Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 87


__ADS_3

πŸ”Έmalam hari


" mas.. apa mas masih sibuk dengan pekerjaan " tanya Wina yang sedari tadi berjalan kesana kemari di depan Bram dan menahan kontraksi perut nya, sedangkan Bram masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya,


" sedikit lagi sayang.. ' ucap Bram yang masih fokus di layar leptop


" mas.. aku sudah tidak tahan.. " ucap Wina yang meringis menahan sakit dan duduk di sofa ruang keluarga


" tidak tahan apa sayang, bukankah semalam sudah eum.. " ucap Bram yang masih fokus di layar leptop nya


" aku mau melahirkan mas, bukan yang itu.. " teriak Wina yang menahan sakit sembari mengusap perutnya.


" astaga..maaf sayang..ayo kita ke rumah sakit, " ucap Bram sembari menuntun Wina


" Alex siap kan mobil " terik Bram pasar sopir nya, alex yang mendengar teriakan sangat majikan pun bergegas menyiapkan mobil di depan rumah


" mbok siti,.. " Teriak Bram sekali lagi..


" ya tuan.. " jawab mbok siti sembari berlari menghampiri Bram


" ambilkan tas di kamar di sebelah tempat tidur, dan ayo ikut ke rumah sakit " perintah Bram


" baik tuan.. " jawab mbok siti panik


" aku sudah tidak tahan mas.. " jawab Wina Bram langsung membohongi Wina dan masuk ke mobil dan sopir pun melajukan mobil nya menuju rumah sakit

__ADS_1


πŸ”Έ


" apa pa.. mama sudah melahirkan.. " ucap syasa yang mendapat telepon dari Bram


" iya sayang.. adik mu laki-laki " ucap Bram di balik telepon


" mama bagaimana pa.. ? " tanya syasa khawatir


" mama masih belum sadarkan diri, karena pengaruh obat bius " jelas Bram


" iya pa.. tapi syasa tidak bisa ke sana karena usia kandungan syasa sudah 7 bulan " ucap syasa sedih


" iya tidak apa apa.. nanti biar papa dan mama yang ke jakarta kalau kamu sudah melahirkan " ucap Bram


" dewa.. mama sudah melahirkan , bayinya laki laki " ucap syasa memberi tau dewa


"syukur lah, dan bagaimana keadaan mama "


" mama masih belum sadar kan diri, karena pengaruh obat bius " jelas syasa yang duduk di samping dewa


" aku harap ini benar benar yang terakhir mama melahirkan " ucap syasa


" jika mama masih bisa, kenapa tidak.. " jawab dewa bercanda


" dewa.. mama sudah 45 lebih bahkan 2 bulan lagi 46 " ucap syasa menjelaskan

__ADS_1


" papa mu terlalu bersemangat hingga banyak anak " Seloroh dewa


" iya seperti kamu.. tapi aku tidak mau mempunyai anak sebanyak Mama dan papa, itu sungguh merepotkan jika menangis bersamaan huueh.." jelas syasa mengenang masa masa adik adiknya masih kecil


" iya sayang.. " ucap dewa dan langsung merangkul syasa.


πŸ”Έ


" sasmi.. maafkan aku selama kita menikah, aku belum pernah mengajak mu berlibur dan bahkan sampai kamu mengandung dan melahirkan Siena aku belum pernah mengajak mu jalan jalan ke suatu tempat " ucap Bryan saat berada di kamar dan berbaring di tempat tidur dan saling berhadapan


" Bryan.. aku tidak membutuhkan itu semua, yang aku butuhkan cinta dan kasih sayang mu tanpa terbagi, aku tau selama kita menikah hati mu tidak ada tempat untuk ku "


" maaf sasmi.. aku akan terus belajar mencintaimu, melihat pengorbanan mu melahirkan Siena, aku merasa sangat bersalah pada mu " ucap Bryan lalu menarik sasmi ke pelukan nya dan mencium keningnya


" Bryan... " ucap sasmi yang membalas pelukan Bryan.


" aku mencintaimu.. " ucap sasmi sekali


" aku juga mencintai mu sasmi " ucap Bryan lalu mencium kening sasmi


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Terima kasih πŸ˜˜πŸ˜πŸ’ž


vote like komen

__ADS_1


__ADS_2