Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Antara Berhenti atau Menyelesaikan


__ADS_3

**Masih agak oleng nih, ma'afkan kalau agak gimana gitu ya😁🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


Rasa nya berat dan teramat berat sekedar untuk melepaskan tangan yang sedari tadi ia genggam. Tangan yang selalu menggenggam nya dan menarik nya dari jurang luka.


"Mau ke hammam bareng?" goda Syihab di depan pintu kamar mandi.


"Ah, yang bener? Yakin mau bareng? Mau ngapain di dalem? Hammam nya luas loh" seolah tak mau kalah, Mahda balik menggoda Syihab dengan suara khas nya ketika di bawah kukungan Syihab.


"Mau nya?" tantang Syihab.


"Jangan ngaco, kebablasan di kamar mandi nanti nya. Emang mau setan ikut nimbrung?" sambung Mahda mengakhiri drama nya di depan pintu. Melunturkan semangat Syihab yang hampir saja bangkit.


Selesai ganti baju dan bersih-bersih, Mahda memoles tipis wajah nya menggunakan make up. Berdandan untuk suami itu besar pahala nya bukan? Apalagi hendak tidur, hehe.


Mahda berjalan dengan santai menghampiri Syihab yang tengah bersandar di atas tempat tidur.


"Tidur yuk, ngantuk" ajak Mahda.


"Gak mau olahraga dulu?" tanya Syihab.


"Olahraga?" beo Mahda.


Cup


Menunggu jawaban Mahda akan melamakan, Syihab pun memilih langkah cepat dengan segera menyergap bibir ranum Mahda. Me**mat nya lembut hingga Mahda bisa mengikuti irama permainan nya. Menjelajah setiap inci rongga serta leher jenjang nya.


Dengan lembut Syihab membawa Mahda menuju permianan indah nya, permainan yang mampu membawa nya serasa terbang ke nirwana, melepaskan segala rasa menuju puncak hingga kata puas tercipta.


Di dalam ruangan dengan lampu remang-remang, suara merdu silih bersahutan, dingin nya AC tak mampu mendinginkan gelora yang tengah membara.


Di bawah kukungan tubuh kekar Syihab, Mahda terus menggeliat dan erangan hebat sesekali tersemat dari bibir nya.


Sementara itu di nakas samping tempat tidur, terlihat beberapa kali ponsel Syihab menyala dan bergetar, pertanda panggilan masuk. Syihab tak menggubris nya, ia mengira itu notifikasi dari online shop atau game yang tengah ia mainkan.


..


"Ni anak, Allah kareem kenapa gak di angkat" gerutu Aly di tengah-tengah kesibukan nya.


"Gak papa bang, Yemma tolong bawa Sulthan aja, pergi sama mba aja, jangan ganggu Mahda" tutur Haniyah lirih.

__ADS_1


"Yemma juga harus di rawat, udah lemes gini loh Ma" timpal Aly yang sibuk menghubungi orang yang berada di kamar atas.


Sementara mba Syifa yang bertugas merawat Sulthan tengah sibuk menyiapkan keperluan Sulthan yang hendak di bawa ke Rumah Sakit.


Sore tadi Yemma tiba-tiba muntah terus menerus dan Sulthan demam tinggi, sementara itu Yebba pagi tadi pamit pergi keluar kota.


"Biar abang panggil aja ke kamar nya" pamit Aly.


Rasa nya gemas menunggu jawaban dari panggilan terus menerus yang Aly lakukan namun tak ada satu pun yang terjawab.


Tok.. Tok.. Tok..


"Mahda, Syihab.." panggil Aly.


Masih tak ada jawaban. Lama terdiam Aly di buat terkejut dan merinding dengan suara dari dalam kamar. Bisa-bisanya ia malah mendengar suara yang membuat nya panas dingin.


Aly segera menjauh dari kamar penuh suara aneh tersebut.


"Kamar segede gitu masih bisa tembus keluar suara nya, ckckck" decik Aly.


Aly kembali menelpon Syihab tak henti-henti agar si mpu yang di hubungi segera mengangkat panggilan tersebut.


..


"Biarin aja" timpal Syihab.


"Angkat dulu, kali aja penting" saran Mahda.


Syihab pun menurut dan menghentikan sementara aktifitas nya. Meraih ponsel yang sedari tadi terus bergetar.


"Aly?" lirih Syihab.


"Kenapa Ly?" tanya Syihab setelah mengangkat panggilan nya.


"Berhenti main nya. Anter ke Rumah Sakit, Yemma sama Sulthan sakit" jawab Aly to the point.


"Ente nguping ya? Astaga, gue nanggung Ly, bentar lagi" ucap Syihab.


"Ente yang gak ngira kaya pake toa. Buruan, 5 menit" timpal Aly.


"15 menit sama mandi" sambung Syihab dan mulai kembali meneruskan aktifitas nya.

__ADS_1


"Aaahhhhh, kak"


Tuuuuutttttt


Sambungan langsung terputus saat Mahda bersuara.


"Adek magrum" gerutu Aly dan bergegas kembali ke bawah menuju garasi untuk memanaskan mobil karna diri nya sudah merasa panas mendengar ocehan live Syihab dan Mahda.


......................


Antara berhenti atau menyelesaikan akhir nya Syihab memilih menyelesaikan dengan cepat. Kedua nya saling berlomba menuju puncak kenikmatan bersama lalu membersihkan diri tanpa banyak drama.


"10 menit" ucap Syihab saat menghampiri Aly.


"Capek ya?" ledek Aly pada Mahda dan Syihab.


"Apaan sih?" timpal Mahda malu dan segera masuk ke dalam kamar Yemma nya.


"Yemma kenapa gak bilang dari sore? Kita ke Rumah Sakit ya" ajak Mahda.


"Ma'af ganggu aktifitas kalian ya" ucap Haniyah lirih.


"Isshhh, apaan sih Yemma. Ayo Mahda bantu"


Mahda dengan sigap membantu Haniyah berjalan. Untunglah badan nya sedikit berisi hingga tak susah payah dan kewalahan saat membatu Yemma nya berjalan.


Dengan menaiki mobil berwarna hitam Aly dan rombongan bertolak menuju Rumah Sakit P. Memesan kamar VVIP yang berdampingan antara kamar Haniyah juga Sulthan.


"Abang bantuin Yemma gih, aku sama kak Syihab yang urus Sulthan. Bisa kan?" tanya Mahda.


Aly mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar perawatan Haniyah.


Dengan telaten Mahda mengurusi Sulthan yang sedari tadi terus menangis. Menggendong nya sembari terus melantukan sholawat kesukaan Sulthan.


"Sini kakak gantiin" Syihab memberikan penawaran pada sang istri yang terlihat mulai lelah.


Begimane gak lelah bang, abis bertempur di atas kasur langsung momong anak🤪


Dengan hati-hati Mahda menyerahkan Sulthan, menjaga agar Sulthan tak menarik infusan di tangan nya.


Berdua mengurusi dan menenangkan Sulthan layak nya seorang ayah dan ibu yang tengah mengurusi anak nya.

__ADS_1


Semoga cepet louncing ya junior🥳🥳


......................


__ADS_2