Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 19


__ADS_3

restaurant


syasa: " katakan...kamu ingin mengatakan apa tentang dirimu "


Bryan: " jika aku jujur apa kamu akan membenci ku "


syasa: " tidak.. " jawab lembut syasa


Bryan: " sebenar nya aku.. aku anak dari ridwan ahmad akbar "


syasa: " apa.. !? anak dari pak ridwan, pengusaha pertambangan dan batu bara "mengernyitkan dahi nya


Bryan: " ya.. " meraih jemari syasa


Bryan: " dan seharusnya waktu papa ku menyuruh ku untuk meeting dengan bos perusahaan kusuma group, seharusnya aku menyanggupi nya , aku tidak tahu jika kamu yang menjadi bos nya "


syasa: " jadi kamu anak dari pak ridwan yang tidak menghargai waktu itu "


Bryan: " iya.. apa kamu kecewa "


syasa: " tidak.. karena kamu sudah banyak berubah dan karena aku mencintaimu "menggengam jemari Bryan


Bryan: " papa ku kemarin menelfon, ia ingin aku kembali, "


syasa: " apa kamu pergi dari rumah.. "


Bryan: " yah.. , jika aku pikir kembali sikap ku sungguh ke Kanak Kanakan "


syasa: " apa alasan mu, sehingga memutuskan pergi dari rumah? " dan Bryan pun menceritakan semuanya ...


syasa: " pulang lah.. aku tidak ingin kamu menjadi anak durhaka pada orang tua, dan sebaiknya kamu memang harus mengurus perusahaan papa mu dan siang ini aku ada meeting dengan beliau "


Bryan: " aku belum siap untuk itu semua sya.. "


syasa: " mau sampai kapan kamu tidak siap, kelak nanti kamu akan menjadi seorang suami dan ayah dari anak anak mu , persiapkan dirimu sekarang "


Bryan: " apa kamu mau menjadi istri ku "


syasa: " haha.. apa kamu sedang melamar ku "


Bryan: " sebenarnya aku ingin sekali melamar mu, tapi..aku ingin kamu menyelesaikan study mu terlebih dahulu "


syasa: " apa kamu sanggup menunggu selesai study "


Bryan: " jika hanya satu tahun aku akan menunggu mu " mencium punggung tangan syasa


syasa: " sungguh..? "


Bryan: " apa kamu meragukan ku "syasa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya


Bryan: " kenapa aku bisa jatuh cinta dengan gadis kecil seperti mu "


syasa: " kamu boleh mengganggap ku kecil, tapi cara berfikir ku tidak, bahkan aku jauh lebih dewasa ketimbang dirimu Bryan " tersenyum

__ADS_1


Bryan: " kamu benar. " tersenyum.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Bram: " kamu kenapa sayang.. kenapa ekpresi mu seperti itu, "


Wina: " lihat lah apa yang dikirim dicky pada ku " menyerahkan ponsel nya


Bram: " video.. " Bram pun melihat rekaman video syasa dan Bryan saat berpelukan dan berciuman di depan karyawan nya , dan Bram hanya tersenyum


Bram: " putri kita sudah dewasa sayang "


Wina: " mas.. syasa masih 18 tahun, dia masih kecil "


Bram: " haha.. syasa memang usia nya 18 tahun tapi ia sudah berhasil memegang tender besar sayang, dan tidak satu atau dua kali, bahkan dia di nobatkan pengusaha termuda"


Wina: " ya aku tau itu, tapi ini masalah asmara mas.. "


Bram: " percaya lah anak gadis kita mampu menjaga diri nya, dan nama baik keluarga, kita sudah mengajarkan hal itu pada nya "


Wina: " tapi aku tetap khawatir mas.. aku takut Bryan hanya mempermainkan syasa mas tau sendiri jika Bryan sudah 25 tahun "


Bram: " sayang... jika itu terjadi aku akan menghajar nya ,mas masih sanggup untuk menghajar Bryan sayang.. " memeluk Wina


Wina: " lakukan itu jika terjadi atau aku sendiri yang akan turun tangan" membalas pelukan Bram


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Bryan dan syasa memasuki kantor pak ridwan dan menuju resepsionis


Bryan: " andin.. papa ada di ruangan nya " tanya Bryan pada sang resepsionis


andink: " ada mas Bryan.. masuk saja.. " tersenyum dan Bryan pun melangkah menggenggam jemari syasa


batin Andin: " itu bukan nya syasa Pandita kusuma, cucu pak Herman kusuma, pewaris perusahaan kusuma group ..ada hubungan apa dengan mas Bryan, kenapa mas Bryan menggenggam tangan nya ..ck.. "


syasa: " mas..? " menatap Bryan Sembari melangkah mengikuti langkah Bryan Menuju lift


Bryan: " jangan menatap ku seperti itu , menyeramkan , karyawan papa memang sudah terbiasa memanggil ku dengan sebutan mas " masuk ke dalam lift


syasa: " tapi aku tidak menyukai nya "


Bryan: " kenapa.. ? " mendorong lembut tubuh syasa ke dinding lift dan wajah nya teramat dekat dengan wajah syasa


syasa: " aku cemburu.. " mengecup sekilas bibir Bryan,


Bryan: " kamu boleh memanggil mas jika kamu mau.. " tersenyum dan memeluk syasa


syasa: " akan aku lakukan jika kita sudah menikah " tersenyum di pelukan Bryan,


ting.. suara lift terbuka dan mereka pun melepas kan peluk kan nya.


Bryan: " ayo.. " melangkah keluar lift dan merangkul syasa

__ADS_1


semua mata karyawan pak ridwan tertuju pada Bryan dan syasa, meraka tahu siapa Bryan dan syasa,, tak lama Bryan pun sampai di ruangan pak ridwan


Bryan: " papa.. " tersenyum


ridwan: " Bryan.. " berdiri dari kursinya


ridwan: " nona syasa.. anda sudah datang kemari " tak sengaja pak ridwan melihat jemari Bryan mengenggam jemari syasa


syasa: " hallo pak ridwan, kita bertemu kembali, saya sengaja datang lebih awal, karena saya di paksa anak anda " tersenyum


Bryan: " sayang.. jangan terlalu formal bicara dengan papa.. "


syasa: " lalu.. "


Bryan: " haha.. sayang, kamu terlihat seperti orang bodoh jika seperti ini, " tersenyum


Bryan: " bicara lah seperti kamu bicara dengan opa atau dengan papa mu "


syasa: " apa boleh seperti itu.. " menunduk malu


ridwan: " tentu saja boleh nak.. " tersenyum melihat tingkah syasa


ridwan: " biasa saja jika tidak ada urusan pekerjaan, contoh nya seperti ini "


ridwan: " Bryan.. apa maksud mu memanggil syasa dengan sebutan sayang.. apa kalian mempunyai hubungan khusus "


Bryan: " em.. iya pa.. kami berpacaran, "


syasa: " apa pak ridwan tidak merestui hubungan kami "


ridwan: " haha.. panggil om saja sya.. , aku merestui kalian " tersenyum,


ridwan: " aku berhutang budi pada mu sya, kamu sudah membawa perubahan pada diri Bryan "


syasa: " maksud om.. "


ridwan: " ya.. setidaknya semenjak Bryan menjadi asisten pribadi mu, Bryan bisa bangun pagi, dan menghargai waktu, dan bertanggung jawab atas pekerjaan nya, " syasa hanya tersenyum dan memandang Bryan


ridwan: " ok.. waktu meeting kita telah tiba, mari kita ke ruang rapat, "


syasa: " baik om.. " tersenyum


ridwan: " tapi setelah rapat ada banyak yang ingin om sampai kan pada Bryan, apa kamu keberatan? "


syasa: " tidak om.. silahkan, " tersenyum


mereka bertiga pun menuju ruang meeting, dan membicarakan masalah kerja sama


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


vote like komen


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2