan geli ya, tapi merasa ada sesuatu yang menggetarkan. Menyambungkan suatu energi yang tiba-tiba muncul dan susah di jelaskan" ledek Syihab.


"Dih, apaan sih. Omongan nya kok ndak bisa di fahami banget" timpal lagi Mahda mencoba menyudahi obrolan nya yang sempat akan menjurus.

__ADS_1


Syihab tersenyum lalu kembali berjalan. Menikmati kepala muda di sore hari di tepi pantai nyatanya lebih terasa mengasyikan dari pada siang hari yang berlomba dengan terik nya matahari.


"Ke sana yuk..!" ajak Syihab pada Mahda untuk lebih mendekati pantai.


Berdua duduk di pasir pantai seraya menikmati deburan ombak dan menikmati detik-detik matahari kembali ke persemayaman menjadi agenda terakhir Mahda dan Syihab hari ini.


Menulis nama Mahda ♡ Syihab di atas pasir lalu memotret nya, tak lupa tangan yang saling menggenggam menjadi penghias di antara nama. Dengan cepat tanda panah terkirim Syihab sentuh pada ponsel nya setelah membubuhkan caption yang begitu puitis.


Terakhir sebelum benar-benar kembali ke vila, Syihab kembali mengajak Mahda berfoto dengan background yang begitu menakjubkan. Duduk di bangku dan saling menatap intens. Sweet.



**


Hari berganti dan kini waktunya Mahda dan Syihab untuk meninggalkan kesyahduan dan kenikmatan menjelajahi wisata serta alam di sana.


Pagi ini, supir kepercayaan Yebba Zein dan seorang santri mengantarkan pakaian ganti yang sudah di packing Yemma Hani dalam 2 koper besar.


Jadwal nya, siang nanti Mahda dan Syihab akan bertolak ke negara luar. Melanjutkan honeymoon ala-ala mereka tanpa ribet oleh agen yang mengatur kesana kemari.


Sengaja Yemma Hani mengirim baju dan menukarkan dengan yang awal Mahda dan Syihab bawa agar menyesuaikan dengan kondisi di luar sana, serta keperluan yang lain, yang pasti di butuhkan Syihab dan Mahda. Padahal jika di teliti Mahda tak berubah, yang di pakainya terus abaya berbeda dengan Syihab yang terkadang memakai pakaian lelaki zaman kekinian saat berjalan-jalan.


**

__ADS_1


Positano, sebuah kota di Eropa yang memiliki pemandangan dan spot wisata yang menakjubkan. Bukit-bukit dengan rumah yang seperti saling bertumpuk menjadi pemandangan yang Mahda nikmati saat bekunjung kesana.



__ADS_2