Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Merajuk dan Jatuh


__ADS_3

ALY~


Rasa ku begitu menyeruak, merasakan bahagia tiada tara. Akhir nya, setelah melewati badai yang amat dahsyat dalam hidup nya, kini aku kembali melihat tawa bahagia dari diri nya.


Orang yang mati-matian aku jaga, aku lindungi akhir nya menemukan kebahagiaan nya setelah kemarin di sakiti dengan begitu hebat nya. Sebenarnya bukan hari ini aku melihat nya tertawa seperti ini, saat ia di satukan dengan tiba-tiba, rasa sesak, haru dan bahagia tiba-tiba bercokol di hati ini.


Namun, setelah bahagia itu masih ada kesedihan yang menghampiri yang harus ia lewati, seperti tertatih untuk saling menguatkan, dan sekarang, ku lihat ia begitu bahagia, dan akan semakin bahagia setelah acara resepsi besar-besaran untuk nya, dan juga orang yang akan memberikan kebahagiaan untuk nya, kedepan nya.


Meskipun dulu menjengkelkan, dengan sikap barbar dan kekanak-kanakan nya, ketahuilah, aku begitu menyayangi mu, berusaha menjaga mu, menjadi sandaran mu, dan akan terlihat rapuh kala diri mu di sakiti.


Berbahagialah dengan takdir yang Tuhan pilih dan kamu inginkan.


...----------------...


Malam kembali menyapa, langit hitam bertabur bintang menjadi penghias malam dengan semilir angin yang begitu sejuk menerpa diri.


Mahda, Syihab dan Aly juga si bontot Sulthan yang tengah duduk di halaman belakang masih terlihat asyik dengan acara yang mereka buat, bakar-bakar.


Berbagai macam olahan Mahda bawa dari beef slice hingga seafood yang bisa di pilih sesuka hati, pun dengan saus-saus yang sudah ia racik.


Bukan bermaksud tak sopan, namun malam ini dengan manja nya Mahda ingin menjadi ratu, ia ingin duduk manis setelah menyediakan bahan-bahan dan ingin menerima beres apa-apa yang di buat 2 laki-laki yang Mahda sayangi. Sementara itu, Sulthan terlihat merengek manja merindukan saat-saat kebersamaan nya dengan Mahda.


Tawa bahagia kembali terdengar saat mereka menikmati hidangan secara bersama-sama, saling menyuapi hingga berebut makanan. Sayang nya Yemma Hani dan Yebba Zein berhalangan untuk ikut karna urusan di luar yang tak mungkin bisa mereka tinggalkan.


Bakar-bakar pun berakhir saat Mahda betul-betul kenyang dan Sulthan yang sudah teler di pangkuan nya. Meninggalkan 2 laki-laki yang melanjutkan aktivitas nya dengan ngegahwa & majlas meski hanya berdua. Dan kegiatan pun benar-benar selesai saat jam menunjukan pukul 01.00 dini hari.


...****************...


Sebelum rencana nya berlibur, Mahda dan Syihab terlebih dahulu berziarah ke makam ke dua orang tua Syihab. Kegiatan rutin yang selalu mereka lakukan saat hari Jum'at sewaktu mereka ada di rumah.


Dengan menempuh perjalanan selama 1 jam menaiki motor kesayangan Mahda, mereka pun sampai. Dengan cepat Mahda membersihkan makam ke dua mertua nya, mengambil daun-daun kering yang terdapat di atas makam.


Selesai mendo'akan ke dua orang tua nya, Syihab dan Mahda sama-sama menaburkan bunga yang sudah mereka siapkan.

__ADS_1


Seolah tengah berbicara pada orang yang masih ada, Syihab dengan begitu tenang nya berbicara sendiri sembari memegang nisan, menceritakan kebahagiaan nya bisa bersatu bersama Mahda dan terakhir ia pamit untuk pulang sekaligus pamit hendak bepergian jauh.


Langit mendadak mendung begitu saja saat Syihab dan Mahda keluar dari area pemakaman, untuk kembali ke rumah Yebba Zein pastilah akan kehujanan, akhirnya ke dua nya memutuskan pulang ke rumah Syihab sekalian menengok rumah yang sudah lama ia tinggalkan.


Sebenarnya selama ini rumah nya rutin di bersihkan bahkan kadang di tempati oleh Ami atau anak-anak nya. Hingga tak begitu kotor meski ia tinggalkan.


...****************...


Entah apa yang merasuki Mahda tiba-tiba malam ini ia begitu ingin tidur di kamar Mama Balgis, kamar yang bernuanasa mewah nan elegant tersebut, padahal biasanya Mahda selalu merasa enggan jika di ajak tidur di kamar tersebut dan berdalih lebih nyaman di kamar Syihab.


Bergulung di bawah selimut yang tebal, Mahda dengan sengaja menautkan kaki nya pada kaki Syihab. Kaki dan tangan nya terasa dingin setelah bertarung dengan pel-an juga cucian piring bekas mereka makan siang.


"Dingin banget kaki nya" ucap Syihab.


"Hemm, dingin banget ana. Tapi gak dingin banget kaya kakak dulu" celoteh Mahda.


"Maksud nya gimana? Ana gak fahim" tanya Syihab tak mengerti.


"Ndak deh, ndak" jawab Mahda sambil mengibaskan tangan nya agar Syihab tak kembali bertanya.


Mahda yang kegelian akhir nya tak diam bahkan kaki Mahda ikut tak beraturan, menendang kesana kemari hingga akhirnya,


BRUUGGHHH..


Tanpa sengaja Mahda menendang Syihab sampai Syihab terjatuh. Dengan panik Mahda segera turun dan membantu Syihab untuk bangkit sambil mengelus pantat tepos yang tentu saja merasa linu karna terjatuh barusan.


"Allah Allah, Mahda. Kenapa sampe di tendang begini sih? Hawas apa gimana nih cerita nya?" tanya Syihab di sela-sela ringisan nya.


"Ma'af, abis kakak gelitikin ana, kan geli" jawab Mahda sambil menahan tawa nya.


Dengan postur tubuh Mahda yang berisi dan Syihab yang tinggi semampay sudah bisa di bayangkan jika Mahda menubruk Syihab itu akan seperti apa.


"Sakit kan" ucap Syihab pura-pura kesal.

__ADS_1


"Ya ma'af, Mahda kan gak sengaja" balas Mahda dengan suara yang sedikit parau karna merasa bersalah.


Syihab terdiam dan masih pura-pura marah. Ia ingin melihat bagaimana reaksi dari istri manis nya tersebut.


"Ya udah deh, ma'af banget. Gak papa Mahda regud di kursi, kakak di sini, takut nya ketendang lagi sama Mahda" tutur Mahda merendah dan berangsur perlahan menjauh dari Syihab dan turun dari kasur menuju kursi yang berada tak jauh dari tempat tidur.


Namun baru saja Mahda melangkah, tangan nya sudah kembali di tarik hingga tubuh nya menimpa Syihab yang berada di bawah nya.


Mata yang saling bertemu, menatap intens lawan di depan nya. Nafas hangat yang tiba-tiba saja memburu menjadi pengiring langkah selanjutnya saat suasana dingin di malam hari.


Perlahan sebuah buaian nan lembut kembali tercipta. Merajut kembali kasih yang di bumbui kenikmatan duniawi dengan berharap sesuatu akan tercipta setelah nya.


Nafas yang memburu semakin menyelusup menerpa lekuk leher yang nyaris tanpa cacat dan noda. Sentuhan yang menggilakan membuat ke dua nya sekejap melupakan keadaan di sekeliling nya. Hingga sesuatu yang di cari dan di tunggu tiba dengan begitu dahsyat nya, menerobos, berlomba menuju tempat yang seharusnya.


Aktivitas pun di akhiri dengan do'a yang Syihab ucapkan, berharap apa yang ia inginkan segera terqobul.


...----------------...


Hari masih pagi namun Mahda sudah selesai menyiapkan sarapan untuk Syihab meski dengan bahan yang seadanya.


Menunggu Syihab selesai dengan tadarus nya, Mahda pun beralih mengumpulkan cucian dan segera merendam nya.


Syuuuutttt.. Braagghhh..


"Allah yahfadz"


Mahda yang tengah di kamar mandi merasa terkejut dan berlari keluar.


"Bukan kak Syihab yang jatuh lagi dari tempat tidur kan?" gumam Mahda setengah panik.


"Da, sayang.." teriak Mahda dari arah yang berlawanan.


Mahda pun segera berlari menuju arah suara. Dengan detak jantung yang cukup tak beraturan karna suara yang mengejutkan nya tadi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kira-kira apa ya yang jatoh lagi?🤔


__ADS_2