Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 65


__ADS_3

surabaya


" dewa aku mencintaimu.. jangan pernah meninggalkan ku , aku mencintaimu dewa.. " ucap syasa dalam tidur nya, dewa yang mendengar istrinya mengigau hanya tersenyum dan memeluk erat syasa


" aku juga mencintai mu sayang " ucap dewa lalu mengecup puncak rambut syasa.


tak terasa pagi menjelang, dewa dan syasa bangun dan segera mandi lalu subuh bersama. setelah nya syasa turun untuk membuatkan jus buah untuk suaminya. sedangkan dewa olahraga di taman belakang.


" pagi sayang.. " sapa Wina setelah sampai di dapur untuk membuatkan kopi Bram


" pagi ma.. " jawab syasa diiringi senyum manisnya


" kamu membuat apa sya " tanya Wina karena syasa terlihat kerepotan,


" jus apel ma untuk dewa " jelas syasa sembari tangan nya memotong buah apel


" tidak biasanya, bukannya suami mu suka capucino "


" aku yang melarang nya minum minuman yang mengandung kafein ma.. dan aku menganti nya dengan jus "jelas syasa diiringi senyum,


" andai papa mu juga mau meninggalkan kopi hitam nya "sambung Wina sambil membuat kopi untuk Bram


" papa sudah kecanduan kafein ma " jawab syasa lalu tertawa kecil


" ma syasa antarkan jus untuk dewa dulu " ucap syasa lalu berlalu meninggalkan Wina dan menuju ke taman belakang,


dilihat nya dewa sedang pushup, syasa pun menghampiri dan duduk bersila di depan dewa.


" apa kurang pushup tadi malam " ucap syasa santai dan memperhatikan dewa


" kamu sengaja mengoda ku em. " ucap dewa lalu berhenti dari pushup nya dan duduk di hadapan syasa " sedikit " ucap syasa lalu tertawa.


" ini aku buatkan jus apel " ucap syasa sambil menyodorkan segelas jus apel pada dewa

__ADS_1


" Terima kasih sayang.. " ucap dewa dan tersenyum lalu meminum jus nya


" dewa.. nanti jam 9 kita pulang ke Jakarta " ucap syasa sembari mengusap keringat dewa yang ada di dahi menggunakan telapak tangan nya.


" aku sebenarnya masih betah disini, karena ada adik adik kamu yang yang mengemaskan terutama Bianca. " jawab dewa


" aku juga dewa tapi aku ada meeting jam 1nanti, " jelas syasa sembari mengalungkan ke dua tangan nya di leher dewa, dewa hanya tersenyum


" tadi malam kamu mengigau " ucap dewa sembari memegang tangan syasa


" mengigau.. ? tanya syasa penasaran


" dewa..aku mencintaimu, jangan pernah meninggalkan ku, aku mencintaimu dewa " ucap dewa meniru kan syasa mengigau


" benarkah " ucap syasa malu dan menunduk


" kenapa.. ? " tanya dewa


" itu artinya kamu memang benar-benar mencintai ku sampai terbawa mimpi " jawab dewa lalu mencium sekilas bibir syasa.


" aku memang mencintaimu dewa, jangan pernah meninggalkan aku, " ucap syasa sembari menatap lekat mata dewa


" itu tidak akan pernah aku lakukan sayang " jawab dewa menyakinkan lalu mencium bibir syasa dan syasa pun membalas nya


" I Love you " ucap dewa setelah melepaskan ciuman nya dan kening mereka saling menyatu


" I Love you too " ucap syasa lirih dan tersenyum.


tanpa mereka sadari dari kejauhan Bram dan Wina memperhatikan mereka.


" mas rasanya menemukan diri mas di dalam diri dewa " ucap Bram sembari memeluk Wina dari belakang


"anak muda memang seperti itu mas apa lagi mereka belum ada dua minggu menikah, pasti sedang panas panas nya, dalam hal rasa cinta apa lagi ranjang. " jawab Wina lalau menatap Bram sekilas

__ADS_1


" mas yang sudah tua saja tidak mau lepas dari ku dan selalu membuat ku kewalahan " sambung Wina lagi


" karena aku mencintaimu sayang.. kalau tidak mana mungkin ada 6 anak yang lahir dari rahim mu bahkan di rahim mu sudah ada lagi calon anak ku " ucap Bram dan mencium gemas pipi Wina


" kamu terlalu banyak memberi ku anak mas.. " ucap Wina lalu menghadap kearah Bram


" karena aku hanya ingin kamu yang menjadi ibu dari anak anak ku " lalu Bram mencium bibir Wina,


tanpa Bram dan Wina sadari putra melihat nya.


" astaga papa.. apa tidak ada tempat lain untuk melakukan nya, apa harus di sini " Bram pun hanya bersikap santai namun Wina menjadi salah tingkah


" ada perlu apa, tidak biasanya kamu menghampiri mama dan papa sepagi ini " ucap Bram santai


" putra minta tanda tangan persetujuan papa, putra ingin ikut ujian akhir kelulusa tahun ini, " ucap putra sembari memberikan surat, dan Bram pun menandatangani nya


" apa.. bukan kah kamu baru kelas satu SMA sayang.. " jawab Wina sedikit terkejut


" kak syasa bisa melakukan nya kenapa aku tidak " jawab putra dingin lalu mengambil kertas dari tangan Bram


" anak itu.. tidak jauh beda dari kakaknya, ambisius.. " ucap Wina sedikit geram


" sudahlah.. mas yakin putra bisa " jawab Bram meyakinkan Wina


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


yang rindu Bram, Wina buka episode 63,


ada cast nya scroll saja ke bawah


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2