
restaurant
Bram: " sya.. papa, mama dan om ridwan ingin membicarakan kelanjutan hubungan kalian "
syasa: " jadi papa.. "
Bram: " dengarkan dulu.. "
Bram: " bagaimana saat ulang tahun nanti , kalian tunangan "
ridwan: " ide bagus, bagaimana Bryan.. ? "
Bryan: "Bryan, serahkan pada syasa pa.. "
Wina: " bagaimana syasa.. "
syasa: " syasa sebenarnya, ingin langsung menikah, tapi syasa juga ingin menyelesaikan study syasa"
Bram: " haha.. bagaimana ya.. papa belum rela kamu di ambil Bryan " menatap Bryan dan tersenyum
Bryan: " tunangan saja dulu om.. biar syasa melanjutkan study nya terlebih dahulu, ' tersenyum
Bram: " yakin kamu sabar menunggu "
Bryan: " sabar om..apa pun akan Bryan lakukan, untuk selalu bersama syasa, walaupun harus terpisah dahulu selama satu tahun, jika Bryan rindu, Bryan akan menyusul nya ke London "
Bram: " tidak.. om tidak mengizinkan kamu menyusul syasa ke London, itu syarat dari ku jika ingin menikahi syasa "
syasa: " pa.. ! namun lengan syasa di pegang Wina, dan syasa pun diam
Bryan: " alasan nya om.. "
Bram: " biarkan syasa konsentrasi akan kuliah nya, dan kamu fokus dengan pekerjaan mu, dan kalian tidak boleh berhubungan melalui telfon, "
__ADS_1
syasa: " papa.. !! papa berlebihan " menatap Bram
Bryan: " baik om.. Bryan sanggupi syarat dari Om, Bryan tau ..ini semua untuk kebaikan syasa dan Bryan " mengenggam erat jemari syasa
syasa: " tapi Bryan.. "
Bryan: " yakin lah, jodoh tidak akan kemana, jika kamu jodoh ku, pasti akan menjadi istri ku dan aku menjadi suami mu, kecuali takdir berkata lain hem.. "
syasa: " ya aku paham maksud mu Bryan, aku juga tidak mau menentang takdir "sedikit tersenyum
Bryan: " sya.. jika kita tidak berjodoh, entah terjadi suatu hal pada ku, atau dirimu, apa yang kamu lakukan "
syasa: " kamu bicara seolah akan pergi ke suatu tempat dan tak akan pernah kembali, dan jika itu terjadi aku aku akan tetap mencintai mu, apa pun yang terjadi "
Bryan: " dan aku akan melakukan yang sama dengan mu, tetap mencintai mu, " tersenyum
syasa: " pa.. ma.. om ridwan, syasa minta, pertunangan syasa dan Bryan hanya di saksikan keluarga terdekat saja, syasa tidak mau pesta mewah, itu menyebalkan "
syasa: " dan saat menikah juga syasa ingin yang sederhana saja "
Bram: " sebenarnya papa ingin mengadakan pesta besar besaran saat kamu menikah sya, dan mengundang media, tapi mengingat kamu sudah mengatakan nya seperti itu, ya sudah Papa turuti kemauan mu "
Bryan: " Bryan boleh tau tante, kenapa syasa tidak menyukai keramaian "
Wina: " karena syasa sudah pusing dengan adik adik nya yang membuat keributan saat berkumpul "
syasa: " ya.. karena mama memberikan adik untuk ku terlalu banyak "
Bram: " haha, papa juga ikut andil memberimu adil sya.. "
syasa: " dan itu ulah papa " dan semua pun tertawa.
ridwan: " ok.. semua nya sudah sepakat, jika pertunangan Bryan dan syasa di adakan 2 hari lagi "
__ADS_1
Wina: " iya.. pak ridwan.. kami sepakat "
ridwan: " ok sudah tidak ada lagi yang di bicara kan, kalau begitu aku pamit Bram, win.. "
Bram: " iya..Terima kasih.. setahun lagi kita akan menjadi besan ' tersenyum
ridwan: " tentu " tersenyum dan melangkah pergi
Bram: " syasa kalau begitu mama dan papa jalan dulu, Bryan jaga syasa "
Bryan: " pasti om.. " tersenyum
syasa: " papa sama mama mau kemana "
Bram: " menemani mama mu perawatan haha "
syasa: " ya sudah.. hati hati takut mama di culik laki laki yang lebih muda haha "
Bram: " itu tidak akan terjadi, selagi papa mu ini masih perkasa.. " melangkah pergi meninggalkan Bryan dan syasa, sembari merangkul Wina
Wina: " mas.. !! tersenyum malu, syasa dan Bryan hanya tertawa
syasa: " bagaimana papa bisa mengontrol diri nya jika mama selalu perawatan, huh.. menyebalkan.. "
Bryan: " dan kamu harus melakukan itu nanti untuk suami mu "
syasa: " itu sudah pasti.. " tersenyum
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1