Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2

Cinta Terhalang Dinding Pesantren Season 2
Liburan atau Boyong?


__ADS_3

Waktu semakin berlalu hingga hari silih berganti. Ramadhan telah sampai di pertengahan jalan, menandakan rutinitas pasaran di setiap pesantren besar segera berakhir.


Lima belas hari penuh pagi, siang, malam, seluruh santri dan santriyah mengejar target agar kitab tebal yang mereka kaji tamat. Tak kenal lelah, apalagi kantuk yang menerpa akan mereka singkirkan.


Alhamdulillah😊


Satu kalimat syukur yang terucap serentak dari bibir setiap santri dan santriyah tatkala kitab yang mereka kaji selesai.


Liburan tiba


Kata indah yang tercetus di setiap hati para santri dan santriyah. Akhirnya setelah melewati setengah semester genap, hari libur pun tiba.


Mahda juga santri-santri yang lain mulai menyicil, berkemas barang-barang yang hendak mereka bawa pulang.


"Da, ente mau boyong?" tanya Mayra heran melihat Mahda mengeluarkan semua pakaian dan perintilan-perintilan yang lain nya.


"Eh, enggak. Emang kenapa?" tanya balik Mahda sedikit terkejut.


"Lah, kamu seisi lemari kaya di keluarin semua" jawab Mayra.


"Oh, hehehe. Mau di upgrade mba" timpal Mahda di bumbui kekehan nya.


"Di upgrade? Ane kira hanya aplikasi yang di upgrade" balas Mayra.


Tak ayal Mahda di sebut hendak boyong karna hampir seisi lemari ia bawa pulang, kecuali kitab-kitab yang akan ia kaji kembali di semester selanjut nya.


*****


Malam tafarukan atau sering di sebut malam perpisahan akhirnya tiba. Para pengurus di bantu beberapa santriyah tengah memasang dekorasi guna mempercantik jalan nya acara. Mahda beserta santriyah yang lain nya pun ikut andil dalam mempersiapkan acara puncak nya malam ini.


Simpan dulu persiapan acara tafarukan nanti malam. Beralih pada mathbakh (dapur) yang terlihat lebih ramai dari pada biasa nya. Santriyah yang biasa nya ongkang-ongkang kaki di ghurfah (kamar), sekarang ikut terjun langsung membantu mempersiapkan masakan untuk buka puasa bersama nanti.


Buka puasa akbar


Begitu celoteh para santri di hari buka puasa terakhir di pondok. Padahal jika di ingat setiap hari mereka selalu buka puasa akbar, mengingat jumlah santri memang cukup banyak.


"Mahda, kamu bantuin ngiris bawang bombay ya!" titah mba Sari pada Mahda yang tengah asyik mengupas beberapa nanas untuk di jadikan acar.


"Ana lagi ngupas nanas jeh mba" timpal Mahda.


"Ayolah, biar nasi nya cepet on proses!" keukeuh Sari.


"Baiklah" jawab Mahda lesu.

__ADS_1


Seperti biasa, di hari-hari penting dan hari libur tiba, pengurus akan menyediakan menu makan yang berbeda dari hari-hari biasa nya.


*****


Tepukan hadroh samar-samar mulai terdengar di telinga. Alunan merdu suara dari sang vocalis hadroh yang tak asing lagi, dan sudah terkenal di seantero pesantren mulai mengalun merdu. Sementara itu, santri putri masih bergelut sibuk dengan urusan nya masing-masing, berdandan alakadarnya, hihi.


Mau bagaimana pun cetar nya mereka bersolek, tetap akan tertutupi lagi dengan indah nya Niqob (cadar).


Itu kata Aly.


"Heh, aku dah cantek belom?" tanya Mahda pada Maira seraya bercermin dan mengedip-ngedipkan mata nya genit.


"Iye iye, dah cantik lah kau. Jangan lupa, pakai niqob mu!" jawab Maira dengan menekankan ucapan nya.


"Nggeh ustadzah" timpal Mahda dan mendapat delikan mata Maira.


Santri putri mulai di komando untuk memasuki aula mesjid dengan tertib. Duduk berjejer rapih sesuai kelas masing-masing.


Sementara itu, santri putra sudah terlebih dahulu memenuhi aula mesjid yang sudah di siapkan. Duduk berjejer rapih di batasi syatir berwarna perak.


Abuya sebagai pemilik dan pengasuh pondok pesantren memberikan wejangan kepada seluruh santri.


Pulang bukan berarti memulangkan, bukan berarti membebaskan. Tetap lakukan kegiatan seperti di pondok. Jangan meleng, tetap jaga sikap!


Tutur Abuya di bumbui wejangan-wejangan yang lain nya.


Acara pun di tutup oleh master of ceremony alias pembawa acara. Dan acara selanjutnya adalah acara bebas. Santri putra di lanjut dengan acara hadroh dan japin, sedangkan santri putri melanjutkan dengan beberapa tampilan di iringi hadroh. Dan acara masing-masing pun di tutup tepat pukul 23.00 malam.


*****


Fajar kembali menyongsong. Kicauan burung terdengar lebih ramai dari pagi-pagi biasa nya, seramai para santri putri yang hari ini di jadwalkan pulang, libur, atau yang sering mereka sebut pulang-pulangan.


"Kalau yang jemput udah dateng, bawa dulu kartu masing-masing ya, dateng ke kepala pondok, minta tanda tangan nya baru terakhir pamit sama Bu Nyai!" tutur Rahma, pengurus kepulangan para santri putri tahun ini.


"Baik ustadzah" jawab kompak semya santri putri yang tengah bergelut dengan kesibukan nya masing-masing.


Ada yang masih sibuk menata bawaan nya untuk pulang, merapihkan kembali lemari dan apa-apa yang tidak akan ia bawa, meresapi perpisahan sementara nya dan ada pula yang saling bertukar nomor aplikasi hijau, alasan nya untuk mengungkapkan rindu, padahal berpisah hanya 2 minggu, hihi.


Lebay kalian


"Da, nanti ane maen ku beyt (rumah) mu ya" ucap Mira, teman satu halaqoh nya.


"Tafadhol (silahkan) ! Dengan senang hati ana tunggu ya" jawab Mahda.

__ADS_1


"Maen apa maen tuh?" ledek Vivi.


"Maen jeh, ih mbaaaa" jawab Mira dengan pipi bersemu merah, seperti malu dengan ledekan Vivi.


"Eh, napa emang nya?" tanya Mahda keheranan.


"Ngincer abang mu loh, Da" timpal Vivi asal.


"Lah, si Aly, hahaha. Eh, abang maksud ku. Laku juga dia" jawab nya sambil terus tertawa.


"Iisshhh, dia itu the most wanted boy tau Da. Heran juga kalau ada hareem (cewek) yang gak kesemsem sama dia" ucap Putri menimpali.


"Lah, ane kan kagak. B aja dia" timpal Mahda santai.


"Lah, elu kan adek nya" timpal lagi Maira.


"Eh, iya sih. Tapi ya tapi, kalau bukan adek nya juga kaya nya gue B aja deh" kilah Mahda.


"Iya lah, wong situ udeh punya rejal" sindir Maira dan spontan mendapat delikan mata dari Mahda.


******


"Bang, bantuin sih" rengek Mahda dari arah gerbang hitam dengan menenteng tas pakaian yang berukur lumayan cukup besar.


"Dih, mau pulang-pulangan udah kayak mau boyong aja" cibir Aly yang tengah menanti adik satu-satu nya itu, mungkin.


"Ck, ayolah abang ganteng" rayu nya lagi.


"Nggak" tolak Aly tegas.


"Iiihhhhhh.." kesal Mahda dengan kaki yang di hentak-hentakan ke bumi.


"Aly !!!" tegur Haniyah yang berjalan mengikuti Mahda setelah berpamitan pada Bu Nyai.


"Nggeh Yemma" jawab nya pasrah lalu membantu sang adik membawa barang bawaan nya.


Dengan memasang wajah datar dan bibir di maju-majukan, Aly menteng tas besar milik Mahda. Sedangkan empu nya? Berjalan bebas menuju mobil.


"Bang Aly, jutek tapi tetep gas'ah (ganteng) sih" celoteh seseorang dari belakang sana.


"Iya, andai andai dan berandai, ana jadi ipar nya Mahda" timpal seseorang di samping nya.


Aly menoleh namun tak bisa menafsirkan siapa yang berada di balik cadar tersebut. Ia kembali berjalan dengan sedikit tergopoh-gopoh menenteng barang bawaan sang adik.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


Liburan telah tiba. Pulang bukan sembarang pulang, tetapi di beri kesempatan untuk berbakti, berkhidmah kepada orang tua selama waktu pulang. Amalkan ilmu yang telah kalian dapat selama belajar di pondok.


__ADS_2