Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Liburan Keluarga (part 1)


__ADS_3

Urusan ke KUA beres, ke pihak WO juga beres. Mahda bernafas lega akhir nya tinggal menunggu hari H, semoga semua nya sesuai rencana dan tak ada kendala. Meski ada perdebatan kecil antara diri nya dan Yemma Hani akhir nya bisa di atasi dengan sedikit pengertian.


Keluarga Zein berwisata sejenak sebelum menghadapi acara besar nanti. Memberikan asupan semangat juga merefresh otak nya sebelum rentetan acara yang akan membuat nya pusing.


Menaiki 2 mobil hitam Zein dan keluarga bertolak menuju perbukitan di area Jawa Barat. Lulu dan Irfan pun turut ikut tapi tidak dengan jiddah Ita dan njid Mahbub, mengingat kondisi ke dua nya yang sudah sangat sepuh.


Sepanjang perjalanan di suguhi dengan pemandangan hamparan sawah juga kebun-kebun di kanan dan kiri jalan. Jurang-jurang yang dalam pun tak luput menghiasi sepanjang jalan saat mulai memasuki kawasan perbukitan.


Tujuang pertama nya adalah terasering yang terdapat di wilayah M. Sebuah wisata yang menyuguhkan hamparan sawah yang terlihat dari atas bukit. Tanaman bawang merah, bawang polong yang menghampar luas, kubis dan sebagai nya semakin menambah indah pemandangan yang di sajikan.



Subhanallah, indah nya


Satu kalimat yang terucap kala menikmati keindahan di depan mata. Hawa sejuk dari pegunungan begitu menyelusup mendinginkan.


Mahda terus menggosokan tangan nya yang terlihat memucat karna kedinginan. Sementara yang lain tengah menikmati kopi yang baru saja di suguhkan oleh penjual.


"Sini kakak gosokin" tawar Syihab pada Mahda.


Syihab meraih tangan Mahda dan menggosok nya pelan, berharap bisa memberi kehangatan meski sekedar sentuhan.


"Mahda, kamu sakit?" tanya Lulu melihat wajah Mahda yang mulai pucat.


"Enggak Hameh, cuma dingin banget, jadi mual rasa nya" jawab Mahda.


"Dingin? Biasa aja lah Da" timpal Lulu.


"Gak tau, perasaan Mahda ko dingin banget ya" balas Mahda dengan tangan masih mencoba di hangatkan oleh tangan Syihab.


"Mau ke mobil aja?" tanya Syihab.


"Enggak ah, di sini aja, bagus pemandangan nya" jawab Mahda.


..


Menapaki satu persatu tangga menuju wisata yang masih berada di sekitar sana. Mahda beserta keluarga yang lain terlihat mulai kelelahan, namun semua lelah dan pegal tersebut di bayar dengan keindahan yang semakin memukau.


__ADS_1


Terlihat banyak pasangan muda mudi yang tengah berswafoto di tempat tersebut, apalagi tumbuhan bawang merah yang tengah tumbuh bagus-bagus nya menjadi background alami wisata Panyaweuyan ini.


Mahda dan Syihab sebagai pasangan yang tengah di mabuk cinta tak henti-henti nya mengambil pose untuk di foto. Mengacuhkan Aly yang lebih memilih mengambil gambar tanaman pertanian di sana.


Sementara itu Yebba Zein dan Yemma Hani tak mau kalah dari anak dan menantu nya, mereka pun sama melakukan foto-foto ala-ala prewedding.


"Inget umur Zein" pedek Irfan.


"Skuuttt!!!! Kalau mau tinggal ajak Lulu sana!" timpal Yebba Zein.


"Mama, Mama. Kita foto yuk!" ajak Irfan dengan teriakan lantang nya.


"Pasti aja, pasti, peniru ulung emang gitu" ledek Yebba Zein pada Irfan.


"Kita mencontoh yang tua, iya kan Ma" timpal Irfan dan mengedipkan sebelah mata nya pada Lulu, genit.


Umur sudah tua tapi banyolan masih tetap terjaga, itu yang terjadi antara Yebba Zein dan Irfan. Pun dalam perkumpulan keluarga sekalipun, mereka berdua tak bisa menyembunyikan sindiran demi sindiran nya.


..


Puas menjelajahi area terasering tersebut, keluarga kembali bertolak melaju menurun ke arah kiri. Terlihat curug air terjun dengan air yang begitu jernih di antara pepohonan yang rindang.


"Mau ke curug dulu?" tanya Yemma Hani.


"Gak ah, lemes kaki kakak Ma" tolak Mahda.


"Langsung ke taman bunga aja kalau gitu ya? Apa hutan pinus dulu?" tanya Yemma Hani lagi.


"Jalan dulu aja Ma, gimana nanti mana yang mau di kunjungin dulu" jawab Yebba Zein.


Tanaman selada dan cabai rawit domba menghampar luas sepanjang perjalanan. Pohon-pohon kesemek terlihat di beberapa titik dengan buah yang mulai tumbuh.


Gunung yang membentang luas dengan keindahan nya terlihat di depan mata. Seumur-umur Mahda baru kali ini di bawa ke tempat sebagus ini. Jika ia punya uang banyak, ia berjanji akan membeli tanah dan membuat villa di sini, pemandangan yang bagus dan udara yang sejuk, aahhh indah nya.


Mobil berbelok terlebih dahulu ke arah hutan pinus. Hutan yang menyatu menjadi bumi perkemahan dan menyimpan berbagai tanaman yang di lindungi. Kolam air yang begitu dingin memanjakan setiap pengunjung. Ayunan-ayunan yang bisa di sewa setiap pengunjung pun tersedia di sana.


Lelah menjelajahi hutan pinus dan sebagai nya, Mahda dan semua keluarga nya menyantap makanan khas Sunda yang bisa di pesan di daerah tersebut. Makanan sederhana dengan sambal juga berbagai lalapan hasil dari pertanian daerah setempat.


"Astaga, ngeces aku liat ini mbak" ucap Lulu girang melihat caisim atau yang di kenal dengan nama sosin oleh orang sini.

__ADS_1


Nasi liwet hangat dengan sambal dan kawan-kawan nya membuat orang yang tengah diet berani melanggar hingga menambah berkali-kali.


"Penganten baru makan nya bikin iri emak-emak, sedaun berdua" ledek Lulu melihat Mahda yang makan berdua dengan Syihab.


"Hami, kenapa gak ajak Hameh sih? Jadi ngiri kan liat Mahda gini" tanya Mahda di sela-sela jeda makan nya.


Tanpa menjawab Irfan segera mengajak Lulu hanya dengan gerakan tangan nya. Tanpa ba bi bu Lulu langsung melompat dan makan berdua dengan sang suami, Irfan.


Hari mulai sore dan hawa dingin semakin menyelusup. Yebba Zein segera memboyong keluarga nya ke taman bunga yang masih berada di dekat sana.


Tempat wisata yang menyuguhkan berbagai macam bunga di dalam nya, dan tentu juga dengan tempat swafoto yang begitu indah dan menarik.


Hari masih belum begitu sore, Mahda dan Syihab memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman bunga tersebut. Terdapat kolam ikan dengan berbagai jenis ikan di dalam nya.


"Kalau honeymoon mau kemana Ma?" tanya Syihab.


"Hah? Apa? Ma?" tanya Mahda bingung.


"Iya, Umma. Panggilan sayang kakak buat kamu" jawab Mahda.


Blussshhh..


Aaahhhh rasa nya bagaikan di bawa terbang ke awang-awang dengan panggilan sederhana namun begitu bermakna.


"Mahda mau ke Turki" jawab Mahda asal.


"Insyaa Alloh, do'ain kakak usaha nya lancar ya. Habis resepsi kita kesana" tutur Syihab.


"Hah?"


Mahda terkejut, niat nya usil saat mengusulkan honeymoon ke Turki, namun siapa sangka Syihab malah merespon ucapan nya tersebut.


"Eh, softoh ana kak" ucap Mahda gelagapan.


"Gak papa, kita ke sana, insyaa Alloh" timpal Syihab.


"Syukron, Abi" balas Mahda tulus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Up nya kemaleman ya, ma'afkan🙏 Habis ada acara dolo mamak othor nya🤭


__ADS_2