
satu tahun kemudian...
selama satu tahun syasa menghabiskan hari hari nya dengan bekerja, sikap nya semakin dingin, dan makin disegani dengan rekan bisnis nya, banyak tender yang ia menangkan dalam satu tahun terakhir. itu semua ia lakukan untuk menutupi sakit hati nya terhadap Bryan, ia lampiaskan semua di pekerjaan.sesekali ia memang bertemu dengan Bryan, namun untuk keperluan pekerjaan karena perusahaan nya dan perusahaan Bryan masih menjalin kerja sama, walau hubungan nya telah berakhir ia tidak mau mencampur adukan dengan masalah pribadi.
pagi pagi sekali ia sudah berangkat ke kantor walau karyawan nya belum semua datang.
ia pun sibuk di depan leptop nya .tak lama dicky mengetuk pintu ruangan nya
tok.. tok..
syasa: " masuk.. "
dicky: " selamat pagi nona. "
syasa: " hem. "tanpa melihat dicky
dicky: " nona jadwal anda hari ini ada meeting di perusahaan abadi jaya."
syasa: " lalu.?"
dicky: " dan sore ini anda harus terbang ke Jepang, karena esok hari nya ada Meet and greet pengusaha muda di hotel pal*ce Tokyo salah satunya ada tuan de.. " belum selesai dengan kalimat nya syasa sudah memotong nya
syasa: " siapkan saja semua keperluan ku " ucapnya dingin tanpa melihat dicky
dicky: " dan nona juga menginap di hotel pal*ce "
syasa: " hem.. ada lagi.. "
__ADS_1
dicky: "tidak nona..permisi " dicky pun keluar dari ruangan
batin dicky: " ya Tuhan.. satu tahun ini aku menghadapi orang dari kutub utara "
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Jepang π―π΅
Reyhan: " tuan.. besok pagi jadwal anda menghadiri meet and greet sesama pengusaha muda di hotel pal*ce Tokyo salah satu nya ada nona syasa.
dewa: " hem.. "
Reyhan: " ada kabar terbaru dari nona syasa tuan "
dewa: "apa kabar pernikahan nya? " masih sibuk di depan leptop nya
dewa: " apa..! ? melihat Reyhan
Reyhan: " iya tuan "
dewa: " apa kamu juga mengetahui alasan mereka putus "
Reyhan: " tidak tau pasti tuan, pak dicky mengatakan jika tuan Bryan memilih wanita masa lalu nya, itu saja "
dewa: " ada lagi yang kamu ketahui "
reyhan :" satu bulan setelah putus pak dicky sering memergoki nona syasa menangis di ruangan kantor nya , namun saat di hadapan karyawannya nona syasa begitu tegar dan sikapnya semakin bertambah dingin, dan gila bekerja "
__ADS_1
dewa: " sikap nya itu hanya untuk menutupi kesedihan nya Rey... "
Reyhan: " apa anda masih mencintai nona syasa? "
dewa: " sampai kapan pun aku tetap mencintai nya Rey.. walaupun aku tahu dia tidak mencintai ku " berdiri dari duduknya dan menatap keluar jendela
Reyhan: " ini saat nya anda berjuang tuan "
dewa: " aku sudah berjuang tapi syasa tetap memilih Bryan orang yang ia cintai "
Reyhan: " apa anda menyerah.. ? "
dewa: " biar takdir saja yang menjalankan peran nya "
Reyhan: " menurut saya sebaiknya anda berjuang kembali untuk mendapatkan hati nya lagi tuan,sekarang tidak ada lagi penghalang bagi tuan "
dewa: " ya..kamu benar Rey.. "
Rey :" kalau begitu saya permisi tuan "
dewa :" ya.. " setelah Reyhan keluar dewa pun duduk kembali di kursi nya
dewa: " syasa.. aku tau apa yang kamu rasakan,pasti sangat menyakitkan " memejamkan matanya
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih