
kantor syasa
dua minggu sudah berlalu, bukti yang ia minta dari Rendi pun ia dapat kan, namun ia belum bisa mengungkapkannya atau membukanya di depan Bryan. ia simpan rapat rapat rasa kecewa nya pada Bryan saat mengetahui masa lalu Bryan, dan dalam dua minggu itu Bryan hanya datang tiga kali
syasa memasuki kantor nya dengan langkah pasti, syasa sangat profesional dalam pekerjaannya , ia bisa menyembunyikan kesedihannya dalam ketegasannya, tidak ada yang menyangka, jika aura dingin dan sikap tegasnya ada rasa kesedihan yang ia simpan.
ia pun masuk kedalam ruangan nya, ia bekerja seperti biasanya, menyelesaikan pekerjaan lebih cepat karena ia ingin segera pulang dan menemani sang oma di rumah,
syasa: " aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ku " Gumam nya pada diri nya sendiri
tak terasa jam makan siang pun tiba, ia memilih untuk pulang karena pekerjaan nya sudah ia selesaikan dengan cepat.
di perjalanan pulang, ia tidak sengaja melihat Bryan dengan seorang wanita, dan anak kecil sekitar umur dua tahun, di sebuah parkiran pusat perbelanjaan,
syasa: " Bryan.. " sontak bulir mata syasa mengalir deras
batin syasa: " seharusnya dulu aku mau mendengar cerita masa lalu mu , aku yang bodoh, "mengusap air mata nya
sang sopir pun heran kenapa sang nona, menangis, namun hadi memilih diam tidak berani menanyakan. lalu syasa mencoba menghubungi Bryan
syasa: " hallo Bryan.. " ucap nya lembut
Bryan: " ya sya.. ? "
syasa: " nanti malam bisa datang ke rumah, ada yang ingin aku bicarakan soal hubungan kita "
Bryan: " bagaimana kalau sore saja, setelah aku pulang dari kantor, "
syasa: " ya sudah terserah kamu saja, aku tunggu "
Bryan: " iya.. pasti " menutup telfon nya
syasa: " kenapa selalu terburu-buru menutup telfon nya " meneteskan airmata nya
tak lama ia pun sampai di rumah, lalu menemui sang oma dan makan siang bersama, lalu seperti biasa syasa mengantarkan bu Dita ke kamar untuk tidur siang, setelah itu ia keluar dan menuju kamar nya, ia pun merebahkan tubuh nya di atas kasur tak terasa bulir-bulir mata nya mengalir
syasa: " dewa.. kamu dimana..? aku merindukan duduk santai dengan mu sembari menikmati susu coklat dan cappucino kesukaan mu, sembari membahas pekerjaan " mengusap air mata nya
syasa: " dewa... apa kamu mau menghajar seseorang untuk ku.. " semakin deras air mata syasa
tak terasa syasa pun tertidur hingga Bryan datang kerumah nya, lalu bu Dita menyuruh Bryan untuk menemui nya langsung di kamar syasa
__ADS_1
Bryan: " sayang.. sudah sore ayo bangun " ucap Bryan lembut dan mengusap pipi syasa, syasa pun menggeliat dan membuka matanya
syasa: " Bryan.. " ucap nya lirih, sembari bangun dan tersenyum
syasa: " Bryan aku merindukan mu " memeluk Bryan, Bryan pun diam saja dan membalas pelukan syasa.
Bryan: " kamu ingin mengatakan apa " melepaskan pelukan syasa
syasa: " Bryan.. mandi lah dulu, jangan terburu "
Bryan: " sya.. aku tidak mempunyai banyak waktu, aku masih sibuk, "
syasa: " kenapa.. kamu berubah Bryan, kamu berubah dua bulan sebelum aku lulus kuliah di London, kamu sering mengabaikan pesan ku, sekarang pun kamu mengabaikan ku, "
Bryan: " sya.. bukan seperti itu aku memang benar benar sibuk.. "
syasa: " sibuk..! kamu sibuk dengan anak mu hah..! " Bryan pun terkejut mendengar penuturan syasa,
syasa: " kenapa.. !? kamu terkejut, ? aku sudah mengetahui semuanya Bryan,
seharusnya aku mencari tahu masa lalu dari awal, " sembari melempar bukti bukti yang di dapat dari Rendi dan Bryan pun melihat nya.
Bryan: " darimana kamu mendapat kan semua ini " melihat bukti bukti yang di dapat syasa berupa foto
Bryan: " sya.. aku juga baru mengetahui 3 bulan terakhir ini " berdiri membelakangi syasa
Bryan: " satu tahun sebelum aku bertemu dengan mu, aku memang berbuat kesalahan dengan pacar ku, memang dulu dia hanya memanfaatkan uang ku aku tidak tau akan menjadi seperti ini "
syasa: " pacar mu sasmi maksud mu, ibu dari anak mu" Bryan pun membalikan badan nya, dan duduk kembali di hadapan syasa
Bryan: " maafkan aku sya.. tapi aku mencintaimu " memandang syasa
syasa: " jadi benar anak laki-laki yang berumur 2 tahun itu anak kamu? " Bryan hanya mengangguk
syasa: " lupakan cinta mu pada ku, kamu juga sudah menikahi sasmi diam diam,"
Bryan: " maafkan aku sya tapi bian juga butuh pengakuan dari ku "
syasa: " lantas bagaimana dengan hubungan kita !! , apa yang harus aku katakan sama mama, papa, oma, opa Bima dan oma mila hah..!! " ucap syasa penuh emosi dalam isak tangis nya
syasa :" kamu juga tahu jika aku sangat mencintaimu..aku sangat mencintaimu.. " ucap nya lirih dalam tangisan nya Bryan pun memeluk syasa,
__ADS_1
Bryan: " maaf kan aku.. aku juga sangat mencintai mu.. " mempererat pelukan nya tak lama syasa pun melepaskan pelukan Bryan, dan melepas cincin pertunangan nya dan memberikan nya pada Bryan
syasa: " Bryan.. aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, meski aku sangat mencintai mu "
Bryan: " sya... maafkan aku.. sebenarnya aku juga ingin menceritakan nya nanti dengan mu tapi kamu sudah mengetahui nya,aku lupa jika kamu gadis cerdas " Bryan pun ikut
menangis.
syasa: " kita akhiri baik baik hubungan kita, karena kita bertemu juga baik baik, "menghapus air matanya
Bryan: " maafkan aku sya.. sebenarnya aku juga tidak mau melepas mu, tapi aku juga tidak mau egois, baik lah aku akan melepas mu mulai sekarang " syasa mendengar penuturan Bryan pun tangisan nya semakin menjadi hingga tubuh nya bergetar
Bryan: " maafkan aku sya.. " memeluk syasa,
syasa: " pulang lah.. anak mu pasti menunggu kepulangan mu " ucap syasa sembari menagis dan melepas pelukan Bryan, Bryan pun mencium kening syasa dan mencium bibir syasa sekilas
Bryan: " maafkan aku.. "
syasa: " pulang lah.. " Bryan pun melangkah keluar namun ia kembali menghampiri syasa
Bryan: " sya.. dewa sangat mencintai mu ,om Bram sudah menceritakan semua nya pada ku "
syasa: " tapi aku lebih memilih mu "
Bryan: " balas lah cinta nya, "
syasa: " terlambat, dia menjauhi ku, aku tidak tahu keberadaan nya " air mata syasa pun kembali jatuh
syasa : " pulang lah.. , dan jangan menapakan wajah mu dahulu pada ku, agar aku bisa melupakan mu, melupakan cintaku pada mu, " menghapus air matanya,
Bryan: " sya.. " memeluk syasa kembali "
syasa: " pulang lah Bryan.. jangan membuat ku semakin sesak.. " air mata syasa pun kembali jatuh
Bryan: " maaf.. " mencium kening syasa.. lalu Bryan pun pergi, dan syasa menangis sejadi-jadinya nya
syasa: " aku mencintaimu Bryan.. aku mencintaimu.. " menenggelamkan wajah ke bantal dan menangis
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih