
subuh menjelang, semua orang pun bangun untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah, namun syasa dan dewa memilih untuk berjamah di kamar. setelah selesai seperti biasa syasa membuka tirai jendela, tampaknya di luar sana masih gelap hanya lampu jalan yang terlihat namun tiba tiba dewa menutup tirai nya kambali.
" dewa apa yang kamu lakukan " ucap syasa sedikit kesal dan menatap dewa,
" apa kamu ingin di lihat banyak orang dari luar saat bermesraan dengan suami mu hem" jawab dewa sembari memeluk syasa dan mengecup kening nya
" apa aku benar benar sudah menjadi istri mu dewa " tanya syasa karena ia masih tidak percaya sudah menjadi istri seorang Sadewa balder
" astaga sayang.. apa kamu sudah lupa kemarin kita sudah di depan Penghulu " jawab dewa meyakinkan. sembari melepas pelukan nya
" jadi itu benar, itu artinya aku harus melayani mu? " tanya syasa lagi, dan itu membuat dewa geli mendengar penuturan syasa
" iya.. kamu harus melayani ku " bisik dewa di telinga syasa dan semakin mendekatkan wajah nya ke wajah syasa hingga syasa berjalan mundur dan terjatuh di tempat tidur secara bersamaan dan tatapan mereka pun saling bertemu. dewa pun langsung mencium bibir syasa, syasa pun membalasnya, di raih nya tengkuk dewa, dewa pun semakin bergairah, begitu juga syasa, syasa tanpa sadar membuka baju dewa lalu mencium dewa kembali.
" apa kamu menginginkan sekarang dewa " ucap syasa pada dewa dengan nafas memburu setelah berciuman dengan dewa
__ADS_1
" ya.. jika kamu siap memberikan nya sekarang pada ku, " jawab dewa dengan ketidak sabaran nya,mereka pun saling terbawa hasrat mereka masing masing, tiba tiba pintu kamar syasa di buka oleh Bram beruntung syasa masih berpakaian lengkap hanya saja satu kancing baju tidur nya yang terbuka, dan dewa hanya bajunya saja yang tertanggal
" astaga.. maaf.. papa tidak melihat apa pun.. lanjutkan lah.. " ucap Bram saat melihat anak dan menantu nya di atas tempat tidur sedang bermesraan dan langsung menutup pintu
"papa...!! teriak syasa sedikit kesal dan terdengar suara Bram tertawa di balik pintu, dewa pun ikut tertawa
" dewa kenapa kamu tidak mengunci pintu nya " ucap syasa menahan malu, " baik lah aku akan mengunci pintu nya " sambung dewa " dewa pun beranjak dari tempat tidur dan mengunci pintu nya.
" sudah.. apa mau kita lanjutkan " goda dewa
" ah.. sial gagal.. " grutu dewa sembari berjalan menyusul syasa yang sudah berjalan terlebih dahulu.
" pagi ma.. pa.. " sapa syasa pada Wina dan Bram pagi ma.. pagi pa.. pagi kak Agnes.. sapa syasa pada mertua dan kakak ipar nya dengan senyuman yang mengembang namun tak berani menatap Bram,
" apa sudah kalian lanjutkan " tanya Bram mengoda syasa " tidak.. mood ku sudah buruk gara gara papa " sembari berjalan menuju dapur, Bram dan semua pun tertawa mendengar jawaban syasa. tak lama dewa pun sampai di bawah
__ADS_1
" pagi semua " sapa dewa pada orang tua dan mertua nya dan juga kakaknya, sembari berjalan menuju dapur menyusul syasa.
sesampainya di dapur ia mendekat dan berdiri di samping syasa yang sedang membuat cappucino kesukaan dewa dan membuat susu coklat untuk nya sendiri dan membuat segelas teh hangat , dewa yang melihat pun heran dan bertanya untuk siapa teh tersebut
'teh untuk siapa sayang.. ' tanya dewa keheranan, " untuk oma " jawab syasa santai, ia lupa jika sang oma sudah tiada,
" syasa.. " panggil dewa lembut, seketika syasa baru menyadari jika Sang oma sudah tiada, bulir air matanya pun mulai jatuh, dengan sigap dewa langsung memeluk nya
" aku lupa jika oma sudah pergi dewa, " ucap syasa dalam tangis nya di pelukan dewa
" sudah.. biar oma tenang di sana, jangan bersedih lagi, cukup kamu sudah menangis semalaman dan kamu baru tidur jam 2 pagi, liat lah mata mu sembab " dewa pun mencoba menghibur syasa dan menenangkan nya " sekarang tersenyum lah " sambung dewa, syasa pun sekilas tersenyum.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih