
kini syasa dan dewa serta Reyhan pun sudah kembali ke Indonesia, urusan pekerjaan di Jepang pun sudah selesai, syasa pun langsung menuju surabaya sedangkan Reyhan semetara berlibur terlebih dahulu atas izin dewa. sesampainya di rumah Bram dan Wina, syasa langsung mencari papanya. sedangkan dewa duduk di sofa ruang keluarga
" mbok siti papa mana " tanya syasa dengan ketidak sabarannya " tuan ada di ruang latihan non" jawab mbok siti sopan menunjukkan Bram ada diruang latihan bela diri " bagus.. " syasa pun langsung bergegas menyusul Bram diruang latihan yang tak jauh dari taman belakang.
" papa..! " teriak syasa dengan ekpresi kesal Bram pun berhenti dari latihannya bersama pengawal nya Alex. syasa pun berjalan menghampiri Bram
" syasa..! pasti anak ini akan mengamuk melihat ekpresi nya seperti itu, " Bram pun mengambil ancang ancang, benar saja syasa langsung menyerang papa nya, tentunya tidak secara brutal, masih dalam batas wajar dan seperti latihan.
" papa keterlaluan.. kenapa mama bisa hamil lagi " ucap syasa sembari menyerang Bram,
" kenapa.. ? mama istri papa " jawab Bram menjelaskan dan tangannya menangkis pukulan syasa.
" usia mama sudah tidak muda lagi pa.. " jawab syasa sembari menyerang Bram terus menerus . dan akhirnya Bram berhasil mengunci tangan syasa,
" tidak biasanya kamu kalah lebih cepat sayang em.. pasti kamu lelah di buat dewa hah " ucap Bram mengoda syasa blush wajah syasa berubah merah seperti tomat karena malu
" papa.. "! teriak syasa menahan malu dan berusaha melepas kuncian tangan nya Bram pun tertawa lepas dan melepas kuncian tangan syasa
" ternyata anak papa benar benar sudah dewasa " mengusap lembut rambut syasa
" tapi syasa masih merasa anak kecil pa di hadapan papa, " jawab syasa lirih dan menunduk malu , Bram pun hanya tertawa
__ADS_1
" ayo papa tau maksud mu " Bram pun menyuruh syasa naik ke punggung nya dan menggendong nya di belakang seperti anak kecil dan membawanya menuju ke dalam
tanpa di sadari syasa dan Bram, Wina dan dewa memperhatikan ayah dan anak itu dari ambang pintu.
" ma.. apa syasa kalau marah sama papa seperti itu " tanya dewa penasaran
" yah.. mereka memang seperti itu, setelah itu , papanya akan menggendong nya di belakang, syasa memang manja dari kecil sama papanya, tidak ada jarak antara mereka, walau pun syasa tau jika ia bukan anak kandung papanya, tapi ia tumbuh bersama papanya dari usia empat tahun kurang" jelas Wina . sembari menyambut Bram dan syasa
" syasa.. ini terakhir papa gendong kamu, papa udah tua.. " ucap Bram " papa sudah tau tua kenapa papa masih menambah anak lagi " jawab syasa santai sembari masuk kedalam dan menuju lemari pendingin untuk mencari minuman segar
" anak itu.. " ucap Bram seraya tertawa kecil, " sudah lah anak mu memang seperti itu " sambung wina,
" sudah selesai pa.. rencana dewa akan membangun perusahaan di Indonesia " jawab dewa dan mengikuti langkah Bram masuk kedalam, lalu mereka duduk di ruang keluarga. tak lama syasa pun bergabung dan duduk di samping dewa dan memberikan dewa minuman dingin.
" dewa ini untuk mu.. " ucap syasa sembari memberikan minuman dingin pada dewa
" Terima kasih " Jawab dewa
" syasa kenapa kamu masih memanggil dewa dengan sebutan nama, " ucap Wina keheranan
" lantas aku harus memanggilnya apa ma " jawab syasa
__ADS_1
" mas, kak, abang atau apalah " seketika syasa terkekeh. " ma wajah dewa ini mix indo ma ..gak cocok di panggil mas " jawab syasa diiringi gelak tawa nya, dewa pun hanya tertawa kecil mendengar nya.
" aku lebih suka di panggil nama ma.. tidak apa apa usia kami terpaut 8 tahun. " jelas dewa .
" oh.. mama baru tau jika usia mu 29 tahun dan syasa 22 tahun, " ucap Wina " sya.. kamu tidak menunda kehamilan kan? tanya Wina
" tidak ma.. syasa juga ingin punya bayi, tapi mama sudah mendahului ku, menyebalkan " ucap syasa, dewa dan Bram pun hanya tertawa mendengar nya
"sudah ma syasa mau kekamar, oh ya oma dan opa mana pa " ucap syasa menanyakan PakK Bima dan bu mila
" oma sama opa sedang ada kunjungan di panti asuhan milik oma mu, " jelas Bram
" oh.. ya sudah syasa mau istirahat, dewa kamu mau tetap di sini atau ikut aku ke kamar " ajak syasa, " ya sudah ayo, aku juga mau istirahat "
pa.. ma.. dewa istirahat dahulu, " pamit dewa pada Bram dan Wina, Bram dan Wina pun hanya mengangguk.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like, komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1