Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 20


__ADS_3

setelah rapat selesai di perusahaan pak ridwan, syasa, Bryan dan pak ridwan pun berkumpul di ruangan pak ridwan.


Bryan: " pa.. apa yang ingin papa sampai kan.. "


ridwan: " kapan kamu mau mempimpin perusahaan ini "


Bryan: " Bryan masih terikat kontrak dengan syasa pa.. "


syasa: " tidak apa apa Bryan.. kamu harus membantu papa kamu, dan memang seharusnya om ridwan sudah menikmati masa tua di rumah, dan kamu pulang lah ke rumah.. "


Bryan: " tapi yang mengatur jadwal siapa "


syasa: " aku bisa sendiri.. lagian 3 bulan lagi aku sudah berangkat ke London, "


Bryan: " apa..? kenapa secepat itu, "


syasa: " aku butuh untuk mempersiapkan semua nya"


Bryan: " tidak ...selama kamu belum berangkat aku ingin di samping mu dan mengatur jadwal mu "


syasa: " kamu mau mengatakan jika tidak bisa jauh dari ku? hem.. "


Bryan: " anggap saja begitu haha.. "


ridwan: " ya sudah aku tidak mau memaksa mu jika kamu belum siap " tersenyum, pak ridwan paham akan isi hati anak nya yang sedang di mabuk cinta ,


syasa: " tapi kasihan jika om ridwan harus mengurusi perusahaan sendiri Bryan.. "


Bryan: " ok.. aku akan tetap mengurus jadwal mu dan menyelesaikan kontrak ku pada mu sembari mengurus perusahaan papa, bagaimana, toh kita juga akan bertemu bukan,? karena perusahaan mu bekerja sama dengan perusahaan papa , "


syasa: " terserah..asal kamu bisa membagi waktu mu " tersenyum..


Bryan: " ok.. sudah jam 2, waktu nya kamu kembali ke kantor "

__ADS_1


syasa: " om.. syasa pamit, sebelum asisten syasa semakin cerewet " bersalaman dengan pak ridwan


ridwan: " iya hati hati.. Bryan.. jaga calon menantu ku " tersenyum


Bryan: " pasti pa " tersenyum dan syasa pun hanya tersenyum malu


Bryan dan syasa pun keluar dari ruangan pak ridwan, saat keluar dari ruangan tiba tiba indi salah satu karyawan pak ridwan dan adik sepupu Bryan memanggil Bryan


indi: " mas Bryan.. " memeluk Bryan, syasa pun sontak melebarkan matanya dan menatap tak suka


indi: " mas Bryan.. sudah lama kita tidak bertemu " masih memeluk Bryan


Bryan: " ndi.. ndi.. lepas ndi.. " melepaskan pelukan indi dan melihat syasa yang sudah menatap nya dengan tatapan dingin nya


syasa pun langsung melangkah meninggalkan Bryan


Bryan: " kamu membuat seseorang cemburu " mengejar syasa


indi: " apa..? " binggung


syasa: " lepas.. !" berusaha melepaskan tangan Bryan


Bryan: " indi itu ?.. " memegang ke dua bahu syasa, tiba tiba indi menghampiri


indi: " mas Bryan, jelaskan apa hubungan mu dengan nona syasa "


syasa: " Bryan pacar ku " menatap indi dengan tatap an dingin nya


batin indi: " astaga.. kenapa mas Bryan bisa jatuh cinta dengan gadis seperti ini "


Bryan: " sayang.. indi itu adik sepupu ku " syasa pun menatap Bryan


syasa: " apa kamu tidak membohongi ku "

__ADS_1


Bryan: " aku tidak pernah membohongi mu " memeluk syasa di hadapan karyawan pak ridwan. indi pun langsung mundur, tidak mau ikutan campur dengan urusan Bryan dan syasa.


syasa: " awas saja jika kamu berbohong pada ku, siap siap kamu.. " kalimat syasa mengantung dan melepaskan pelukan dan menbelakangi Bryan


Bryan: " apa sya.. " tiba-tiba syasa menyikut perut Bryan


Bryan: " aw... sakit sya.. " memegang perut nya


syasa: " akan jauh lebih sakit jika kamu benar benar membohongi ku dan mempunyai kekasih selain aku, itu pelajaran buat mu Bryan.. " meninggalkan Bryan menuju lift dan Bryan pun mengejar nya sampai lift.


Bryan: " kamu benar benar seperti singa jika marah " meringis menahan sakit dan tersenyum


syasa: " jangan membuat ku marah lagi, agar aku tidak menjadi singa betina yang kedua setelah mama ku " tersenyum


Bryan: " aku akan menjinakkan mu " meraih pinggang syasa dan langsung mencium bibir syasa sembari menekan tombol lift menuju kebawah, cukup lama mereka berciuman, hingga pintu lift terbuka, baru mereka menyudahi ciuman nya.


syasa: " kamu ingin membunuh ku " nafas nya tersengal sengal.. dan merapikan rambut nya


Bryan: " aku sudah kecanduan bibir mu sayang.. " meraih jemari syasa dan keluar lift dan seolah tak tak terjadi apa apa


syasa: " aku perhatikan kamu seperti papa ku, begitu ganas saat mencium mama "


Bryan: " haha.. apa kamu sering melihat papa dan mama mu berciuman "


syasa: " hampir setiap hari, dan itu membuat ku malu, karena papa mama tidak tau tempat untuk melakukan itu huh.. "


Bryan: " apa beda nya kita dengan mereka, kita juga bercium di depan umum, " tersenyum dan syasa pun tersenyum malu.


syasa: " sudah.. ayo pak hadi sudah menunggu di mobil "


mereka pun menaiki mobil dan menuju kantor syasa


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2