Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 22


__ADS_3

setelah Bryan berangkat, syasa, bram dan wina pun masuk kedalam dan langsung menuju ruang keluarga.


syasa: " papa sama mama datang ke Jakarta, kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu dan adik adik kenapa tidak ikut "


bram: " adik adik mu sekolah, nanti waktu ulang tahun mu tiba, mereka menyusul sama opa dan oma,


syasa: " lantas kenapa papa dan mama lebih dulu datang "


wina: " papa ada meeting besok dengan om Daniel


syasa: " oh.. " tersenyum dan merebahkan tubuh nya di pangkuan bram


bram: " kamu sendiri tidak ke kantor " mengusap rambut syasa


syasa: " tidak pa..pekerjaan kantor, syasa kerjakan di rumah saja "


syasa: " pa.. ma.. " Bangun dari pangkuan bram


bram: " apa.. ?"


syasa: " boleh syasa menikah muda " melihat bram, wina yang sendang minum pun tersedak


Wina: " uhuk.. uhuk.. uhuk.. ahem.. "


wina: " apa sya.. menikah muda" mengernyitkan dahi nya


syasa: " hem.. mengangguk malu


wina: " sya.. pernikahan itu bukan permainan, bukan ajang uji coba dan bukan untuk di coba coba "


syasa: " syasa ingin menikah ma, bukan mau mencoba menikah, dan syasa tau pernikahan itu sakral dan bukan permainan "


batin bram: " ternyata putri cantik ku ini sudah dewasa,"tersenyum


bram: " selesaikan study mu terlebih dahulu, nanti papa dan mama akan memberi mu restu " tersenyum


wina: " mas.. !! menatap bram, namun bram mengusap lengan Wina dengan maksud nanti akan di bicarakan bersama,


syasa: " Terima kasih pa.. " tersenyum dan mencium pipi bram


syasa: " kalau begitu, syasa ke atas syasa mau menyelesaikan pekerjaan kantor "


bram: " ya.. jika butuh bantuan, panggil papa " tersenyum

__ADS_1


syasa: " iya pa.. " syasa pun naik ke atas dan mulai mengerjakan pekerjaan nya


bram dan Wina serta para mama dan opa pun membahas tentang keinginan syasa


Wina: " mas.. kenapa mas bicara seperti itu sama syasa "


bram: " sayang.. anak kita sudah terlalu dewasa pemikiran nya, syasa sudah paham ini baik atau buruk untuk diri nya, mungkin dia juga sudah mempertimbangkan semua nya, dan Bryan..,dia laki laki normal dan sudah dewasa dan mencintai anak kita tidak ada yang salah jika mereka menikah "


Wina: " tapi aku tetap khawatir mas.. "


Herman: " simpan kekhawatiran mu win.. Bryan anak baik.. "


dita: " nanti kita bicarakan kembali dengan Bryan "


Wina: ' baik lah.. "


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


kantor Bryan


andin: " pagi mas Bryan.. eh.. pak.. maaf "tersenyum


Bryan: " hem... " mengangguk dan tersenyum


bukan Bryan namanya jika ia tidak mempunyai masa lalu terlebih seorang mantan kekasih, sebelum ia bertemu syasa ia sempat mempunyai 3 mantan kekasih, namun tak semua nya tulus mencinta nya, para mantan nya hanya memanfaatkan kekayaan Bryan saja,


dan waktu Bryan mempunyai hubungan dengan syasa, sebenarnya Bryan masih memiliki kekasih, namun saat tau Bryan keluar dari rumah dan hanya menjadi asisten pribadi seseorang, kekasih Bryan langsung memutuskan hubungan nya. maka dari itu Bryan lebih memilih syasa sebagai wanita yang ia cintai, karena syasa juga lah yang membuat nya berubah menjadi lebik baik..


ruangan Bryan


Bryan: " syasa pandita kusuma,.. " tersenyum mengingat syasa


Bryan: " kamu sangat berbeda dengan mantan mantan ku sya.. usia memang berbeda tapi kamu sangat dewasa "


tiba-tiba indi mengetuk pintu..


Bryan: " masuk.. ! "


Indi: " mas.. ini proposal yang masih minta.. " duduk di kursi depan meja Bryan


Bryan: " hari ini ada meeting tidak ndi.. "


indi: " tidak mas.. kenapa.. "

__ADS_1


Bryan: " aku mau mencarikan kado untuk syasa"


indi: " Kado.. ? "


Bryan: " iya.. sebentar lagi dia ulang tahun baik nya kasih apa ya ndi "


indi: " kasih aja cincin, dan langsung lamar dia, bukan nya sebentar lagi dia mau ke London "


Bryan: " ide bagus.. aku juga sudah tidak sabar untuk melamar nya " tersenyum


indi: " haha.. mudah mudahan saja nyonya Wina menerima mu menjadi calon menantu nya


Bryan: " jika tidak di Terima, syasa aku culik haha "


indi: " dasar budak cinta " keluar dari ruangan Bryan


Bryan: " haha.. " dan Bryan pun mulai mengerjakan pekerjaan nya


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


rumah Herman


bram: " hallo, ridwan.. apa kabar "


ridwan: " baik bram.. tidak biasa nya orang sibuk seperti mu menelfon ku "


Bram: " sukur lah.. , aku ingin membicarakan sesuatu pada mu "


ridwan: " apa itu bram.. "


bram: " ini masalah anak anak kita "


ridwan: " apa Bryan melakukan kesalahan "


bram: " tidak.. aku ingin ingin membicarakan kelanjutan hubungan mereka " tersenyum


ridwan: " baik lah, kabari saja jam dan tempat nya "


bram: " baik.. sampai jumpa "


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


vote like komen

__ADS_1


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2