Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Raja Dan Ratu Sehari


__ADS_3

Iringan pengantin sudah siap, Syihab yang gagah dengan jubah kebesaran nya berdiri paling depan dengan di gandeng Aly dan ustadz Muhammad. Sementara itu iringan hadroh pun sudah bersiap di depan nya, hendak mengiring pengantin serta rombongan menuju tempat lokasi yang hanya berjarak 150 meter dari rumah Yebba Zein.


Saat waktunya tiba, rombongan pun berangkat. Iring-iringan hadroh mulai terdengar dengan teriakan sholawat dari para santri putra.


Tak di pungkiri Syihab merasa grogi sekaligus salting ia rasakan kini. Meskipun sudah mengikrarkan Mahda dulu, namun sensasi nya kini kembali terulang, perasaan nya campur .aduk, antara tegang, senang dan haru. Haru dan sedih karna ke dua orang tua nya sudah tak bisa mendampingi nya, bahkan melihat nya bahagia kembali di hari istimewa nya.


Petasan mulai terdengar saat mendekati lokasi. Begitu pun dengan deretan orang-orang yang menyambut kedatangan pengantin dan juga rombongan.


Saat mendekati gada-gada tenda yang di hiasi bunga sedemikian rupa, tiba-tiba Syihab di raih dan di naikan ke atas bahu Haidar dan Arya. Syihab spontan memekik mendapat perlakuan demikian rupa, namun tawa nya pun tak bisa ia sembunyikan karna perlakuan teman-teman nya.


Syihab di angkat menuju mesjid, tempat acara aqad nikah yang akan kembali di gelar. Sesuai permintaan mendadak nya tadi pagi, Syihab ingin kembali mengikrarkan Mahda di hadapan semua orang, dan tentu saja permintaan mendadak nya ini membuat banyak orang kelimpungan menyiapkan semua nya, termasuk Haidar yang di utus langsung untuk memesan mas kawin yang harus di ambil dalam waktu itu juga, dan Hami Irfan yang harus berangkat langsung ke KUA guna menyampaikan perintah dari sang kakak ipar untuk acara nya hari ini, sang menantu nya yang absurd minta di aqadkan kembali.


Mesjid pesantren terlihat penuh oleh tamu laki-laki. Para Kyai juga tamu undangan serta pengurus dari KUA juga terlihat sudah hadir menunggu kedatangan Syihab. Sementara untuk tamu perempuan di tempatkan di lokasi pelaminan.


..


Mahda yang tengah duduk terlihat terus gusar saat mendapat kabar bahwa Syihab akan kembali menjalani aqad nikah saat ini.


Hati nya tiba-tiba menjadi dag dig dug, resah dan gugup tak karuan padahal sebenarnya mereka sudah menikah bahkan sah secara negara namun permintaan sang suami kali ini agak sedikit membingungkan.


"Kenapa tegang gitu?" tanya Afiyah.


"Gak papa" jawab Mahda mencoba menetralkan hati nya.


"Tegang mau di aqadin lagi?" ledek Afiyah.


"Ishh, enggak ko" elak Mahda.


"Eheheh, yang tegang, yang gugup di aqadin lagi. Kalem, bang Syihab udah hafal gak bakalan gugup apalagi grogi sampe salah Da" goda Hameh Lulu kali ini.


"Tapi ko ya, tegang takut salah gitu" jawab Mahda pada akhir nya.

__ADS_1


"Eh, kaya yang baru di aqadin aja. Formalitas doang kan sekarang mah Da" timpal Hameh Lulu.


"Kak, keluar yuk!" ajak Yemma Hani yang baru saja masuk ke dalam kamar.


..


Ustadz Muhammad di minta dengan hormat oleh Yebba Zein untuk membacakan khutbah nikah pada kesempatan ini serta do'a oleh Abuya sendiri.


Dengan seperangkat alat sholat serta emas logam mulia dan satu set perhiasan, Syihab kembali meminang Mahda, mengikrarkan kembali di depan semua orang, Tuhan dan juga para pengurus bahwa Mahda adalah milik nya saat ini.


Tepuk riuh orang-orang yang hadir begitu menggema di dalam mesjid bahkan sampai terdengar ke dalam rumah dan saat itulah Mahda bisa menghembuskan nafas nya dengan lega karna sekali lagi Syihab berhasil mengucapkan ijab qobul nya.


Suara hadroh pun kembali terdengar, mahalul qiyam menggema di mesjid serta di lokasi pelaminan tempat tamu perempuan berada.


Mahda yang sudah duduk di ruang bawah ikut membacakan sholawat mahalul qiyam dengan sesekali menyeka air mata nya.


..


Tabuhan hajir dan marawis menjadi pengiring Syihab, bahkan ada segelintir para santri putra yabg memainkan sorban nya, di putar-putar di udara karna saking bahagia nya dengan pernikahan ustadz mereka.


Mahda yang sudah berdiri dengan di gandeng Yemma Hani dan Ameh Fitri sebagai pengganti ibu Syihab terus tersenyum melihat sang suami yang terus di jahili oleh team hadroh dan teman-teman ustadz bahkan para santri hingga lama untuk sampai pada nya.


Hingga waktu nya datang, Syihab dengan sumuringah menghampiri Mahda. Tanpa di komando Mahda meraih tangan Syihab, dan Syihab pun mendo'akan Mahda dengan mengikuti instruksi dari Abuya.


Mahda dan Syihab pun bersiap di iring menuju pelaminan. Dekorasi yang serba putih dan biru menjadi pilihan Mahda dan Yemma Hani untuk acara resepsi, dari mulai bunga hingga lampu semua nya senada, mewah dan elegant.



Menapaki glass floor wedding, Mahda dan Syihab di sambut dengan taburan melati yang di taburkan beberapa santri putri yang memang sudah di tugaskan.


Dan jangan lupakan teriakan histeria dari santri putri saat melihat raja dan ratu sehari ini. Heboh.

__ADS_1


Mahda yang menggandeng tangan Syihab sementara tangan satu nya melambai dengan bunga yang berada di tangan nya, bagaikan artis yang menyapa para fans nya saat ia lewati.


Mahda dan Syihab pun duduk bagaikan di singgasana kedua nya dengan senyuman yang terus terukir dari bibir manis nya.


Beberapa hari tak bertemu membuat nya sama-sama kikuk, grogi untuk memulai kembali sentuhan bahkan sekedar percakapan sekalipun. Gandengan tadi bahkan bisa di bilang refleks karna dorongan suasana.


"Hally.."


"Gas'ah juga.."


Ke dua nya kembali terdiam namun bibir tetap tersenyum sembari menunggu instruksi apalagi setelah ini.


Akhir nya sesi foto-foto pun tiba. Mahda di minta berfoto sambil mencium tangan Syihab, dan Syihab kembali menaruh tangan nya di atas kepala Mahda. Lanjut lagi dengan menunjukan surat nikah ke dua nya namun pose Syihab harus mencium pipi Mahda.


Sorak sorai pun kembali terdengar, betapa tidak, pose romantis namun malu- malu ini kembali jadi ajang ledekan para santri yang hadir, bahkan dari pihak ke dua keluarga sekalipun.


Prosesi sungkeman pun di mulai, awal nya sungkeman pada Ibu. Yemma Hani dan Halaty Dimah sebagai pengganti mama Balgis duduk di kursi pengantin, dan Syihab serta Mahda bersiap untuk meraih tangan ke dua wanita tersebut.


Saat prosesi inilah tangis semua nya pecah. Syihab yang notabene sudah tidak mempunyai orang tua dan harus di gantikan oleh Ami dan Halaty nya menangis sejadi-jadi nya, bahkan yang hadir pun ikut pilu merasakan sedih yang Syihab rasakan kini. Di hari bahagia nya tak ada Mama dan Abi nya.


Halaty Dimah memeluk erat Syihab, menumpahkan rasa sayang nya seperti mama Balgis lakukan dulu.


Begitu pun saat sungkeman dengan posisi di tukar, Halaty Dimah tak henti-henti nya menangis dan terus berucap menitipkan Syihab pada Mahda.


Adapun sungkeman itu berganti pada Yebba Zein dan Ami Saiful, tetap saja air mata terus keluar tanpa di komando.


.........


Hari ini aku benar-benar melepas mu dengan ikhlas. Berbahagialah dengan pilihan mu, tugas ku sebagai payung telah selesai, silahkan jemput pelangimu..


Haidar~

__ADS_1


__ADS_2