
malam hari - pesta penyambutan
๐ธkamar Albert
" sayang sekali besan kita tidak bisa datang mir.. ? " ucap Albert saat mengenakan dasi nya
" mau bagaimana lagi, besan kita itu tak ubahnya seperti kita super sibuk, di tambah nyonya Wina mempunyai usaha terus sekarang sedang mengandung anak nya yang ke delapan " jawab mira sembari mengenakan sepatunya
" aku tidak bisa membayangkan jika banyak anak seperti Bram sanjaya, itu pasti merepotkankan " sambung Albert
" tapi aku salut dengan nyonya Wina Albert, dia wanita tangguh, terbukti anak anaknya tubuh mandiri, cerdas, sopan sopan. terlebih menantu kita, dewa memang tidak salah memilih istri " puji mira
" ayo kita keluar, tamu sudah mulai berdatangan " ucap mira pada Albert. " ayo " jawab Albert lalu meraih jemari mira dan keluar kamar
๐ธkamar agnes
"astaga...pesta seperti ini membuat ku sesak karena harus berdandan, " dan aku paling tidak menyukainya " grutu Agnes saat memilih sepatu nya yang kira kira cocok untuk nya
setelah di rasa menemukan sepatu yang pas di kakinya tanpa melihat saat mengenakan nya, ia pun langsung keluar kamar terburu buru. saat keluar kamar tiba tiba Agnes tidak sengaja menabrak Reyhan, " bruuuk " hingga mereka berdua terjatuh dengan posisi Reyhan di bawah dan Agnes di atas
" aw.. " ucap mereka serentak dan tatapan mereka saling bertemu, dan saling memandang beberapa detik dan itu cukup membuat jantung mereka berdetak tak seperti biasanya. hingga suara dewa mengagetkan mereka
" ahem.. apa posisi kalian akan terus seperti itu " ucap dewa sembari mengulum bibir nya agar tidak tertawa begitu juga syasa.
" aku juga tidak menginginkan terjatuh dengan posisi seperti ini " ucap Agnes sembari bangun dari atas tubuh Reyhan dan menahan malu lalu merapikan gaunnya, dan Reyhan pun bangun dan merapikan jas nya
" ceh.. jatuh cinta dengan Reyhan juga tidak ada yang melarang " ucap dewa santai sembari berjalan bersama syasa dan melewati Agnes dan Reyhan blush wajah keduanya pun memerah karena menahan malu dan menjadi salah tingkah.
" kau.. " ucap Agnes geram sembari ingin mengejar dewa namun ia tersandung kakinya sendiri dan hampir jatuh beruntung Reyhan menangkap nya.
" hati hati Nes.. gaun mu terlalu panjang dan..sebaik kamu menganti sepatu mu, karena sepatu mu berbeda warna " ucap Reyhan sembari menahan tawa
" apa ! astaga.. huh.. " grutu Agnes sembari menahan malu dan buru buru masuk ke kamar nya sedangkan Reyhan menunggu nya di ujung tangga.
__ADS_1
tak lama, Agnes pun keluar dari kamar nya dan berjalan menuju tangga, di lihat nya Reyhan yang masih berdiri di ujung tangga
" Rey.. kamu menunggu siapa.. ? " tanya Agnes
" menunggu mu, aku tidak mau kamu terjungkal di tangga hanya karena gaun mu kepanjangan " ucap Reyhan santai
" aku bisa sendiri " jawab Agnes percaya diri, namun saat hendak menuruni tangga ia hampir terjatuh, beruntung dengan sigap Reyhan menarik lengan nya
" keras kepala " ucap Reyhan sedikit kesal
" ayo.. pegang lengan ku.. " ucap Reyhan lagi, Agnes pun menurut saja. ya.. mereka nampak seperti sepasang kekasih dengan menahan malu Agnes menuruni tangga dengan terus memegang lengan Reyhan.
sementara itu di taman samping rumah keluarga Albert sudah banyak tamu berdatangan, taman tersebut terhubung dengan taman yang ada di depan rumah, maka tamu yang hadir pun langsung bisa menuju taman, tempat di mana di adakan pesta.
hanya rekan bisnis dan keluarga dekat saja yang Albert dan dewa undang. selebihnya tidak mereka undang, karena demi keselamatan keluarga nya , bagaimana pun Albert juga mempunyai musuh sama seperti anaknya dewa. di takutkan ada penyusup masuk dan mengancam keselamatan keluarga nya
" awasi semua sudut,pastikan pesta untuk menantu ku ini berjalan lancar ' ucap Albert kepada kepala keamanan rumah nya .
" good job.. kembali lah ke tempat mu " perintah Albert
" permisi tuan " pamit kepala pelayan
" tuan.. maaf mengganggu, acara sudah akan di mulai, tuan di mohon untuk memulai acara nya. " ucap Frans pada Albert saat kepala keamanan meninggalkan Albert
" ya baik lah aku akan segera kesana " jawab Albert, lalu ia bergegas menuju panggung mini yang sudah di sediakan.
Albert pun memberikan sambutan, dan memperkenalkan syasa sebagai menantu nya yang berasal dari Indonesia, dan seorang pengusaha Ternama di Indonesia, setelah itu syasa pun memperkenalkan dirinya siapa dirinya sebenarnya, dan bagaimana bisa menikah dengan dewa, . setelah selesai memperkenalkan diri nya, syasa pun di ajak dewa untuk menyapa rekan bisnis nya, dan memperkenalkan pada keluarga papanya. lumayan cukup lama dewa dan syasa mengobral bersama keluarga papa nya dan rekan bisnis nya, tak lama dewa pun juga menghampiri caty yang baru sampai
" hai caty apa kabar , acara sudah mau usai kamu baru datang " sapa dewa pada sepupu perempuan dari papa nya
" baik..ya kamu tau sendiri aku juga sibuk seperti mu, dan kamu gila ya dewa, menikah tapi tidak mengabari keluarga besar mu " ujar caty pada dewa
" maaf caty, semua nya mendadak, dan di luar rencana ku " jelas dewa
__ADS_1
" ya it's ok, papamu sudah menceritakan semua nya, aku turut berdukacita atas meninggalnya nenek mu sya " ucap caty
" iya Terima kasih, " jawab syasa sopan
" tiba tiba Agnes dan Reyhan menghampiri dewa dan syasa
" dewa kapan pesta mu ini berakhir, melelahkan " grutu Agnes
" aku tidak menyuruh mu mengikuti pesta ini, jika kamu tidak menyukai nya " ucap dewa santai lalu meninggalkan Agnes
" sudah ini minum, nikmati saja pesta nya " ucap caty dan memberikan minuman Wine pada Agnes, Agnes pun meminumnya tanpa melihat apa yang di berikan caty
" shit.. !kamu memberi ku wine, " umpat Agnes pada caty
" Hai.. bukan kah itu kesukaan mu " ucap caty
" aku sudah lama tidak minum lagi setelah kejadian sialan itu, tapi baik lah untuk malam ini saja aku akan meminum nya lagi, " ucap Agnes lalu menyambar gelas yang berisi wine di tangan caty
" siapa pun kamu tolong jaga Agnes, dia tidak bisa minum wine walau hanya dua gelas, dia pasti langsung mabuk " ucap caty pada Reyhan lalu caty pergi meninggalkan Agnes dan Reyhan,
benar saja, Agnes pun hampir terjatuh saat ingin melangkah, lagi lagi Reyhan sigap meraih lengan Agnes
" merepotkan " gumam Reyhan
" Rey aku bisa jalan sendiri " ucap Agnes yang sudah tidak karuan.
" mana mungkin aku membiarkan mu berjalan dengan kondisi mabuk seperti ini " ucap Reyhan kesal lalu memapah tubuh Agnes dan di bawahnya masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
vote, like, komen
Terima kasih๐๐
__ADS_1