Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 51


__ADS_3

kediaman syasa _ taman belakang rumah


dita: " dewa.. " panggil bu dita pada dewa yang berdiri di belakang kursi roda setelah mendorong bu dita ke taman


dewa: " ya oma.. " berlutut di hadapan bu dita


dita: " apa kamu benar benar mencintai cucu ku "sembari mengacak rambut dewa dan tersenyum


dewa: " iya oma.. kalau tidak untuk apa dewa rela melakukan itu semua oma.. dewa sangat mencintai cucu oma, yang dingin, ambisius, namun sangat cerewet haha, "dewa pun menyunggingkan senyum nya


dita: " haha kamu bisa saja mengatakan cucu ku cerewet, walapun begitu sebenarnya dia sangat setia tapi Bryan membuat nya kecewa, bukti nya dia lebih memilih Bryan daripada dirimu padahal dia tahu kamu mencintai nya dan sudah banyak berkorban bertaruh nyawa "


dewa: " oma.. tapi kali ini dewa tak akan mengalah, dewa akan membuat syasa jatuh hati pada ku, dan melupakan Bryan yang sudah menyakiti dan mengecewakan nya "


Dita: " kamu harus janji, selalu menjaga nya, mencintai nya, dan oma titip syasa pada mu, oma tidak lama lagi ada di dunia ini "


dewa: " oma.. jangan berbicara seperti itu "dewa pun menggengam jemari bu Dita


Dita: " oma ingin melihat kalian menikah sebelum oma pergi meninggalkan kalian semua "


dewa: " oma.. kedatangan dewa kemari juga ingin meminta doa restu dari oma untuk meminta syasa menjadi istri dewa "


Dita: " aku merestui hubungan kalian, segeralah Lamar syasa, temui orang tuanya.. "


dewa: " iya oma.. Terima kasih.. "mencium jemari bu Dita dan langsung memeluk nya


Dita: " bahkan Bryan dulu tidak pernah mau mengobrol berdua dengan oma seperti ini, kamu memang orang yang tepat untuk syasa " bu Dita pun mencium kening dewa sekilas

__ADS_1


Dita: " jaga cucu ku " menepuk lembut pipi dewa "


dewa: " pasti oma.. " dewa pun tersenyum setelah mendapat kan restu bu Dita


tanpa di sadari dewa dan bu Dita, syasa memperhatikan mereka dari pintu, syasa yang melihat dewa dan oma nya yang begitu akrab pun terharu dan meneteskan air mata.


syasa: " bahkan Bryan pun tak pernah mengobrol berdua dengan oma apa lagi memeluk nya " Ucap syasa lirih dan mengusap air matanya dan langsung menghampiri bu Dita dan dewa


syasa: " oma... " sapa syasa sembari memeluk bu Dita dari belakang, dewa pun berdiri


Dita: " kamu tidak biasanya jam segini bangun " mencium pipi syasa sekilas


syasa: " iya oma..selepas subuh, syasa ketiduran, badan syasa rasanya letih " melepas pelukan nya lalu berdiri sejajar dengan dewa


Dita: " kamu sudah mandi sya..? "


syasa: " oma sudah sarapan.. " tanya syasa lembut


Dita: " sudah.. dewa yang menyuapi oma.. "


syasa: " kalau begitu.. sekarang oma minum vitamin nya dan giliran syasa dan dewa yang sarapan " sembari mendorong kursi roda bu Dita, masuk ke dalam dan memberikan vitamin yang memang rutin di minum bu Dita.


kini bu Dita bersama Suster di ruang keluarga


syasa: " dewa, ayo kita sarapan, oma sudah bersama suster " ucap nya lirih di hadapan dewa yang berdiri di sisi sofa ruang keluarga


dewa: " ayo.. " sembari meraih jemari syasa, syasa hanya tersenyum malu lalu mereka berjalan menuju ruang makan

__ADS_1


dewa: " kenapa ekpresi mu seperti itu " ucap dewa saat sampai di ruang makan


syasa: " tidak apa apa, memang nya ekpresi ku seperti apa "


dewa " wajah mu merah sayang.. " sembari menarik syasa ke pelukan nya hingga wajah mereka teramat dekat "cup " satu kecupan mendarat di bibir syasa,


dewa : " antarkan aku kepada orang tua mu, aku akan melamar mu, "dewa pun menyatukan keningnya ke kening syasa


syasa: " apa kamu benar benar ingin menjadikan ku satu satu wanita yang kamu cintai " jawab syasa lirih


dewa: " apa ucapan ku ini kurang meyakinkan untuk mu nona syasa "dewa kembali mengecup bibir syasa dengan lembut hingga syasa pun membalasnya,dan memejamkan Matanya, hingga mbok Titin pun malu yang sedari tadi melihat mereka berdua karena posisi mbok Titin ada di dapur ya tidak Jauh dari meja makan


tak lama mereka menyudahi nya, syasa pun masih memejamkan matanya hingga suara dewa terdengar baru lah ia membuka matanya


dewa: " buka mata mu, apa kamu ingin aku mencium mu kembali, haha " mengacak lembut rambut syasa syasa pun tersipu malu dan menghambur dipelukan dewa


syasa: " kamu selalu membuat ku malu.. " menyembunyikan wajahnya di dada dewa


dewa: " bukankah ini bukan yang pertama bagi mu, Bryan juga pernah melakukan bukan? " mengusap punggung syasa


syasa: " iya tapi dia melakukan nya tak selembut diri mu, dia sedikit kasar " syasa melepaskan pelukan nya dan membelakangi dewa, dewa pun memeluk syasa dari belakang


dewa: " sudah ayo kita sarapan.. " dewa pun mencium pipi syasa dan mereka berdua pun sarapan bersama


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2