Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 12


__ADS_3

" sya.. apa kamu jadi menghadiri pesta ulang tahun teman mu itu " tanya bram saat mereka berkumpul di ruang keluarga


" malas pa di sana ada Leon yang selalu mengganggu syasa"


" siapa yang berani mengganggu mu, patah kan saja leher nya.. " saut pak herman ,sontak syasa tertawa


" mati anak orang opa.. opa... walaupun syasa bisa bela diri, syasa tidak mau menggunakan sesuka hati , dan mereka tidak tahu jika syasa bisa bela diri, mereka hanya tau jika syasa anak manja, cucu dari herman kusuma, yang gila belajar, dan gila kerja dan mereka juga mengatakan gadis seperti syasa mana ada laki laki yang mau mendekati nya, gadis dingin, gila kerja, gila belajar, tidak ada waktu untuk memikirkan percintaan, huh.. menyebalkan "


" dan kamu diam saja.. " jawab Wina


" hem.. untuk apa meladeni meraka,membuang buang waktu "


" pergi lah.. ajak Bryan ke pesta untuk menemani mu " saut Bu dita


syasa: " itu tidak ada di jadwal di agenda syasa oma "


tiba tiba ponsel syasa berdering, dan ternyata Sinta yang menghubungi syasa


syasa: " ya nona.. "


Sinta: " sya.. datang lah ke pesta ku, aku menunggu mu "


syasa: " Sinta.. tapi aku masih banyak pekerjaan kantor "


Sinta: " kamu jangan membohongi ku sya.. aku ini sahabat mu.. "


syasa: " ck.. aku memang tidak pandai berbohong sin.. baik lah.. aku akan datang tapi tidak lama, karena aku masih banyak urusan


Sinta: ' tak apa.. yang terpenting kamu datang "


syasa: " ok.. bye.. "


syasa: " ma.. pa.. oma.. opa.. syasa terpaksa pergi ke pesta Sinta.. syasa akan bersiap siap terlebih dahulu " berdiri dan hendak berjalan


Bram: " ajak akbar untuk menemanimu "


syasa: " tidak perlu pa.. "


Bram: " kamu lupa sopir pribadi mu masih cuti "


syasa: " astaga.. kenapa aku melupakan itu, baik lah aku akan mengajak akbar


Herman: " ajak dia ke pesta, jangan kamu suruh menunggu di mobil, dia bukan sopir " syasa hanya mengangguk


syasa: " akbar..!! akbar.. !!


Bryan: " ya nona.. " suara akbar dari lantai atas


syasa: " siapkan dirimu temani aku ke pesta "


Bryan: " pesta..? "


syasa: " iya.. tunggu apa lagi.. "


Bryan: " tapi saya tidak mempunyai kemeja untuk ke pesta " menggaruk tengkuknya


syasa: " ya Tuhan.. " melihat Bram.


Bram: " haha.. iya papa paham "


Bram: " ayo.. "


Bram dan syasa pun naik ke atas. syasa masuk kekamar nya dan Bram pun masuk ke kamar nya mencari kemeja yang cocok untuk Bryan sedangkan Bryan masih menunggu di depan kamar nya,


tak lama Bram keluar dan membawa beberapa kemeja untuk Bryan


Bram: " pilih lah.. yang mana menurut kamu cocok untuk dirimu "


Bryan: " maaf tuan saya menjadi merepotkan tuan "


Bram: " tak apa.. jaga putri ku " tersenyum


Bryan: " em.. baik tuan " tersenyum


Bryan pun menganti baju nya dengan kemeja, dan memakai parfum pemberian syasa


Bryan: " ok.. tampan.. " memuji dirinya sendiri di depan cermin " tak lama Bryan Pun keluar dan menuruni tangga, Bram dan Wina serta bu dita dan pak Herman pun terpukau melihat Bryan mengenakan kemeja Bram ,


Bram: " aku jadi ingat sewaktu muda sayang " berbisik di telinga Wina "


Wina: " oh ya.. " tersenyum


Herman: " kamu tampan juga jika sudah begini " memuji Bryan yang sudah berada di ruang keluarga


Bryan: " opa bisa saja.. " tersenyum

__ADS_1


dita: " syasa.. sya..!! Bryan sudah menunggu "


syasa: " ya oma.. " keluar dari kamar dan menuruni anak tangga, Bryan pun tak berkedip melihat syasa yang berpenampilan anggun dan cantik di mata Bryan


syasa: " ma.. pa.. bagaimana penampilan ku.. "


Wina: " cantik.. " tersenyum


Bram: " kamu cantik sayang seperti mama waktu muda "


dita: " kalian serasi " tersenyum


syasa: " oma.. " cemberut dan melirik Bryan


Herman: " sudah.. sebaiknya kalian berangkat, , dan pulang jangan terlalu malam "


Bryan: " baik opa .. oma, tuan, nyonya, kami berangkat " tersenyum dan bersalaman dengan mereka begitu juga dengan syasa


syasa: "ma ..pa ..oma ..opa syasa berangkat


Bryan: " mari nona " mempersilahkan syasa jalan terlebih dahulu


mereka berdua pun menuju keluar dan Bryan pun membuka pintu mobil bagian belakang, namun syasa menolak dan memilih duduk dibagian depan dekat kemudi


syasa: " didepan saja, " tersenyum dan membuka pintu mobil sendiri, Bryan hanya diam saja dan tersenyum


Bryan pun masuk mobil dan langsung melajukan mobil nya, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam tak tau harus memulai membicarakan apa, dan hanya saling pandang dan tersenyum


batin syasa: " jantung ku kenapa seperti ini, tidak seperti biasanya


batin Bryan: " ya Tuhan.. jantung ku.. ah.. sial.. "


tak lama Bryan dan syasa sampai ke tempat acara


Bryan: " nona benar ini tempat nya "


syasa: " iya.. " jawab nya santai tanpa melihat wajah Bryan. karena syasa memastikan tempat nya


Bryan pun membukakan pintu untuk syasa dan syasa pun keluar, dari mobil


syasa: " akbar.. tolong malam ini kamu harus selalu di dekat ku, selama acara pesta Sinta berlangsung "


Bryan: " baik nona, sebisa mungkin saya akan di samping nona "


syasa: " baik berdiri lah sejajar dengan ku "


syasa: " kenapa akbar..? "


Bryan: " maaf nona rambut nona baik nya diurai saja, agar pundak dan leher nona tidak terlihat " melepas ikatan rambut syasa


Bryan: " seperti ini lebih cantik "


syasa: " Terima kasih.. " tersenyum


syasa: " tolong saat di dalam jangan panggil aku nona "


Bryan: " lantas "


syasa: " sayang..! malam ini kamu berpura-pura menjadi kekasih ku, perlakuan aku seperti kekasih mu bukan seperti tuan mu "


Bryan: " tapi nona "


syasa: " jangan membantah.. "


Bryan: " baik nona.. em maksud saya sayang.. " tersenyum dan syasa pun tersenyum


syasa: " ayo.. " mereka berdua pun melangkah menuju tampat dimana pesta Sinta di adakan


syasa pun melangkah dengan pasti mengandung Bryan, saat syasa dan Bryan memasuki ruangan pesta semus mata tertuju pada mereka berdua dan langsung di sambut oleh Sinta


Sinta: " syasa.. akhirnya kamu datang di pesta ku" memeluk syasa sekilas dan melihat Bryan


syasa: " pasti.. karena kamu memaksa ku "


Sinta: " sya ini siapa.. "


syasa: " ini Bryan.. kekasihnya ku " tersenyum dan meraih lengan Bryan, Bryan pun mengulurkan tangan nya


Bryan: " Bryan.. " tersenyum


Sinta: " Sinta.. " tersenyum lalu menarik syasa agar sedikit menjauh dari Bryan


sinta: " jujur.. dia kekasih mu.. kenal dari mana, rekan bisnis mu kenapa kamu tidak menceritakan nya pada ku"


syasa: " dia.. anak sahabat papa ku " Jawab syasa asal,

__ADS_1


sinta: " jadi kamu di jodoh kan.. "


syasa: " i.. iya.. iya di jodoh kan.. " jawab syasa Sekena nya dan melirik Bryan


Sinta: " ya sudah.. aku percaya, awas saja jika kamu membohongi ku, seperti tahun lalu sekarang nikmati pesta nya "


tiba tiba Bryan memanggil syasa


Bryan: " sayang.. ayo duduk.. jangan berdiri, nanti kamu kelelahan.. " tersenyum dan meraih pinggang syasa


syasa: " iya mas.. " tersenyum, Sinta pun menjadi salah tingkah melihat syasa dan Bryan berlaku mesra.


batin syasa: " mas.. astaga, kenapa sebutan itu meluncur begitu saja dari bibir ku arqqq "


batin Bryan: " ya Tuhan kenapa sebutan itu indah sekali, walau hanya berpura-pura "


Bryan dan syasa pun duduk berdampingan di kursi yang sudah di sediakan, mereka saling melempar senyum.


syasa: " akbar boleh aku memanggil mu Bryan saja "


Bryan: " tentu.. mas juga boleh haha "


syasa: " menggelikan.. tapi itu sebutan seharusnya untuk suami kelak, " membuang pandangan nya


Bryan: " beruntung yang akan menjadi suami mu "


tiba tiba Leon menghampiri syasa, syasa yang menyadari jika Leon menghampiri nya pun langsung memeluk Bryan


Leon: " Hai.. nona syasa laki laki mana yang kau sewa untuk menjadi kekasih mu hah.. "


syasa: " jaga mulut mu Leon dan berhenti mengoda ku, dan dia kekasih ku yang sesungguhnya nya " menatap leon penuh emosi


syasa: " mas.. ayo kita pergi... " menarik lengan Bryan


Leon: " haha... buktikan jika ia kekasih mu, mana ada lelaki yang berani mendekati wanita dingin dan gila bekerja seperti mu haha "


Bryan: " jaga ucapan mu.. ! syasa kekasih ku.. paham.. !! " jawab Bryan tegas


syasa: " sudah lah mas.. tak perlu meladeni Leon "


Leon: " bahkan untuk membuktikan pun kamu ragu sya.. hah.. " sinis Leon


Tiba tiba syasa mencium bibir Bryan,, awalnya Bryan kaget namun di rasa lama syasa mencium nya Bryan pun mengimbangi syasa, tak lama syasa pun melepaskan ciuman nya. syasa pun menjadi tontonan teman teman nya, Leon pun terkejut melihat syasa,


syasa: " sekarang kamu mau bukti apa lagi hah.. "


Bryan: " sayang sudah.. baik nya kita keluar " merangkul syasa dan membawanya keluar ruangan dan menuju parkiran mobil


Bryan: " nona.. apa anda baik baik saja, maaf soal ciuman tadi.. maaf nona " melihat syasa yang terdiam, Tiba-tiba syasa mendekat ke arah Bryan dan menarik Tengkuk Bryan dan mencium kembali bibir Bryan, sembari meneteskan air mata


syasa: " kenapa.. kenapa mereka selalu mengatakan jika tidak ada laki laki yang mau mendekati ku " menangis


syasa: " kenapa.. !!? " triak syasa dan Bryan pun memeluk syasa


Bryan: " nona, sudah.. jangan seperti ini, pasti ada laki laki yang mendekati nona, "


syasa: " siapa.. ? " selama ini memang tidak ada yang berani mendekati ku, di mata mereka aku hanya sibuk dengan pekerjaan dan pelajaran, tapi apa aku salah, aku melakukannya karena aku menyukai apa yang aku lakukan " menenggelamkan wajah nya didada Bryan


Bryan: " tidak nona, nona tidak bersalah "


syasa: " katakan laki laki mana yang mau mendekati ku dan memberi kan cinta nya untuk ku, cinta untuk syasa, siapa.. !! ? "


Bryan: " aku.. aku lah laki laki yang berani mendekati mu .. akan aku berikan cinta ku untuk mu " syasa pun memandang sorot mata Bryan dan seolah mencari kebenaran


syasa: " benarkah.. ? "


Bryan: " yah.. " memeluk syasa


syasa: " mulai sekarang kamu kekasih sungguhan ku "


Bryan: " hah.. tapi nona.. nona baru dua hari mengenal ku "


syasa: " lambat laun nanti aku juga mengenal mu " tersenyum


Bryan: " dan jika nanti aku terbukti laki laki brengsek bagaimana.. "


syasa: " aku akan menghajar mu haha "


Bryan: " bagaimana jika opa dan oma mengetahui nya, belum lagi tuan Bram dan mama mu "


syasa: " kita hadapi bersama, sekarang kita jalani saja diam diam, tapi dengan satu syarat kamu jangan berbuat macam macam dengan ku dan aku juga tidak mau mendengar kamu mempunyai kekasih selain aku " Bryan hanya tersenyum dan memeluk syasa


Bryan: " tidak ada yang berani membantah printah bos kecil " tersenyum, syasa hanya memukul lembut dada Bryan dan tersenyum


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


**vote like komen


Terima kasih😘💕**


__ADS_2