
kediaman pak Herman
syasa: " opa... !" triak syasa di ambang pintu, semua mata pun tertuju pada sumber suara
" syasa..!! ucap semua orang serentak
syasa pun berlari menghampiri jenazah pak Herman, sedangkan dewa berdiri di ambang pintu, melihat sekeliling orang orang yang sedang berduka, dilihat nya syasa yang sudah memeluk jenazah pak Herman sembari menangis, dan di sisi syasa ada lelaki muda yang di yakini dewa adalah tunangan syasa yang sedang merangkul syasa.
Bram dan satya pun saling memandang melihat kedatangan dewa dan syasa, satya yang sudah tau siapa dewa dan keluarga nya pun langsung menghampiri dewa
satya: " dewa... Terima kasih sudah mengantarkan syasa untuk melihat jenazah opa nya untuk terakhir kali,
dewa: " iya om.. kebetulan kemarin syasa bersama ku, jadi aku tidak mungkin membiarkannya pulang sendiri dengan keadaan syok seperti itu " melihat syasa yang menangis di samping jenazah opa nya.
Bram: " jadi kamu yang bernama dewa "
dewa: " iya om... saya Sadewa.. " tersenyum dan menjabat tangan Bram
satya: " masuklah.. maaf di sini sedang berduka jadi belum bisa menyambut mu dengan baik "
dewa: " tidak apa apa om.. saya mengerti "
satya pun mengajak dewa untuk duduk bersama, "
syasa pun menangis hingga tak terkontrol emosi nya
Bryan: syasa.. tenang sya... jangan begini.. " memeluk syasa yang menangis sejadi-jadinya
syasa: " opa Bryan... opa.. "
Bryan: " shhhhhttt ...sudah... opa juga tidak akan tenang jika kamu seperti ini, kamu mau opa tidak tenang hem.. " mengusap air mata syasa
__ADS_1
tak lama pengurus jenazah menghampiri, satya dan memberitahukan jika jenazah pak Herman harus di mandikan di kafani, satya pun mempersilahkan nya, akhirnya jenazah pak Herman di mandikan dan di kafani, lalu di bawa ke pemakaman,
saat di pemakaman, dan melihat pak Herman sudah di di kuburkan syasa pun menangis histeris, hingga tak sadar kan diri,
syasa: " opa.... !opa...! kenapa opa pergi secepatnya ini, kenapa opa tidak menyaksikan syasa menikah terlebih dahulu opa.. !! teriak syasa, hingga tak sadakan diri
Bryan: " sayang.. ya Tuhan.. syasa.. " memeluk syasa
semua orang yang melihat pun ikut menangis, betapa pilu nya dan tangisan syasa, Bryan pun selalu ada di samping nya, dan memeluk nya, sedangkan dewa juga ikut menangis, melihat syasa seperti itu
Bram: "Bryan bawa syasa pulang.. jangan tinggal kan dia, dan ayo kita semua pulang.. " melihat bu dita yang terdiam melihat pusara suami nya
Bram: " mama.. ayo kita pulang.. " mengusap lembut pundak dita
dita: " iya Bram.. ayo.. suami ku sudah tenang.. " masih melihat pusara suaminya
batin dita: " tunggu aku pa.. sebentar lagi aku akan menyusul mu, " mengusap air mata nya.
dewa: " maaf semua.. om satya dan om Bram.. syasa dari kemarin sore belum mengisi perut nya, "
Bryan: " sayang.. kamu belum makan apa pun.. " syasa pun menggeleng sembari tak pernah melepaskan pelukan nya dari Bryan
Bryan: " makan ya.. aku masakin makanan kesukaan mu "
syasa: " aku tidak lapar Bryan.. " meneteskan air matanya.
Bryan: " sya.. " memandang wajah syasa yang masih menangis,
Bryan: " makan ya..hem.. " mengecup kening syasa
syasa: " baik lah.. jika kamu memaksa, tapi aku ingin makan di ayunan seperti biasa "
__ADS_1
Bryan: " baik lah.. kamu mau makan apa.. "
syasa: " apa saja.. yang terpenting sama kamu, jangan pergi " memeluk Bryan
betapa sakit nya hati dewa melihat orang yang ia cintai sangat manja dengan tunangan nya, andai ia menjadi Bryan, sungguh itu ke keinginan nya, kini Bryan membohongi syasa dan di bawa nya ke taman dan duduk di ayunan, mbok Titin pun mengantarkan makanan nya, sedangkan dewa, di persilahkan istirahat di kamar tamu, yang jendela nya menghadap ke taman belakang, otomatis dewa melihat Bryan dan syasa sedang berduaan.
syasa: " Bryan.. apa kamu tahu penyebab opa meninggal "
Bryan: " tidak tau pasti, tapi om Bram bilang, opa terkena serangan jantung dan sempat di rawat namun takdir berkata lain " mengusap pipi syasa
Bryan: " apa kamu tidak merindukan ku.. " tersenyu melihat syasa
syasa: " ya.. aku sangat merindukan mu Bryan " memandang lekat Bryan,
Bryan: " sudah habiskan makanan mu " menyuapi syasa hingga habis.
Bryan: " syasa.. apa laki laki tadi yang bernama dewa, yang sering kamu ceritakan "
syasa: " iya.. dia rekan bisnis ku di London, dan juga teman ku di sana " tersenyum
Bryan: " sya.. aku mencintaimu.. " mencium bibir syasa
syasa: " aku merindukan mu Bryan.. " mencium bibir Bryan
dan mereka pun saling melepas rindu, di sisi lain ada yang memperhatikan mereka di balik jendela, siapa lagi kalau bukan dewa.
dewa: " ternyata kamu sangat mencintai Bryan sya.. semoga kalian bahagia.. " tersenyum
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕