
acara pun berjalan lancar, semua yang hadir pun sudah pergi meninggalkan tempat acara, begitu juga dengan syasa dan dewa beserta asisten mereka masing-masing.dan menuju restauran yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap karena jam makan siang telah tiba, mereka makan bersama, dan setelah selesai makan mereka berbincang sejenak.
syasa: " acara hari ini yang sangat membosankan, kaki ku sakit karena terlalu lama menggunakan sepatu ini "sembari melepaskan sepatunya nya
dewa: " Reyhan.." menatap rehan, rehan pun tau maksud Dewa, Reyhan pun pergi untuk mencari alas kaki untuk syasa, tak lama Reyhan kembali dan memberikan paper bag yang berisi alas kaki
Reyhan: " tuan ini.. " memberikan paper bag pada dewa.
dewa: " Terima kasih " dewa pun membuka paper bag dan mengeluarkan alas kaki untuk syasa, lalu ia pun berlutut di hadapan syasa, syasa pun terkejut
syasa: " dewa apa yang kamu lakukan.. ? "
dewa: sini .. " menarik lembut kaki syasa
syasa: " jangan.. dewa.. " menarik kaki nya
dewa: " kenapa.. sudah sini.. "
syasa: " jangan dewa .. please "
dewa: " cerewet.. " menarik paksa kaki syasa
dewa: " aku tidak akan menjadi rendahan jika hanya menyentuh kaki orang yang aku cintai " memakaikan sendal pada syasa , lalu dewa pun duduk kembali di hadapan syasa, dicky dan Reyhan hanya tersenyum geli melihat nya.
dewa: " pas.. " syasa hanya tersenyu malu
syasa: " Terima kasih dan bagaimana kamu tahu ukuran kaki ku "
dewa: " kamu lupa aku tau semua tentang mu" jawab dewa lembut dan syasa hanya tersenyum malu.
__ADS_1
syasa: " tapi lain kali jangan melakukan itu lagi "
dewa: " em.. kamu mau jalan jalan nanti sore "
syasa: " tidak..sore ini aku langsung pulang Indonesia, aku tidak bisa meninggal kan oma terlalu lama, "
dewa: " baik lah aku akan mengantarkan mu dan meminta restu oma dita " meraih jemari syasa, syasa pun hanya tersenyum
syasa: " dicky, jika kamu ingin membeli sesuatu untuk istri dan anak mu pergi lah sekarang, dan setelahnya bersiap siap untuk pulang "
dicky: " baik nona.. Terima kasih " tersenyum bahagia
dewa: " Rey.. siap kan keperluan ku untuk nanti sore "
Reyhan: " baik tuan" Reyhan dan dicky pun pergi meninggalkan mereka
syasa: " baik lah dewa sebaiknya aku kembali ke hotel dan harus mengemasi barang barang ku, "
mereka berdua pun kembali ke hotel, saat memasuki hotel mereka pun bertemu Bryan yang akan pulang ke Indonesia karena ia sudah membawa koper
Bryan: " sya.. aku ingin bicara dengan mu sebentar saja " syasa pun memberhentikan langkah nya
syasa: " baik lah untuk yang terakhir kali " syasa dan dewa pun membalik kan badan nya dan menghampiri dewa
syasa: " katakan, aku tidak mempunyai banyak waktu " ucap nya ketus
Bryan: " aku ingin bicara empat mata dengan mu, "kemudian syasa melihat ke arah dewa, dewa paham akan maksud syasa,
dewa: " aku tunggu di dekat lift " syasa hanya mengedipkan kedua matanya lalu dewa berjalan menuju lift
__ADS_1
syasa: " katakan apa yang ingin kamu bicara kan "
Bryan: " sya.. ini yang terakhir kali aku mengatakan ini " memandang syasa yang nampak acuh
Bryan: " aku masih mencintai mu dan akan selalu mencintai mu, dan aku minta maaf atas ketidak jujuran ku, dan mengabaikan mu, aku harap kamu memaafkan ku "
syasa: " Bryan.. seandainya kamu tidak menikah diam diam dengan sasmi, mungkin aku bisa menerima masa lalu mu dan anak mu, mungkin aku bisa menerima anak mu hadir di kehidupan ku tapi aku kecewa kamu menikah diam diam dengan sasmi " syasa pun tanpa sadar meneteskan air mata
syasa: " bahkan kamu tau aku sangat mencintai mu, tapi sudah lah aku ingin membuka lebaran baru, tanpa ada bayangan mu, aku sudah memaafkan mu, " syasa pun pergi meninggalkan Bryan dan menyusul dewa yang menunggu di lift sembari mengusap air mata nya.
batin syasa: " kenapa melupakan mu begitu sulit Bryan " menahan sesak di dadanya ,tak lama ia sampai di depan lift
dewa: " Hai.. kamu menangis " melihat syasa sembari tangan nya menekan tombol lift lalu syasa dan dewa pun masuk seketika tangis syasa pecah.
syasa: " kenapa rasanya sesakit ini, " dewa pun langsung memeluk syasa.
dewa: " aku tau kamu masih mencintai nya, "
syasa: " tapi aku ingin benar benar melupakan nya, melupakan rasa ini wa.. "
dewa: " aku akan membantu melupakan nya "
syasa: " dewa.. " semakin deras air mata nya dan mempererat pelukan nya.
dewa: " sudah.. sekarang ada aku.. jangan menangis, aku yang akan mencintai mu, memberi mu cinta dan kasih sayang, cinta untuk syasa " dewa pun mengecup kening syasa
syasa: " dewa Terima kasih.. kamu masih mencintai ku walau kamu tau aku belum bisa melupakan Bryan sepenuhnya "
dewa: " sudah jangan bicara lagi, lambat laun kamu akan terbiasa dengan ku , dan kelak kamu akan mencintai ku, dan hanya diri ku"
__ADS_1
syasa: " kamu terlalu percaya diri tuan dewa haha " menepuk lembut dada dewa
ting.. suara pintu lift terbuka, dewa dan syasa pun kelaur lift dan menuju kamar, syasa pun mengemasi barang barang nya untuk pulang ke Indonesia.