
acara resepsi pun tiba, dan hanya tamu penting saja yang hadir dan keluarga besar kedua mempelai. syasa masih berdandan dan menggunakan gaun nya, ia memilih untuk berdandan sendiri, dan di bantu Agnes kakak ipar nya.
" sudah selesai, kamu memang cantik sya, pantas saja dewa tergila gila pada mu " ucap Agnes saat selesai membantu syasa berdandan,
" kakak bisa saja " jawab syasa dan tersenyum malu
" kalau begitu kakak turun menyusul Reyhan, dewa juga sudah menunggu mu di bawah tunggu nama mu di panggil ok " ujar Agnes
" ok.. " jawab syasa singkat, lalu Agnes pun turun, dan tinggal lah syasa sendiri di kamar nya.
" sayang.. hari ini harus kuat ya, lihat lah papa mu begitu tampan, dan mama mu ini juga sangat cantik, " ucap syasa berbicara dengan perutnya dan mengusap nya sembari melihat keluar jendela kamar dan melihat dewa dan yang lainnya. lalu syasa pun duduk di tempat tidur menunggu ia di panggil, dan ia pun selalu mengusap perutnya yang sudah masuk 3 bulan.
tiba tiba ada yang masuk dan mengunci pintu kamarnya,
" dewa.. " ucapnya tanpa melihat ke arah pintu
" apa kamu menjemput ku sekarang " ucap syasa yang masih belum melihat kearah pintu
" Bryan..! " Ucap nya saat ia sudah menoleh ke arah pintu, sontak ia pun berdiri dari duduk nya
" syasa.. " ucap Bryan lirih
" Bryan.. apa yang kamu lakukan di kamar ku, dan dari mana kamu tau aku mengadakan resepsi di sini, hah.. aku tidak mengundang mu " ucap syasa takut
" syasa katakan sekali lagi jika kamu sudah tidak mencintai ku " ucap Bryan sembari mendekat ke arah syasa
" Bryan.. aku sudah berulang kali mengatakan pada mu, aku sudah tidak mempunyai rasa apapun pada mu " jawab syasa tegas namun sedikit takut karena Bryan terus mendekati
" aku masih mencintaimu sya.. aku masih sangat mencintaimu " jawab Bryan dan berusaha meraih tangan syasa
" cinta..? ceh.. cinta mu bulshit Bryan " ucap syasa emosi
" kamu tahu satu tahun sejak kita putus hubungan, aku terpuruk, kamu tidak tau betapa sakitnya hati ku, kamu tidak tau berapa kali aku masuk rumah sakit , kamu tidak tau hampir setiap saat aku menangis di kantor, kamu tidak tau betapa sakitnya hatiku saat melihatmu berjalan dengan sasmi, hah..! sampai aku berharap kamu datang dan mengajak ku kembali, tapi apa kamu tidak pernah datang selama satu tahun itu, hanya untuk sekedar bertanya kabar ku saja, tidak kamu lakukan, dan saat meeting pun kamu hanya diam dan berbicara tentang pekerjaan saja, padahal kamu tau dulu aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu " jelas syasa panjang lebar dan menetes kan air matanya
" sya tapi waktu itu aku melihat mu baik baik saja, " kilah Bryan
" terlihat baik,iya karena aku tidak mau oma menghawatirkan ku ? " ucap syasa yang terus menghindari Bryan
" syasa izin aku memeluk mu sekali lagi, untuk yang terakhir kali, " pinta Bryan dan berusaha mendekati syasa.
__ADS_1
" Bryan mundur.. pergi.. menjauh dari ku, pergi.. dewa...! dewa tolong..!!!'teriak syasa,
reflek Bryan pun membukam mulut syasa dengan tangan nya
" syasa..!! ucap dewa saat mendengar sayup-sayup suara syasa meminta tolong dan melihat jendela, terlihat tangan syasa melambai-lambai.
"syasa..!! teriak dewa lalu berlari menuju kedalam dan di ikuti reyhan dan Bram yang juga melihat tangan syasa melambai-lambai
dan semua tamu undangan pun terkejut melihat dewa dan Bram serta Reyhan berlari menuju ke dalam
" syasa.. !! " teriak dewa di anak anak tangga
" dewa.. !! " ucap syasa saat bungkam tangan Bryan terlepas, lalu Bryan mencium kening syasa dan memeluk nya
" aku mencintaimu sya " bisiknya
" syasa... !! " panggil dewa dari balik pintu, namun suara erangan syasa yang terdengar karena mulut syasa di bungkam kembali
" brakkk " suara pintu terbuka karena di dobrak dewa
" brengsek.. !! seketika dewa menghajar Bryan tanpa ampun, syasa pun berlari ke arah Bram dan memeluk papa nya
" kamu dan syasa sudah mempunyai kehidupan masing masing, jangan pernah lagi mengganggu kehidupan kami, syasa sudah bahagia bersama ku " ucap dewa, " bukkk " akhirnya Bryan pun tersungkur
" dewa cukup.. !!" ucap syasa dalam isak tangis nya dewa pun berhenti menghajar Bryan dan menghampiri syasa
" dewa.. " ucap syasa lalu memeluk dewa
" Reyhan urus dia " perintah dewa pada Reyhan agar mengamankan Bryan
" baik tuan " ucap Reyhan dan langsung menghampiri Bryan
"Reyhan tunggu " ucap syasa lalu menghampiri Bryan
"plak.. " syasa pun menampar Bryan
" itu untuk rasa sakit ku " ucap syasa, " plak" syasa menampar Bryan sekali lagi " itu untuk hari ini kamu merusak acara penting dalam hidup ku, aku bisa saja menghajar mu, tapi aku sedang mengandung, jika tidak aku sudah menghabisi mu " ucap syasa emosi
" Reyhan, bawa dia pastikan dia sampai di rumah nya, dengan baik, istri nya sedang mengandung, suruh Rendi untuk mengantarkan nya " perintah syasa pada Reyhan. Reyhan pun langsung menyeret Bryan
__ADS_1
" sayang kamu tidak apa apa.. " ucap dewa khawatir
" tidak dewa.. " ucap syasa tersenyum
" pa.. turun lah tolong tinggal kan kami berdua saja, mama pasti khawatir, tolong jelaskan pada mereka, aku baik baik saja "
" baik lah, tenang kan dirimu dahulu, nanti biar papa yang menjelaskan " ucap Bram
" pa.. boleh syasa memeluk papa sebentar? " ucap syasa
" tentu sayang.. kemari lah.. " ucap Bram dan merentangkan tangan nya
" papa.. , " ucap lirih syasa di iringi isak tangis nya, " aku merindukan pelukan papa, papa dulu yang sering melindungi ku, dan sekarang syasa sudah mempunyai kehidupan sendiri, syasa pasti merindukan masa masa itu pa " ucap syasa dalam pelukan Bram
" sudah jangan menangis, sekarang yang menjaga diri mu adalah dewa , bukan kah kamu menginginkan suami seperti papa, bisa melindungi mu, dan mencintai satu wanita em.. dewa orang nya sayang, dia sangat mencintaimu " ucap Bram dan mencium kening syasa lalu melepaskan pelukan nya
" sudah, tenangkan diri mu, papa tunggu kalian di bawah " ucap Bram dan mengusap rambut syasa, lalu turun ke bawah .
" dewa.. ! " ucap syasa lalu menghambur di pelukan dewa
" sayang.. Maafkan aku, sudah lalai menjaga mu "
" tidak.. kamu menjaga ku dengan sangat baik, em kalau begitu aku akan bersiap, dandan ku sudah berantakan, " ucap syasa
" ok, dandanlah secantik mungkin, aku akan menunggu mu di sini " ucap dewa sembari menepuk tempat tidur
Reyhan - agnes
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih 😘💕
__ADS_1