
" apa... ! baik aku dan yang lain nya akan segera ke Jakarta,Terima kasih. " jawab syasa panik saat mbok titin mengabari bahwa bu dita masuk rumah sakit.dan langsung mengakhiri sambungan ponsel nya
" mama.. papa.. "teriak syasa dari dalam kamar putri Seraya berlari turun ke lantai bawah, karena ia tidur bersama putri dan kamar nya sendiri di tempati dewa,
"astaga..syasa.. pagi pagi buta sudah membuat kegaduhan " jawab Wina sedikit kesal yang melihat syasa turun tangga sembari berlari " ada apa..? " sambung nya lagi setelah syasa sampai di ruang keluarga
" ma.. papa mana dan semaunya " tanya syasa panik karena tidak melihat anggota keluarga yang lain setelah subuh.
" tenang dulu ada apa ? " tanya Wina tak kalah panik
"em.. oma dita masuk rumah sakit, kita semua harus ke sana, dan opa satya juga di suruh pulang dari London. " jelas syasa pada Wina
" ada apa ribut ribut sya.. " tanya Bram yang baru keluar dari kamar karena teriakan syasa dan langsung menghampiri nya di ruang keluarga.
" kakak selalu membuat keributan saat berada di sini, menyebalkan " ucap putra yang berjalan di anak tangga, diikuti adik adik yang lain dan dewa
" diam kamu putra, sebaiknya kalian bersiap siap sekarang, kita semua akan berangkat ke Jakarta oma dita masuk rumah sakit dan kita semua di suruh ke sana " jelas Wina pada putra dan anak anak yang lain
" apa..? mama masuk rumah sakit.. " tanya Bram pada Wina
" iya mas.. " jawab Wina cemas " ayo kita persiapkan diri kita " sambung Wina "
" em tapi bagaimana mama dan papa mereka masih ada di Singapore " ucap Wina lagi
" kita kabari nanti, baik nya kita semua segera ke sana dan aku akan menghubungi Damar untuk mengurusi keberangkatan kita semua " sembari mengambil ponsel nya dan menghubungi Damar sembari berjalan menuju kamarnya bersama Wina , dan adik adik syasa pun juga kembali ke kamar untuk bersiap siap. sedangkan dewa menghampiri syasa yang duduk di sofa yang terlihat diam dan memikirkan sesuatu
" sya.. ayo kita juga bersiap siap.. " ajak dewa pada syasa sembari duduk di sofa di sebelah syasa
" dewa.. aku teringat mimpi ku waktu itu, mimpi oma pergi bersama opa.. " mata syasa pun sudah berkaca kaca mengingat mimpi nya
" sshhttt sudah jangan mengingat mimpi itu lagi, sebaiknya kita juga harus bersiap siap " dewa mencoba menenangkan syasa. tak lama mereka berdua pun ikut bersiap siap
πΈπΈπΈ
rumah sakit
" oma.. ini syasa oma.. " bisik syasa pada telinga bu dita yang masih memejamkan mata sembari meraih jemari bu dita, air mata syasa pun tak dapat ia bendung , dan bu dita pun membuka matanya
__ADS_1
" syasa.. " ucap nya lirih saat tau syasa datang.
" iya oma.. ini syasa.. " jawab syasa di iringi isak tangis nya
" mana dewa.. " tanya bu dita dengan nafas yang sudah tidak teratur.
" iya oma.. dewa ada disini " dewa pun mendekat ke arah bu dita dan berdiri di samping syasa dan sedikit membungkuk
" dewa..oma ingin kalian menikah secepatnya, di hadapan oma sekarang, waktu oma sudah tidak banyak " ucap bu dita lirih menahan sakit nya
" oma.. jangan bicara seperti itu,oma pasti sehat lagi . " jawab syasa yang di iringi tangisnya
" Wina, Bram..nikahkan mereka sekarang, ini permintaan terakhir mama " ucap bu dita lirih pada Wina dan Bram yang ada di samping nya.
" iya ma.. Bram akan mempersiapkan semua nya " jawab Bram meyakinkan bu dita,
" ma.. mama pasti sehat lagi, jangan bicara seperti batu ma " ucap Wina dalam tangisanya
" cepat lah Bram " sambung bu dita dengan nafas tak teratur
sya apa kamu siap menikah sekarang demi oma ?" tanya Bram pada syasa memastikan ,syasa pun hanya mengangguk tanda mengiyakan " dan kamu dewa " sambung Bram lagi
" baik kalian tunggu disini papa dan Rendi akan mengurusnya sekarang, dan minta izin dokter dan petugas rumah sakit untuk meminta izin mengadakan acara pernikahan di ruangan ini sekarang " jelas Bram
" pa ..bagaimana dengan dokumen dewa, ini tidak mudah pa.. " ucap syasa pada Bram
" tenang lah..biar papa semua yang mengurus nya, masalah dokumen dan administrasi KUA bisa menyusul dan kamu dewa bisa gunakan cincin yang kamu berikan pada syasa kemarin sebagai mahar " jelas Bram pada syasa dan dewa agar tidak khawatir, " baik lah pa , papa pasti memberikan yang terbaik untuk syasa " sambung syasa.dan dewa hanya mengangguk
Bram dan Rendi orang kepercayaan keluarga Herman pun mengurusi semua keperluan untuk acara syasa dan dewa, mulai dari memanggil petugas KUA dan meminta izin pihak rumah sakit serta meminta beberapa perawat untuk membantu mempersiapkan tempat di ruang rawat bu dita, dan sudah pasti pihak rumah sakit dan KUA menyetujui nya karena semua orang tau siapa keluarga Herman kusuma dan keluarga sanjaya.
adik adik syasa setia menunggu di luar ruang perawatan, mereka belum mengetahui jika syasa dan dewa akan menikah secepat ini kecuali Putra yang sedari tadi menyimak pembicaraan orang dewasa di balik pintu namun sikapnya hanya biasa saja yang terpenting adalah sang oma, walaupun bukan oma kandang nya namun putra sangat menyayangi bu dita.
beberapa petugas rumah sakit nampak sibuk keluar masuk ke ruang rawat bu dita, tak lama Bram dan Rendi, serta dua petugas KUA pun datang. dan Bram langsung menghampiri bu dita.
" ma.. persiapan nya sudah selesai, apa mau di mulai sekarang, " ucap Bram lirih pada telinga bu dita, bu dita hanya mengedipkan matanya, " baik Pak kita mulai sekarang " ucap Bram pada petugas KUA.
" nak dewa dan non syasa siap " tanya sang Penghulu, dewa dan syasa hanya mengangguk, sembari melihat bu dita yang sedikit tersenyum, karena syasa dan dewa menikah tepat di depan bu Dita.
__ADS_1
"nak dewa jabatan tangan saya " perintah sang penghulu pada dewa, dewa pun menjabat nya
" saudara sadewa Balder bin Albert Balder saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan syasa pandita kusuma binti almarhum Alfin kusuma dengan mas kawan nya berupa cincin berlian 24 karat tunai " ucap sang penghulu,lalu di sambut dewa
" saya Terima nikah dan kawinnya syasa binti Alfin kusuma dengan mas kawin tersebut tunai " dengan satu tarikan nafas dewa mampu mengucapkan nya
" sah.. " ucap sang penghulu " sah.. jawab serentak semua orang yang ada di sana termasuk suster dan dokter, yang berkesempatan menyaksikan pernikahan sang cucu almarhum pengusaha ternama di Indonesia.
" pa.. tugas ku sudah selesai.. " ucap bu dita ketika ijab qobul selesai lalu ia menghembuskan nafas terakhir nya.
"oma... ! teriak syasa " bangun oma.. jangan tinggal kan syasa oma.. " panggil syasa pada bu dita dalam isak tangis nya
"dokter..! " teriak Bram pada dokter yang menangani bu dita agar segera memeriksa nya, dokter pun memeriksa nya dengan teliti.
" maaf nona, tuan, nyonya, nyonya dita sudah tiada " ucap dokter penuh kehati hatian
" dokter bohong kan.! tidak mungkin dok..! tolong periksa kembali dok! teriak syasa tak percaya sembari menangis dan semua orang pun menangis melihat betapa pilunya tangisan syasa.
" maaf nona, nyonya sudah tiada " Jawab dokter meyakinkan
tidak.. ! tidak mungkin..? oma.. oma bangun oma.. jangan tinggalkan syasa sendiri oma...! oma bangun.. " teriak syasa masih tak percaya
" sya tenang lah.. kamu harus menerima oma sudah tiada " ucap dewa pada syasa sembari merengkuh tubuh syasa yang tak melepaskan pelukan nya pada tubuh bu dita yang sudah tidak bernyawa
" dewa.. oma dewa.. oma.. " syasa pun berusaha melepaskan rangkulan dewa karena ingin memeluk bu dita
" oma..!! teriak syasa hingga tak sadarkan diri
" astaga.. syasa.. ! ucap Wina terkejut
" tuan nyonya baik nya anda keluar semua biar kami para suster segera mengurus jenazah nyonya Dita " ucap salah satu suster
" tuan dewa anda bisa membawa istri anda di ruangan sebelah " ucap sang dokter yang melihat dewa memapah syasa yang kini sudah sah menjadi istrinya, dewa pun membopong syasa ke ruangan sebelah di ikuti Wina dan adik adik nya, sedangkan Rendi menyelesaikan urusan pernikahan dewa dan syasa secara administrasi dengan petugas KUA yang belum sepenuhnya selesai dan lengkap.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
__ADS_1
Terima kasihππ