Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 34


__ADS_3

London..


satu bulan setelah kematian pak Herman, satya dan Nindy beserta anak anaknya pun kembali ke London,sedang kan bu dita ikut bram dan Wina ke Surabaya.


sedangkan syasa semakin sibuk dengan tugas akhir kuliah nya. di tambah lagi harus menghendel perusahaan yang ada di London itu membuatnya semakin bertambah sibuk, terkadang pesan Bryan pun ia abaikan,dan begitu sebaliknya, pesan syasa di abaikan Bryan.


seperti saat ini ia di buat emosi oleh Wisnu dan staf kantor nya.


syasa: " saya sudah katakan, jangan sepihak mengambil keputusan ! , kalian semua harus saling kerja sama dengan tim kalian masing-masing, jika sudah begini fatal akibatnya. !! " syasa pun menggebrak meja dan memandang satu satu Staf kantor nya


syasa: " Wisnu..., beri arahan mereka, aku sudah pusing memikirkan kinerja mereka yang seperti ini, kalian boleh keluar dari ruangan ku " memijit pelipis nya


Wisnu: " baik nona., ayo kalian ikut ke ruangan ku " Wisnu dan para staf kantor lainnya pun keluar dari ruangan syasa.


syasa pun duduk dan merebahkan punggung nya di sandaran kursi kerja nya, dan memutar kursi nya menghadap keluar jendela, syasa pun memejamkan mata nya, tanpa di sadari syasa, ada seseorang yang masuk keruangan nya, siapa lagi kalau bukan dewa, yang memang ada keperluan pekerjaan yang harus di bahas dengan syasa. di lihat nya syasa sedang duduk dan memejamkan mata, ia pun memandang wajah syasa dan tersenyum,


syasa pun masih memejamkan matanya dan belum menyadari kedatangan dewa yang berdiri di samping nya. entah apa yang ada dalam pikiran syasa sehingga ia menyebut nama dewa


syasa: " dewa.. andai kamu ada di sini.. " seketika ia pun menyadari akan ucapan nya, dewa yang mendengar pun pura-pura tidak mendengar apapun dan hanya tersenyum


syasa: " astaga kenapa aku menyebut namanya " membuka matanya dan melihat dewa ada di samping nya


syasa: " astaga.. dewa apa kamu sudah lama berdiri di samping ku " melihat ke arah dewa


dewa: " tidak.. aku baru sampai "


syasa: " katakan ada perlu apa..? " membuang pandangan nya


dewa: " ini berkas yang kamu minta kemarin " menyerahkan map pada syasa


syasa: " Terima kasih.. " tersenyum


dewa: " kalau begitu aku permisi " melangkah keluar


syasa: " dewa tunggu.. ! "


dewa: " ya.. ? " membalikkan badan nya


syasa: " apa sekarang ini kamu sibuk.. ? "


dewa: " sedikit.. kenapa? "


syasa: " aku butuh bantuan mu, "


dewa: " bantuan apa? "


syasa: " ini menyangkut tugas akhir kuliah ku" "


dewa: " oh.. ya bisa tapi jangan sekarang, aku masih ada sedikit pekerjaan kantor " wajah syasa pun nampak kecewa


syasa: " oh.. ok.. mungkin sore saja " menunduk,


dewa: " jika memang kamu butuh bantuan ku sekarang, baik lah , pekerjaan ku bisa aku tunda, "

__ADS_1


syasa: " em.. jangan, pekerjaan kantor mu lebih penting. "


dewa: " sya.. ayo.. "


syasa: " baik lah.. "


dewa: " kamu ingin mengerjakan dimana "


syasa: " disini.. " syasa pun menuju sofa, dewa dan syasa duduk berdampingan di sofa, syasa meletakkan leptop nya di meja


dewa: " apa yang tidak kamu mengerti? "


syasa pun memberikan tahu apa yang tidak ia pahami, dan Bryan pun menjelaskan apa yang tidak syasa pahami, syasa pun sangat serius mendengarkan penjelasan dewa, dan ia pun mengetik nya di leptop nya,


selang dua jam tugas kuliah syasa selesai, tak terasa perut mereka pun sudah berdemo minta segera di isi.


syasa: " dewa Terima kasih bantuan mu dan maaf aku sudah mengambil jam kantor mu "


dewa: " tidak masalah, sekarang giliran ku meminta tolong "


syasa: " apa.. ?


dewa: " tolong temani aku makan, aku sudah sangat lapar, karena kita sudah melewatkan jam makan siang "


syasa: " astaga.. jadi kamu menahan lapar demi aku, em..baik lah.. ayo..biar aku yang mentraktir mu, sebagai ungkapan Terima kasih sudah membantu ku " tersenyum


dewa dan syasa pun keluar dari ruangan syasa, dan menuju sebuah restaurant Jepang.


dewa: " ayo makan.. jangan melihat ku seperti itu " sembari mengunyah makanan nya


batin syasa: " dewa 10 bulan aku mengenal mu, kamu sudah tau banyak tentang ku, warna favorit ku, hobby ku, makan yang membuat ku alergi, film favorit ku, dan hal hal yang aku benci pun kamu mengetahui nya sedangkan Bryan tidak mengetahui nya, Bryan hanya tau makanan kesukaan Ku saja. " memandang wajah dewa yang sedang asyik menyantap makanan nya


dewa: " sya.. "


syasa: " hem.. "


dewa: " bagaimana hubungan mu dengan Bryan ? "


syasa: " masih baik.. , tapi akhir akhir ini dia mengabaikan pesan pesan ku.. entahlah mungkin dia sedang sibuk di tambah lagi perbedaan jam di sini dan di Indonesia. "


dewa: " ya mungkin dia sibuk, sabar saja.. "


syasa: " hem.. "


dewa: " ayo habiskan makanan mu "


syasa: " iya.. " syasa pun menghabiskan makanan


setelah selesai makan siang mereka pun keluar dari restauran,


dewa: " sya.. ini yang terakhir kamu mentraktir ku "


syasa: " kenapa.. ? "

__ADS_1


dewa: " harga diri ku jatuh sebagai pengusaha ternama di London haha.. "


syasa: " harga diri mu tidak akan jatuh dewa hanya karena gadis cantik ini mentraktir mu haha " menepuk pundak syasa


tiba tiba dewa mendapat telfon dari Frans, orang kepercayaan nya


dewa: " sya.. sebentar.. ada telfon.. " sedikit menjauh dari syasa


syasa: " iya.. "


dewa: " ada apa Frans.. "


Frans: " tuan sekarang berada dimana, apa nona syasa ada bersama tuan "


dewa: " syasa ada bersama ku, kami baru saja keluar dari restauran Jepang tak jauh dari kantor syasa, kenapa.. ? "


Frans: " tolong tuan segera menjauh dari restauran tersebut, musuh musuh anda mengincar nona syasa.. saya dan orang orang tuan akan segera ke lokasi tuan sekarang "


dewa: " apa..!? baik " melihat sekitar, dan mematikan ponsel nya


dari kejauhan dewa melihat seseorang yang mengincar syasa dengan pistol.


" dor... "


dewa: " syasa..!! awas " menarik syasa kepelukan nya dan mendekap syasa , dan tembakan orang tersebut mengenai lengan dewa, dewa dan syasa pun terjatuh secara bersamaan, dan orang orang di sekitar pun berhamburan menyelamatkan diri masing-masing.


dewa pun tak tinggal diam ia mengambil pistol yang selalu ia bawa, tentunya sudah memiliki izin dari kepolisian setempat. Dewa pun mengarahkan pistol nya ke orang tersebut dan membalas tembakan nya, namun orang tersebut sudah melarikan diri


sedangkan syasa syok dan hanya diam di pelukan dewa, dan meneteskan air mata hingga suara dewa menyadarkan nya


dewa: " sya.. kamu tidak apa apa.. ? "


syasa: " tidak dewa.. apa yang terjadi ? kenapa ada orang yang menembaki kita ? dan lengan kamu.. astaga.. apa kamu tertembak.. ? " menyentuh darah yang mengalir dari lengan dewa


dewa: " tidak apa apa... yang penting kamu selamat "


syasa: " aku.. ? selamat... ? maksud kamu? "


dewa: " mereka mengincar mu ? "


syasa : " apa.. ? " tiba-tiba Frans dan orang orang nya menghampiri dewa dan syasa


Frans: " tuan, nona apa anda tidak apa apa "


syasa: " Frans, tuan mu tertembak, bawa segera ke rumah sakit, dan dewa aku minta penjelasan mu nanti " berdiri dan membantu dewa,


mereka pun menuju rumah sakit, untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan dewa.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote, like, komen,


Terima kasih 😘💕

__ADS_1


mohon maaf jika komen nya tidak author balas ya, author kadang bingung mau balas apa, author berterima kasih, sudah dukung author semoga author sehat dan kalian semua sekeluarga sehat, aamiin 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2