Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Berkunjung


__ADS_3

Terik matahari kian memanas, menyorot dan menyelip di antara dedaunan. Mahda dan Syihab yang baru saja selesai makan merasa enggan keluar dari restaurant melihat cuaca yang begitu panas berbeda dari hari biasa nya.


"Kak, boleh tanya?" cicit Mahda.


"Boleh, tanya apa?" tanya Syihab.


"Kalau nanti acara, bakal ijab qobul lagi gak sih?" tanya Mahda di hiasi senyum manja nya dan menahan dagu nya dengan tangan kiri.


"Maunya?" tanya balik Syihab.


"Isshhh, ana nanya malah balik nanya" gerutu Mahda dan langsung mengikis senyum manja nya, secepat mungkin merubah menjadi kecurut bibir.


"Hee, pasti dong. Kita baru nikah agama, apa mau langsung di resmiin, biar gak usah ijab qobul lagi, biar orang-orang pada tau kita udah halal, sah agama dan negara" jelas Syihab.


"Gak usah, nanti ijab qobul lagi, biar ada sensasi dag dig dug nya lagi" tolak Mahda dan tertawa lepas.


"Dasar" timpal Syihab lalu mencubit pipi Mahda gemas.


Melihat senyum Mahda menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Syihab. Semoga akan menjadi penenang dan penawar segala risau.


"Pake celana panjang gak?" tanya Syihab saat berada di dekat motor nya, hendak berangkat kembali menuju tujuan selanjut nya.


"Pake. Kenapa?" tanya Mahda.


"Duduk nya ngangkang ya, biar gak jatoh. Peluk kakak!" titah Syihab.


"Isshhh, mau nya" cebik Mahda dengan mendorong pelan bahu Syihab.


"Eh, ana suami kamu loh" timpal Syihab.


"Eh iya, ma'af ustadz" sambung Mahda dengan mengatupkan ke dua lengan nya di depan dada.


Mahda tak menunggu lama langsung menaiki motor sesuai perintah Syihab. Untung saja ia selalu memakai celana panjang di dalam abaya nya.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya Mahda mau berpegangan pada Syihab meski hanya di pinggang nya.


Memasuki sebuah pusat perbelanjaan dengan tangan yang selalu Syihab pegang erat, seperti enggan walau melepaskan nya barang sekejap pun.


"Mau beli apa?" tanya Mahda yang berusaha menyeimbangkan langkah kaki nya.


"Kebutuhan aja, udah pada habis kan?" tanya Syihab.


Mahda memanggut lalu kembali mengikuti langkah Syihab. Membawa sebuah troli dan mengisi nya dengan berbagai keperluan seperti detergen, pewangi juga kebutuhan yang lain nya. Tak terlalu banyak belanjaan yang Mahda dan Syihab beli, sekedar yang mereka butuhkan saja sudah cukup.


"Mau kemana lagi?" tanya Syihab.


"Ke hati mu boleh?" tanya balik Mahda.


"Tidak bisa, di sana sudah ada yang menempati" jawab Syihab so cool.


"Isshhh, siapa?" Mahda menekuk wajah nya yang kesal tiba-tiba.

__ADS_1


"Istri ana" jawab Syihab dan berlalu meninggalkan Mahda menuju toko perlengkapan wanita.


Mahda girang di buat nya. Bisa-bisa ia tak tahu atau pura-pura tak tahu, padahal sudah jelas bahwa Mahda Qaireen yang sekarang menempati posisi di hati Syihab.


Hati, ku harap engkau baik-baik saja di dalam sana. Hari ini debaran mu tak terkendali.


Monolog Mahda dalam hati lalu kembali berjalan mengikuti Syihab yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Wanita biasa nya akan merengek jika punya sesuatu yang ia inginkan, dan kegirangan saat sesuatu itu bisa ia miliki. Namun kali ini Mahda seperti mendapat lotre, kejatuhan durian runtuh, setelah hal-hal spele namun begitu mendebarkan hati nya, mampu membuat nya melambung saking tersanjung nya, isshh lebay. Dan sekarang tak ada angin tak ada hujan dan tanpa di minta, Syihab membelikan sesuatu yang ia inginkan selama ini, tas. Bahkan beberapa baju yang Syihab pilihkan sendiri untuk Mahda, dan Mahda tak sanggup menolak nya, jujur.


"Serius? Boleh?" tanya Mahda saat tak percaya Syihab membelikan tas yang ia inginkan selama ini, padahal dari seserahan sewaktu acara kemarin pun belum Mahda pakai.


Lagi-lagi Mahda harus di ingatkan untuk tambah bersyukur, bersyukur atas nikmat tak terkira yang Tuhan berikan. Bersuamikan seseorang yang ia dambakan, dan keroyalan suami terhadap diri nya.


*


*


Hari nampak mulai sore, senja pun sudah menampakan warna nya. Silau kemerahan di ujung langit yang membentang luas. Salam perpisahan dari siang mulai terlihat nyata.


Mahda yang tengah duduk di atas motor tak banyak bertanya, ia menurut kemana pun Syihab membawa nya hari ini, asal pulang tepat waktu.


Eh, jalan pulang ke pondok? Cih, keluar nya cuma bentaran, padahal masih ada waktu beberapa jam lagi.


Gerutu Mahda dalam hati karna sebenar nya ia masih enggan berpisah dengan Syihab. Pelukan nyaman meski di atas motor begitu menenangkan diri nya. Di tambah parfum khas yang di gunakan Syihab, membuat Mahda serasa mabuk kepayang.


"Loh, ko belok kesini kak?" tanya Mahda bingung melihat Syihab membelokan motor nya ke arah lain, bukan ke arah pondok yang hanya tinggal kurang lebih 20 meter lagi.


"Kita ngecek dulu kesini ya" jawab Syihab.


Perum Permai?


Batin Mahda.


Syihab berhenti di sebuah rumah yang nampak baru selesai di renovasi. Cat nya masih terlihat baru, bersih, bahkan bau cat tersebut masih sangat menusuk.


Rumah minimalis beraksen cat berwarna rose gold mendominasi hampir di semua ruangan. Berpagar putih juga hijau sebagai warna depan nya.


Taman sederhana dengan beberapa bunga yang nampak terurus, juga kolam ikan dengan berbagai macam ikan berwarna orange di dalam nya.


"Rumah siapa kak?" cicit Mahda pelan.


"Rumah kita" jawab Syihab.


"Isshh, ana serius ini" cebik Mahda.


"Sawa'. Ini emang rumah kita" timpal Syihab meyakinkan.


"Hah?" Mahda bengong, masih belum bisa mencerna ucapan Syihab.


Bagaimana mungkin Syihab mempunyai rumah di sini. Itu yang menjadi fikiran Mahda.

__ADS_1


Cup


Satu kecupan di bibir Mahda yang tampak melamun berhasil Syihab curi.


"Hey, first kiss saya" teriak Mahda.


"Suuutttt, gak usah teriak-teriak! Mau yang lebih?" goda Syihab.


"Engga" jawab Mahda cepat dan berjalan mendahului Syihab yang sudah berhasil membuka pintu rumah tersebut.


"Sejak kapan punya rumah ini? Pasti mahal, ko agak beda dari rumah-rumah di samping" tutur Mahda.


"Baru bulan kemarin, ini punya temen, cuma dia nya pindah akhir nya kakak beli, kali aja dapet izin biar bisa bawa istri ke sini, biar aman gak ketemu ustadz yang lain" jelas Syihab dengan menekankan kata ustadz yang lain.


Masih cemburu kah?


Batin Mahda.


Memeriksa setiap sudut ruangan yang sebagian sudah terisi barang. Sebenarnya pemilik sebelum nya sedikit meninggalkan barang nya, menjadikan rumah tersebut tak begitu kosong, tinggal mengisi beberapa barang lagi, semisal tempat tidur.


"Kasur nya sementara kaya gini dulu ya, gak papa kan?" tanya Syihab.


"Lah, emang nya mau tidur di sini? Ana kan di pondok" jawab Mahda.


"Ya kalau lagi tugas di sini lah, masa di sana" goda Syihab lagi mulai memepet tubuh Mahda ke dekat dinding.


"Isshh, apaan. Jadi merinding saya" timpal Mahda.


"Mau lebih meeinding?" tanya Syihab mencondongkan wajah nya lebih dekat ke wajah Mahda.


"Isshh, masih sore" Mahda mendorong wajah Syihab agar lebih manjauh dari diri nya.


Syihab terkekeh melihat ketegangan Mahda barusan.


Tanpa di suruh Mahda segera membersihkan dan merapihkan rumah tersebut. Kembali menata barang yang sedikit berantakan dan tak berada di tempat nya.


Duaaarrrrr..


Tiba-tiba langit bergemuruh dan mulai menjatuhkan tetesan nya. Mahda yang baru saja berniat ingin kembali ke pondok setelah membereskan semua nya, harus mendunda sementara niat nya tersebut.


"Sini duduk dulu ! Di luar dingin, jendela nya belum di pasang gorden lagi, ntar ada yang ngintip" tutur Syihab.


Mahda menoleh ke arah jendela dan menatap nya lekat, memang benar, berdiam diri di sini tak baik karna kilatan petir terus mengintip.


Mahda berjalan mendekati Syihab yang tengah duduk di atas kasur berukuran 200x160 cm. Mendaratkan tubuh nya sama di atas kasur tersebut.


Lama kelamaan hujan bukan nya reda, namun malah lebih menggila. Mahda mulai gelisah mengingat waktu yang semakin malam namun belum bisa kembali ke pondok sesuai jadwal.


"Jangan gelisah, kakak udah bilang sama Ummi. Lagian sama suami ini, gak usah takut gitu" jelas Syihab lalu menarik Mahda ke dalam pelukan nya. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Mahda yang wangi nya akan menjadi candu bagi nya nanti.


.

__ADS_1


.


Tugas apa ini tuh ya kira-kira nya?🤔


__ADS_2