
" mas.. lihat ini.. " ucap Wina dan memberikan alat test kehamilan Pada bram " ya Tuhan sayang ini serius.. " jawab Bram terkejut dan langsung bangun dari tidur nya
" apa yang harus aku katakan pada anak anak mas.. " Jawab Wina cemas, dan berbaring kembali di tempat tidur " sudah.. tidak perlu di cemaskan, ini anugrah em.. itu artinya suami mu ini masih hot.. " jawab Bram mengoda Wina dan memeluk nya
" mas.. ! apa reaksi syasa nanti jika ia tau mamanya hamil lagi " jelas Wina khawatir,
" mungkin dia akan menghajar papanya " jawab Bram santai di sertai gelak tawa.
πΈπΈπΈ
Jepang
" apa put.. mama hamil lagi, astaga.. ya Tuhan.. " teriak syasa kesal sembari menutup panggilan telepon dari putri
" papa mama benar-benar mau membuat keluarga tim sepak bola dan aku menjadi wasit nya... ck. menyebalkan.. ! " teriak syasa kesal hingga dewa yang ada di dalam kamar mandi pun buru-buru untuk keluar
" sayang ada apa.. " tanya dewa cemas " mama hamil lagi dewa.. " jawab syasa kesal " bagus.. papa memang hebat " jawab dewa sembari tertawa
" apanya yang bagus, aku juga belum hamil anak kamu " ucap syasa lirih namun dewa masih mendengar nya " kamu ingin secepatnya hamil em.. ayo kita buat lagi sekarang " ucap dewa mengoda syasa
"dewa.. ! " teriak syasa manja dan menghentak kan kaki nya dewa pun hanya tertawa
" persiapkan dirimu, ini sudah jam 7,aku sudah memasak buat mu dan Reyhan , aku juga sudah membuatkan mu jus wortel untuk mu dan Reyhan, ini setelan kemeja mu, ini dasi ,kaos kaki sepatu dan.. " dewa tiba tiba meraih pinggang syasa dan " cup " dewa pun mencium bibir syasa agar syasa diam.
" cerewet " ucap dewa yang masih memegang pinggang syasa dan dewa pun masih menggunakan handuk di pinggang nya, syasa hanya tersenyum dan menatap dewa
__ADS_1
" dewa cepatlah sebelum aku menahan mu di kamar, karena dengan begini akan lebih mudah bagi ku menahan mu " ucap syasa sambil menarik handuk yang di kenakan dan mendorong tubuh dewa di atas kasur " astaga sayang.. sekarang kamu lebih nakal dan mesum dari ku " jawab dewa terkejut melihat tingkah syasa dan syasa pun hanya tertawa.
" cepat lah kenakan kemeja mu sebelum aku berubah pikirkan " jawab syasa sambil berlalu keluar dari kamar. " ah.. kamu memang membuat ku gila sya.." ujar dewa sembari mengenakan kemejanya
setelah selesai dewa pun keluar dari kamar nya dan melihat syasa menyiapkan piring di meja makan,
" pagi sayang.. " ucap dewa setelah sampai di meja makan dan mencium pucuk rambut syasa lalu duduk di kursi " pagi dewa ku " sapa balik syasa dengan seulas senyum di bibir nya dan mengambil nasi dan lauk untuk dewa
" pagi tuan, pagi nona, " sapa Reyhan pada dewa dan syasa saat bergabung di meja makan . " pagi.." jawab dewa singkat
" pagi Rey.. " sapa balik syasa di iringi senyum " makan lah.. " sambung syasa lagi lalu syasa pun duduk di samping dewa setelah mengambilkan makan kedalam piring dewa
" wow.. ayam kecap dan sayur capcay, aku sudah lama tidak makan masakan rumah " ucap Reyhan setelah melihat hidangan di meja makan.
" belum ada yang tertarik pada ku tuan, pasti nanti Tuhan pertemuan dengan orang yang tepat " jawab Reyhan santai dan mulai mengambil makanan nya di piring
" hem.. masakan mu enak sayang.. " puji dewa setelah memakan suapan pertama
" Terima kasih.. " jawab syasa dan tersenyum kearah dewa dan memperhatikan dewa sedang makan dengan meletakan tangan di dagu
" kenapa kamu memandangku seperti itu, apa kamu tidak makan sarapan mu " ucap dewa setelah tahu syasa memperhatikan nya
" tidak.. aku hanya sedang jatuh cinta dengan mu " jawab syasa santai dan masih memandang dewa hingga dewa tersedak mendengar kalimat yang syasa katakan
" uhuk.. uhuk. uhuk.. " ya Tuhan sayang pelan pelan makan nya " ucap syasa terkejut lalu mengambil kan air minum untuk dewa.. dewa pun meminum nya dan melirik Reyhan yang tersenyum melihat tingkah tuan dan Nona nya tersebut
__ADS_1
" apa aku tidak salah mendengar ? " ucap dewa tak percaya " sudah lupakan ayo habiskan sarapan mu nanti kamu bisa terlambat " ucap syas mengalihkan pembicaraan
" sayang.. " ucap dewa agar syasa mengatakan nya lagi " dewa.. " jawab syasa sambil melirik Reyhan, memberi isyrat pada dewa bahwa ada Reyhan. dewa pun paham maksud dan melanjutkan sarapan nya.
tak lama Reyhan dan dewa pun selesai sarapan, Reyhan yang tau situasi sepasang suami-istri itu paham dan langsung pamit untuk menunggu dewa di bawah saja
" tuan, nona saya turun terlebih dahulu, untuk mempersiapkan mobil, saya tunggu anda di bawah " ucap Reyhan sopan dewa pun hanya mengangguk dan Reyhan pun keluar dari apartemen.
setelah Reyhan keluar dari apartemen, dewa pun langsung mencium bibir syasa
" katakan sekali lagi jika kamu jatuh cinta pada ku " ucap dewa saat melepaskan ciuman nya dan menyatukan keningnya
" aku jatuh cinta pada mu dewa " ucap syasa lirih dan menatap lekat mata dewa lalu syasa pun mencium bibir dewa.
" sudah.. berangkat lah Reyhan sudah menunggu mu di bawah " ucap syasa saat melepas ciuman nya
" kamu benar-benar membuat ku gila sayang " jawab dewa lalu memeluk syasa dan mencium kening nya " aku berangkat, aku akan segera pulang setelah selesai rapat " sambung dewa lagi dan mencium kening syasa lalu berjalan melangkah keluar
" ya aku menunggu pulang " jawab syasa sebelum dewa menghilang di balik pintu apartemen.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
Terima kasihππ
__ADS_1