
" Hai.. anak papa, apa kabar, " ucap dewa yang berbicara dengan perut syasa, saat sudah selesai makan siang di ruangannya, karena syasa datang ke kantor membawa makanan untuk dewa. syasa yang melihat dewa berbicara dengan perutnya hanya tertawa dan mengusap lembut rambut dewa.
" dewa, apa surat pemutusan kontrak kerja sama dengan perusahaan Bryan sudah kamu buat " ucap syasa tiba tiba, dewa pun langsung mengangkat kepala nya dan menatap syasa
" sudah sayang, dicky yang mengantarkan nya tadi tadi, sekaligus membayar denda sesuai kontrak yang sudah di sepakati. "
"brakkk" suara pintu terbuka dengan sangat keras.
" dewa apa maksud mu memutuskan kontrak kerja sama perusahaan ku dan perusahaan syasa hah..? " ucap Bryan tiba tiba dengan emosi, seketika syasa pun melihat dengan tatapan tajam. lalu dewa menghampiri Bryan namun di cegah syasa
" dewa kamu duduk saja, ini urusan ku, biar aku yang menyelesaikan nya karena kerja sama ini terjalin saat kamu belum memimpin perusahaan ini, dan aku juga masih punya kuasa di sini " ucap syasa yang sebelumnya tangannya sudah menghadang dewa agar jangan mendekati Bryan
" kamu masih mempunyai muka datang kemari setelah apa yang kamu lakukan pada ku, " ucap syasa melihat tajam Bryan, Bryan pun tak sanggup melihat tatapan tajam syasa dan membuang pandangan nya
" tapi ini tidak ada hubungan nya dengan kerja sama kita sya " ucap Bryan yang kembali melihat syasa
__ADS_1
" ya aku tahu, tapi seharusnya kamu memikirkan tindakan mu pada ku dan akibatnya, dan kamu juga tahu sadisnya diri ku jika sudah tidak menyukai sesuatu "ucap syasa tegas dan memandang tajam Bryan
" bagaimana dengan karyawan kita " ujar Bryan
" karyawan mu, itu urusan mu , karyawan ku itu urusan ku , dan suamiku sudah membayar denda sesuai keputusan kontrak kita bahkan melebihkan "
" kamu benar-benar sadis sya.. " ucap Bryan tak Terima
" kamu sudah tau aku sadis seperti singa, lalu kenapa kamu membangunkan singa yang tengah tidur , sekarang keluar dari kantor ku, aku sudah tidak ada lagi urusan dengan mu dan perusahaan mu. " jawab syasa geram dan tegas
" pergi..!!!! teriak syasa sembari menunjuk pintu agar Bryan keluar namun Bryan masih diam mematung dan menatap syasa tak percaya dengan tindakan nya
" Bryan pergilah, sebelum aku berubah pikiran untuk menghajar mu " ucap dewa tegas dan menatap Bryan tajam, lalu Bryan pun keluar dengan keadaan kesal dan membanting pintu.
" astaga..!! ucap syasa yang terkejut dan memegang dadanya,saat mendengar suara pintu di banting Bryan
__ADS_1
" kemari lah.. " ucap dewa yang langsung memeluk syasa
" ayo kita ke villa, aku sudah memberi kabar penjaga villa jika kita akan kesana " ajak dewa yang masih memeluk syasa
" tunggu sebentar, aku ingin kamu memeluk ku sedikit lama " ucap syasa manja, dewa pun mengeratkan pelukan nya
" sudah ayo.. tapi di jalan nanti mampir ke toko kue tradisional, aku ingin sekali memakan kue lapis " pinta syasa manja
" boleh, toko nya jika kamu mau aku belikan untuk mu " jawab dewa di iringi tawa
" kamu berlebihan sayang " ujar syasa sembari menepuk lembut dada dewa.
" ayo.. " ajak dewa, lalu mereka berdua pun keluar ruangan, sebelum menuju lift, dewa berpesan pada dicky untuk menghendel kantor.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕