Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Pindah Negara


__ADS_3

Seperti janji Syihab kemarin, hari ini Syihab akan mengajak Mahda mengunjungi taman bunga. Kembali dengan tampilan abaya berwarna olive, Mahda berjalan di samping Syihab.


Sebuah mobil yang hampir menyerupai grab car jika di Indonesia, datang menghampiri pasangan tersebut . Setelah bernegosiasi harga deal pun Syihab dapatkan.


Bunga margaret, bunga marigold hingga lautan kabut seolah menyambut kedatangan Mahda. Beruntung saat Mahda berkunjung kemari bunga-bunga tengah mekar.


Melihat bunga nan indah dengan hamparan yang luas membuat Mahda seolah berfikir sejenak dalam sela-sela langkah nya menyusuri taman.


"Kak, nanti kalau udah di beyt ana pengen bikin taman bunga juga ya, kaya Yemma tuh ada saung-saungan nya gitu" ucap Mahda pada Syihab yang baru saja mengambil gambar diri nya dari belakang.


"Boleh, asalkan nanti di rawat, jangan sampe nanem bunga terus gak di rawat" jawab Syihab dan di balas senyuman oleh Mahda.


Merasa cukup dengan mengitari taman bunga, Mahda merasakan perut nya keroncongan dan dengan sigap Syihab mengajak Mahda untuk berkuliner.


Tak perlu waktu lama Mahda dan Syihab sampai di tempat tujuan. Sebuah restaurant yang menyajikan berbagai macam olahan seafood. Seperti kalap, Mahda memesan beberapa porsi seafood yang membuat nya tak tahan untuk segera melahap, mulai dari cumi yang berukuran besar, udang hingga lobster.


"Habisin ya, awas kalo gak habis, mubadzir" ucap Syihab memperingati Mahda.


"Loh, kan ada kakak juga" jawab Mahda cuek dan langsung menyantap makanan di depan nya. Rasanya begitu sayang menganggurkan lama-lama makanan tersebut, padahal di negara nya pun bisa dengan mudah ia dapatkan.

__ADS_1


*


*


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 6000 kilometer lebih, Mahda dan Syihab akhirnya sampai ke negara tujuan selanjutnya.


Jam menunjukan pukul 22.00 namun langit terlihat masih terang. Agak aneh sebenarnya, namun inilah kuasa sang pencipta.


Ucapan Hamdalah tak henti Mahda ucapkan karna akhirnya ia bisa berkunjung ke salah satu negara impian nya tersebut. Rasa lelah mun mendera setelah melakukan perjalanan pindah negara yang cukup jauh.


Setelah membersihkan diri Mahda ikut berbaring di samping Syihab yang tengah melihat hasil foto-foto nya selama kemarin. Ternyata banyak foto Mahda yang Syihab ambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan Mahda.


"Ghosob yah ih ngambil foto orang gak bilang-bilang" decak Mahda pura-pura kesal.


"Uuhh, pengagum rahasia ku" timpal Mahda seraya mengusap jambang tipis milik Syihab.


"Jangan mancing-mancing ya, kata nya cape" ucap Syihab memperingati Mahda.


Dengan cepat Mahda menarik tangan nya, bisa-bisa nya ia lupa dengan badan yang benar-benar butuh di istirahatkan. Jangan sampai agenda nya malam ini untuk melepas penat serta lelah malah terabaikan.

__ADS_1


Melihat Mahda yang berangsur mundur, Syihab dengan cepat membawa Mahda ke dalam pelukan nya. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh dari wanita dalam pelukan nya.


Sementara Mahda merasa dejavu, selalu saja merasa tegang, jantung nya berdebar tak beraturan kala lelaki di depan nya meminta hak nya. Bukankah apapun boleh Syihab minta asal tak melanggar dari agama? Jadi pada akhirnya Mahda hanya bisa mempersilahkan, Silahkan di nikmati.


Malam dingin dan di antara hotel-hotel yang menjulang tinggi, kedua insan menghiasi malam nya dengan deru nafas yang membakar dan saling bersahutan. Saling mengungkapkan rindu juga kasih serta berharap akan segera muncul sesuatu yang menjadi keinginan nya selama ini, yang dulu pupus sebelum tersentuh oleh nya.


*


*


Mesjid Sultan Ahmed atau lebih di kenal dengan Mesjid Biru menjadi tujuan pertama Mahda dan Syihab hari ini. Rasanya tak elok harus melewatkan berkunjung serta beribadah barang sebentar di salah satu peninggalan Kesultanan Utsmaniyah juga bangunan mesjid yang masuk ke dalam salah satu warisan dunia UNESCO ini.


Serba biru menjadikan masjid tersebut di juluki mesjid biru, belum lagi jika malam hari mesjid ini akan memncarkan warna biru saat lampu yang membingkai lima kubah utama mesjid, minaret juga kubang pendukung di nyalakan. Sungguh indah luar biasa bukan?


Selepas sholat Mahda dan Syihab berkeliling di sekitar mesjid dan terakhir bermain di sekitar lapangan, dan jangan lupa untuk mengabadikan gambar saat di sana.


Sebuah gambar dengan latar belakang mesjid yang begitu megah dan luas membuat Mahda tambah mengucap syukur karna sudah di izinkan untuk berkunjung ke salah satu warisan dunia ini.


Di sini, Mahda benar-benar menikmati perjalanan nya, tidak banyak melenguh dan grasak grusuk seperti kemari saat di negara sebelum nya.

__ADS_1


Unik memang wanita ini



__ADS_2