
πΈmalam hari
" mas.. apa mas masih sibuk dengan pekerjaan " tanya Wina yang sedari tadi berjalan kesana kemari di depan Bram dan menahan kontraksi perut nya, sedangkan Bram masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya,
" sedikit lagi sayang.. ' ucap Bram yang masih fokus di layar leptop
" mas.. aku sudah tidak tahan.. " ucap Wina yang meringis menahan sakit dan duduk di sofa ruang keluarga
" tidak tahan apa sayang, bukankah semalam sudah eum.. " ucap Bram yang masih fokus di layar leptop nya
" aku mau melahirkan mas, bukan yang itu.. " teriak Wina yang menahan sakit sembari mengusap perutnya.
" astaga..maaf sayang..ayo kita ke rumah sakit, " ucap Bram sembari menuntun Wina
" Alex siap kan mobil " terik Bram pasar sopir nya, alex yang mendengar teriakan sangat majikan pun bergegas menyiapkan mobil di depan rumah
" mbok siti,.. " Teriak Bram sekali lagi..
" ya tuan.. " jawab mbok siti sembari berlari menghampiri Bram
" ambilkan tas di kamar di sebelah tempat tidur, dan ayo ikut ke rumah sakit " perintah Bram
" baik tuan.. " jawab mbok siti panik
" aku sudah tidak tahan mas.. " jawab Wina Bram langsung membohongi Wina dan masuk ke mobil dan sopir pun melajukan mobil nya menuju rumah sakit
__ADS_1
πΈ
" apa pa.. mama sudah melahirkan.. " ucap syasa yang mendapat telepon dari Bram
" iya sayang.. adik mu laki-laki " ucap Bram di balik telepon
" mama bagaimana pa.. ? " tanya syasa khawatir
" mama masih belum sadarkan diri, karena pengaruh obat bius " jelas Bram
" iya pa.. tapi syasa tidak bisa ke sana karena usia kandungan syasa sudah 7 bulan " ucap syasa sedih
" iya tidak apa apa.. nanti biar papa dan mama yang ke jakarta kalau kamu sudah melahirkan " ucap Bram
" dewa.. mama sudah melahirkan , bayinya laki laki " ucap syasa memberi tau dewa
"syukur lah, dan bagaimana keadaan mama "
" mama masih belum sadar kan diri, karena pengaruh obat bius " jelas syasa yang duduk di samping dewa
" aku harap ini benar benar yang terakhir mama melahirkan " ucap syasa
" jika mama masih bisa, kenapa tidak.. " jawab dewa bercanda
" dewa.. mama sudah 45 lebih bahkan 2 bulan lagi 46 " ucap syasa menjelaskan
__ADS_1
" papa mu terlalu bersemangat hingga banyak anak " Seloroh dewa
" iya seperti kamu.. tapi aku tidak mau mempunyai anak sebanyak Mama dan papa, itu sungguh merepotkan jika menangis bersamaan huueh.." jelas syasa mengenang masa masa adik adiknya masih kecil
" iya sayang.. " ucap dewa dan langsung merangkul syasa.
πΈ
" sasmi.. maafkan aku selama kita menikah, aku belum pernah mengajak mu berlibur dan bahkan sampai kamu mengandung dan melahirkan Siena aku belum pernah mengajak mu jalan jalan ke suatu tempat " ucap Bryan saat berada di kamar dan berbaring di tempat tidur dan saling berhadapan
" Bryan.. aku tidak membutuhkan itu semua, yang aku butuhkan cinta dan kasih sayang mu tanpa terbagi, aku tau selama kita menikah hati mu tidak ada tempat untuk ku "
" maaf sasmi.. aku akan terus belajar mencintaimu, melihat pengorbanan mu melahirkan Siena, aku merasa sangat bersalah pada mu " ucap Bryan lalu menarik sasmi ke pelukan nya dan mencium keningnya
" Bryan... " ucap sasmi yang membalas pelukan Bryan.
" aku mencintaimu.. " ucap sasmi sekali
" aku juga mencintai mu sasmi " ucap Bryan lalu mencium kening sasmi
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Terima kasih πππ
vote like komen
__ADS_1