Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 46


__ADS_3

Jepang πŸ‡―πŸ‡΅


apartemen dewa


Reyhan: " selamat malam tuan ada kabar terbaru dari nona syasa " seketika dewa berhenti memakan makanannya


dewa: " katakan " jawab dewa penasaran


Reyhan: " nona syasa baru tiba di Jepang dan malam ini ia menginap di hotel pal*ce Tokyo


dewa: " siapkan mobil sekarang.. "


Reyhan: " apa tuan..? "


dewa: " kamu tidak tuli kan Rey.. "


Reyhan: " baik tuan, akan segera saya siap kan " Reyhan pun bergegas menyiapkan mobil untuk dewa, sedangkan dewa bersiap siap untuk menemui syasa, ia tidak sabar untuk bertemu syasa.


dewa: " Rey.. sudah siap? tanya nya antusias.


Reyhan: " sudah tuan.. "


dewa: " ayo.. " dewa pun masuk kedalam mobil sedangkan Reyhan juga masuk kedalam mobil dan duduk di samping kemudi


Reyhan: " jalan pak.. " ucap Reyhan kepada sang sopir, sang sopir pun melajukan mobil nya


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


hotel pla*ce Tokyo


resepsionis: " selamat datang nona syasa, selamat datang tuan dicky selamat malam . " ucap sang resepsionis menyambut kedatangan syasa dan dicky,


syasa: " hem. "


dicky: " malam.. " tersenyum


resepsionis: " ini kunci card anda tuan nona, " dicky pun mengambil kunci card dari tangan resepsionis dan memberikan kunci card milik syasa


dicky: " Terima kasih. nona ini kunci card anda " syasa pun menerima kunci card yang di berikan dicky, syasa langsung menuju kamar nya


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


dewa: " Rey berapa lama lagi kita sampai "tanya dewa sembari melihat jam tangan nya


Reyhan: " sabar tuan sebentar lagi, ini masih lampu merah "jawab Reyhan


dewa: " ingin rasanya aku patahkan tiang lampu merah itu "


Reyhan: " haha.. yang pantas anda patahkan itu tulang tuan Bryan tuan " tersenyum


dewa: " itu pasti Rey.. ingin rasanya aku menghajar orang yang sudah menyakiti hati orang yang aku cintai " mengepalkan tangan nya.


setelah menunggu beberapa menit akhir nya mobil yang di tumpangi Reyhan dan dewa pun sampai di pelataran hotel, dewa pun bergegas turun bersama Reyhan.

__ADS_1


dewa dan Reyhan pun langsung masuk kedalam hotel dan bertanya kepada resepsionis


resepsionis: " selamat malam tuan ada yang bisa saya bantu, apa anda ingin memesan kamar,


Reyhan: " tidak saya tidak ingin memesan kamar . saya ingin bertemu nona syasa pandita kusuma," tanya Reyhan sopan kepada sang resepsionis, sedangkan dewa menunggu di lobby


resepsionis: " sebentar saya akan menghubungi nya " Reyhan pun hanya mengangguk, sang resepsionis pun menghubungi kamar syasa melalui sambung telfon


resepsionis: " maaf tuan telfon nya tidak di angkat


Reyhan: " baik Terima kasih.. " lalu Reyhan menghampiri dewa


Reyhan: " maaf tuan telfon dari resepsionis tidak di angkat nona syasa, apa anda tidak mempunyai nomor kontak ponsel nya "


dewa: " tidak rey, kontaknya sudah saya hapus dari ponsel ku "


Reyhan: " kalau begitu saya akan menghubungi pak dicky "


dewa: " cepat lah.. " Reyhan hanya tersenyum geli melihat ketidaksabaran tuan nya. dan segera menghubungi dicky


Reyhan: " hallo pak dicky ini saya Reyhan asisten tuan dewa "


dicky: " ya Rey.. ada apa malam malam begini kamu menelfon ku "


Reyhan: " tuan dewa ingin bertemu nona syasa, bisa pak dicky membantu tuan dewa kami menunggu di lobby hotel tempat anda menginap"


dicky,: " baik aku akan menghubungi nona syasa "


Reyhan: " baik Terima kasih " dicky pun menghubungi syasa


syasa: " ada apa dicky.. "


dicky: " di lobby ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda nona "


syasa: " siapa.? "


dicky: " tuan Sadewa.. " deq jantung syasa 2 kali lipat berdetak tak menentu lalu syasa mematikan ponsel nya, ia bergegas menuju lobby tanpa mengenakan alas kaki, dan masih menggunakan kimono karena ia baru saja selesai mandi


ia berlari menuju lift tak peduli, banyak mata yang melihat nya ia terus berlari sampai ke lift dan secepat kilat ia menekan tombol lantai dasar, di dalam lift bulir matanya sudah mulai terjatuh, mengingat orang yang sangat mencintai nya. hingga bibir nya bergetar dan menyebut nama dewa


syasa: " dewa.. dewa.. " semakin deras air matanya, tak lama pintu lift terbuka lalu ia menuju lobby di lihat nya dewa sedang berdiri menghadap jendela sendirian karena Reyhan sudah kembali ke apartemen dewa, syasa pun memanggil dewa


syasa: " dewa.. !" meneteskan airmata nya, dewa pun menoleh ke sumber suara, suara yang sangat ia kenal dewa dan syasa pun berlari saling menghampiri


dewa: " syasa.. " dewa pun langsung memeluk syasa


dewa: " aku merindukan mu sya.. "


syasa: " dewa kenapa kamu menghilang dan tidak pernah memberi kabar, aku merindukan mu " syasa pun semakin erat memeluk dewa dan menanangis


syasa: " maafkan aku yang sudah mengabaikan mu " dewa pun melepaskan pelukan syasa "


dewa: " shttt.. kamu tidak mempunyai kesalahan terhadap ku, simpan kata maaf mu"

__ADS_1


syasa: " dewa.. " syasa pun memeluk dewa kembali dan semakin deras air matanya


dewa: " aku sudah mengetahui semua tentang mu dan Bryan "dewa melepaskan pelukan nya lalu tangan dewa menakup kedua pipi syasa, tangisan syasa semakin menjadi.


syasa: " dewa.. sakit " dewa pun memeluk kembali syasa yang menangis


dewa: " sudah cukup jangan menangis lagi, liat lah banyak orang melihat kita, apa lagi kamu memakai kimono dan tidak menggunakan alas kaki " tangan dewa sembari mengusap air mata syasa


syasa: "ceh.. aku terlalu bersemangat saat mendengar kamu mencari ku, aku langsung berlari " syasa pun sedikit tersenyum


dewa: " ayo ke kamar mu, aku tidak mau kamu di lihat banyak orang dengan keadaan seperti ini" mengenakan jaket nya pada syasa lalu membopong syasa


syasa: " dewa.. " memukul lembut dada dewa dan tersenyum


dewa: " diam lah aku juga tidak akan membiarkan kaki mu kedinginan karena tidak memakai alas kaki " dewa pun berjalan menuju lift dan syasa menekan tombol menuju lantai atas menuju kamarnya. saat berada di lift dewa pun masih membopong syasa, syasa mengalungkan tangan di leher dewa, mata nya tak berpaling memandang dewa, dewa hanya tersenyum.


tak lama pintu lift terbuka, dewa juga masih membopong syasa, dewa melangkah menuju kamar syasa.


dewa: " buka pintu nya " tersenyum


syasa: " turunkan aku, kunci card ada di saku kimono ku " dewa pun menurun kan syasa dari gendongan nya. lalu syasa membuka pintu kamar nya, kemudian mereka masuk, syasa pun menutup pintu nya.


syasa: " duduk lah.. aku akan mengenakan baju ku terlebih dahulu, " sembari berjalan menuju lemari nya.


dewa: " jangan terlalu lama.. , jangan membuat ku menunggu lagi " sembari duduk di sofa


syasa: " kamu berlebihan dewa " syasa pun menunjuk kamar mandi untuk menganti baju, tak lama ia pun keluar dengan menggunakan baju santai. lalu menghampiri dewa dan duduk di samping dewa.


dewa: " bagaimana kabar mu setahun ini "


syasa: " kabar ku baik, bisnis ku lancar, hati ku hancur " menunduk menahan air matanya


dewa: "ceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirimu dan Bryan " dan syasa pun menceritakan semuanya hingga air mata syasa meneteskan kembali dewa pun memeluk syasa dengan erat


dewa: " cukup ini terakhir kamu menangis, dada ku ikut sesak mendengar nya, "


syasa: " dewa.. " semakin erat memeluk dewa


syasa: " jangan pergi dari ku "


dewa: " tidak akan pernah sya.. karena aku mencintaimu.. apa kamu mau menerima cinta ku " syasa pun hanya mengangguk


dewa: " baik selesai acara esok hari, izinkan aku bertemu orang tua mu "


syasa: " untuk.. ? "


dewa: " melamar mu.. "


syasa: " apa.. ? "


dewa: " aku tidak mau menunggu lagi.. kamu milik ku " tersenyum dan syasa masih tak percaya.


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή

__ADS_1


vote, like komen.


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2