Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Abi Syihab?


__ADS_3

Mahda tampak gelisah, mencari ke sekitar mesjid pun tak ia dapati.


"Tan, kemana sih? Jangan bikin kakak cemas deh"


Gumam Mahda.


"Ada gak di asrama sana?" tanya Mahda melihat kedatangan Afiyah.


"Gak ada, Da" jawab Afiyah.


"Gak nyoba liat ke mesjid?" sambung Afiyah.


"Udah, tapi gak ada siapa-siapa" timpal Mahda.


Semakin panik yang Mahda rasakan kini. Mencari anak kecil yang entah tak tahu lari nya kemana.


"Coba liat ke RA, kali aja ada di sana maen prosotan!" saran Afiyah.


Mahda dan Afiyah pun kembali ke dalam dan mencoba mencari Sulthan di halaman RA.


...----------------...


Sulthan~


Keluar dari asrama yang di tempati Mahda, ia berjalan ke arah gerbang hitam dan di suruh ke dapur, yang semalam ia datangi. Meninggalkan Afiyah yang tengah menutup pintu-pintu kamar terlebih dahulu.


Bukan nya lurus ke dapur, Sulthan malah membelokan langkah kaki nya menuju santri yang tengah menyapu di depan aula mesjid.


"Hei, ini siapa?" ucap salah seorang santri putra yang tengah menyapu.


"Gak tau, baru liat. Tapi eh, tunggu, wajah nya kaya ustadz Aly ya" timpal santri putra di sebelah nya.


"Hooh, mirip" jawab nya lagi.


"Ngerumpi apaan?" tanya Haidar melihat santri berkerumun padahal tengah piket menyapu.


"Ini ada anak kecil ustadz, tapi gak tau siapa" jawab santri tersebut yang bernama Aziz.


Mereka pun membuka jalan agar Haidar bisa melihat anak kecil tersebut yang tak lain adalah Sulthan.


"Loh Sulthan, lagi ngapain?" ucap Haidar terkejut melihat adik ipar tak jadi nya ada di sini, sepagi ini.


"Lagi nyari Abi" jawab Sulthan.


"Yebba maksud nya? Di mana Yebba nya Tan?" tanya Haidar lagi.


"Bukan Yebba kak, Abi" keukeuh Sulthan.


"Abi Syihab" lanjut Sulthan.


Haidar tertegun mendengar ucapan Sulthan. Ternyata sudah sedekat ini antara Sulthan dan juga Syihab.


"Oh, kak Syihab? Ayo kak Idar anter" ajak Haidar.


Haidar pun menggendog Sulthan dan membawa nya ke kelas putra untuk bertemu Syihab, orang yang Sulthan cari.

__ADS_1


"Abi" teriak Sulthan yang masih berada di gendongan Haidar.


Syihab masih diam, ia tak berfikir jika panggilan Abi adalah untuk nya. Begitu pun dengan Aly yang juga sama-sama bersantai di depan kelas sebelum mulai mengajar.


"Abi" teriak Sulthan lagi.


Aly menengok melihat siapa yang berteriak Abi di sana, padahal hari masih sedikit pagi. Anak-anak astaidz pun belum datang dan berkeliaran di pondok.


"Loh, Sulthan?" Aly tak kalah kaget melihat adik bungsu nya berada di sini.


"Abang" Sulthan mengulurkan tanga nya pada Aly.


"Mau sama Abi aja" ucap Sulthan tiba-tiba dan beralih mengulurkan tangan nya pada Syihab.


"Dari tadi nyariin Abi kata nya, gue kira Yebba, nyata nya nyariin ente" tutur Haidar.


"Ketemu dimana?" tanya Syihab mengambil alih Sulthan dari gendongan Haidar.


"Di depan aula" jawab Haidar.


"Sulthan sama siapa di sini, hemm? Apa Yemma pulang lagi ke sini?" tanya Syihab.


"Sama Umma, Yemma kemarin pulang" jawab Sulthan santai.


"Umma?" beo Syihab.


"Umma Mahda" timpal Sulthan.


Syihab, Aly serta Haidar menepuk jidat nya masing-masing mendengar ucapan Sulthan. Barulah mengerti kenapa Syihab di panggil nya dengan, Abi.


..


"Mba Zul, minta tolong chat-in bang Aly dong. Ada Sulthan gak di sana gituh, kali aja nyelonong ke sana" pinta Mahda.


"Mba Mahda di cariin" ucap Putri yang baru saja masuk.


"Siapa?" tanya Mahda lesu.


"Ustadz Syihab" jawab Mahda.


Baru saja hendak di hubungi, Syihab sudah datang ke sana. Mahda berjalan dengan cepat menghampiri syihab di samping ruang Marwah. Berniat memberi tahu perihal Sulthan yang hilang.


"Ya Allah Sulthan" teriak Mahda kegirangan melihat Sulthan di gendongan sang suami.


Mahda meraih Sulthan dan mencium nya berkali-kali. Hampir saja pagi-pagi di buat spot jantung oleh kelakuan Sulthan yang menghilang tiba-tiba.


"Ko bisa sama kakak?" tanya Mahda.


"Tadi di temuin Haidar" jawab Syihab.


"Oh.."


Jawaban Mahda hanya ber-Oh ria.


"Sulthan nyariin Abi, tapi malah ketemu sama kak Idar" celoteh Sulthan.

__ADS_1


"Gimana bisa jadi manggil Umma?" tanya Syihab penasaran.


Mahda pun menceritakan asal mula nya saat ia dan Syihab menelpon dan di akhiri dengan kata Umma dan Abi. Dan kesemua itu di dengar Sulthan yang kebetulan tidur di kamar Mahda.


"Anak sulung" ucap Syihab dengan tersenyum melihat Sulthan.


"Jangan bikin Umma mu bingung ya, kalau mau ke Abi minta di anter sama Umma" tutur Syihab pada akhir nya.


Setelah bertemu kembali dengan Mahda, Sulthan di bawa kembali oleh Syihab ke kelas putra dan bilang akan mengembalikan Sulthan nanti sore setelah selesai mengajar.


..


"Sulthan mau tidur sama Umma sama Abi" ucap Sulthan tiba-tiba di hadapan ustadz Muhammad setelah selesai mengisi pelajaran malam ini.


Setiap sebulan sekali ustadz Muhammad akan mengisi pelajaran langsung. Memompa kembali semangat para santri dan santriyah dalam hal mencari ilmu.


"Sama siapa Tan?" tanya ustadz Muhammad.


"Umma Mahda sama Abi Syihab" jawab Sulthan santai dan tanpa malu mengutarakan keinginan nya.


"Jangan nakal de, tidur sama abang atau kak Syihab, atau sama kak Mahda aja" tutur Aly menasehati.


Aly agak risih ikut menuruti keinginan sang adik yang memanggil Mahda dan Syihab dengan sebutan Umma dan Abi.


Sulthan langsung menekuk bibir nya mendengar keinginan nya tak bisa terpenuhi.


"Kak Mahda sama kak Syihab nya di suruh satu rumah dulu ya Tan, baru boleh tidur bareng sama Sulthan" tutur ustadz Muhammad.


"Kenapa gak ngisi rumah di samping pondok putra Hab? Tetanggaan sama Salma, Silmi di sana" saran ustadz Muhammad.


Syihab hanya tersenyum tak menanggapi perkataan guru nya. Terlalu kelu untuk sekedar menjawab saat ini. Beda cerita jika ia dan Mahda sudah menggelar acara nanti.


......................


Meninggalkan Sulthan dan segala tingkah nya di pesantren A****. Yemma Hani menyambut kedatangan Yebba Zein yang baru saja pulang dari luar kota. Membuat ke dua pasangan tua namun menolak tua tersebut menjadi seperti pengantin baru, tanpa gangguan Sulthan.


Yebba Zein terus menempel pada Yemma Hani setelah mengetahui Sulthan tak ada di rumah dan ikut bersama Mahda. Bukan nya cemas karna Sulthan jauh dari nya, malah menjadikan Yebba Zein senang karna jatah nya takkan terganggu.


Satu lagi masih kuat bukan?


Goda Yebba Zein.


"Jangan mulai Ba, atau Yamma pentung pakai syutil ini" ancam Yemma Hani saat Yebba Zein terus memeluk nya saat memasak.


Untunglah kondisi rumah hanya tinggal mereka berdua. Mba yang biasa berada di rumah di bebas tugaskan selama Sulthan tak ada, dan kembali pada pagi hari untuk mengerjakan tugas.


"Di ancem malah makin suka Baba sama Yamma" timpal Yebba Zein yang masih berusaha menggoda Yemma Hani.


Hingga sikutan keras mendarat dengan cantik di perut Yebba Zein. Aduhan sakit terdengar seperti hiburan bagi Yemma Hani karna sebal dengan ide konyol sang suami.


Gak nyadar bentar lagi punya cucu malah mau nambah anak.


Gerutu Yemma Hani.


.

__ADS_1


.


__ADS_2