
jam menunjukan 11 siang namun syasa merasakan kantuk yang luar biasa, mungkin karena permainan dewa tadi malam membuat nya harus menahan kantuk luar biasa hingga tak tertahanlan.
" astaga.. kenapa mataku mengantuk sekali " gumam syasa yang masih di depan laptop nya dan ia pun melihat dewa juga sudah tertidur di sofa ruangan nya " ini gara-gara kamu dewa aku menjadi mengantuk " ucap nya lirih dan berjalan menuju sofa tempat dewa tertidur
" dewa.. " panggil syasa pada dewa yang masih tidur di sofa, dewa pun membuka matanya saat syasa memanggilnya
" apa sayang.. " jawab dewa " aku mengantuk.. " jawab syasa lesu lalu ikut berbaring di sisi dewa, dewa pun memeluk nya, " aku mau tidur sebentar " sambung lagi.
mereka berdua pun tidur di sofa, hingga pak dicky beberapa kali mengetuk pintu pun tidak ada jawaban. akhirnya dicky pun nekat masuk dan menemukan syasa dan dewa tidur di sofa dicky hanya bisa Mengelengkan Kepala nya.
" hawa pengantin baru seperti nya masih terasa " gumam dicky lirih dan dicky pun kembali keluar.
selang dua jam mereka pun bangun dari tidur siang nya. syasa pun membuka matanya di lihat nya dewa yang masih tertidur dan memeluknya, lalu syasa pun membangunkan
" dewa.. dewa bangun.. " panggil syasa lembut dan mengusap pipi dewa
" em.. yah.. jam berapa ini " jawab dewa sambil melepas kan pelukan, lalu syasa pun bangun " ayo ini sudah jam 1 siang aku lapar " ajak syasa, karena perut syasa sudah merasa lapar dan ingin segera di isi.
__ADS_1
" bagaimana kalau kita pulang " ajak dewa
" lantas bagaimana dengan pekerjaan ku "
" kerjakan di rumah saja ,ayo .." ajak dewa " dan aku sangat lapar ingin melahap mu " seketika syasa melebarkan matanya dan memukul lengan dewa " dewa apa masih kurang hah.. " jawab syasa kesal dan dewa hanya tertawa
πΈπΈπΈ
rumah
selesai makan siang dewa dan syasa pun bersantai di ruang keluarga. tiba-tiba ada tamu datang siapa lagi kalau bukan Sinta sahabat syasa.
"Sinta.. astaga.. anak itu pasti akan mengamuk " gumam syasa. " siapa sayang. " tanya dewa penasaran " Sinta sahabat ku " jelas syasa sambil berlari menemui Sinta di ruang tamu, dewa pun mengikuti langkah syasa
" Sinta.. ! ucap syasa " sini kamu bocah " ucap Sinta sedikit kesal. lalu tiba tiba Sinta menyerang syasa, beruntung syasa jago bela diri, dan secepat kilat menangkis pukulan sinta " oh.. kamu menantang ku Sinta ceh.. baik aku layani , sudah lama aku tidak berlatih." syasa pun mulai menarik Sinta di halaman depan dan mulai menyerang Sinta begitu juga Sinta, dewa yang melihatnya pun kaget dan terkejut dan hendak melerai namun di cegah oleh mbok Titin
" jangan tuan.. mereka sudah biasa seperti itu " ucap mbok Titin mencegah dewa melerai mereka " tapi mbok " jawab dewa khawatir " tidak apa apa non syasa pasti menang, liat saja tuan " jelas mbok Titin meyakinkan kan.
__ADS_1
" kamu kalah Sinta, kamu tidak akan pernah menang melawan ku " ucap syasa saat tubuh Sinta terpojok di tiang rumah dan posisi syasa mengunci tangan nya.
"ok.. aku tidak akan pernah menang melawan mu bos kecil, sekarang lepaskan aku " syasa pun melepaskan kuncinya lalu memeluk Sinta
" kenalkan aku pada suami mu, " ucap Sinta saat syasa melepas pelukan nya " itu orang nya " syasa pun menujuk dewa dan tersenyum,
" tunggu kamu datang bersama siapa, itu siapa yang di mobil " tanya syasa karena Sinta datang dengan seseorang dan seseorang itu bukan sopir Sinta
" sama kak Reyhan dosen pembimbing kita dulu, dan aku juga sudah menikah dengan nya he.. " jawab Sinta santai tapi ada rasa takut jika syasa marah
" dasar..! kita impas dan panggil dia, ajak dia masuk sebelum aku menghajar mu " ucap syasa mengancam dan itu membuat berglidik ngeri saat Sinta mendengar nya dewa pun hanya tertawa.
kemudian Sinta memanggil suaminya dan masuk dan bergabung di ruang keluarga.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like Komen
__ADS_1
Terima kasihππ