
setelah sampai di bandara, syasa dan dewa di jemput oleh pak hadi, sedangkan dicky di jemput oleh istri nya. diperjalanan dari bandara, syasa pun tertidur di pelukan dewa, entah mengapa tidur nya pun terlihat gelisah hingga dewa selalu melihat ke arah syasa dan mengusap lembut kepala nya. terdengar syasa mengigau, menyebut sang oma
syasa: " oma.. oma.. oma jangan pergi.. opa jangan bawa oma pergi " dewa yang mendengarnya pun mencoba membangunkan syasa,
dewa: " sya.. syasa.. bangun.. " menepuk lembut pipi syasa
syasa: " oma.. " syasa pun tersentak dan mengingat mimpi nya
syasa: " oma.. oma dewa.. oma.. " terlihat panik..l
dewa: " sshhttt.. sya.. kamu hanya mimpi.. " menakup kedua pipi syasa
syasa: " tapi itu seperti nyata wa.. " meneteskan air mata dan bertanya pada sangat sopir
syasa: " pak hadi.. apa oma baik baik saja ? "
hadi: " baik nona, bahkan tadi sore jalan jalan di taman komplek sama perawat.
dewa: " sudah itu hanya mimpi, sebentar lagi kita sampai.. tenang lah " dewa pun memeluk syasa agar syasa tenang, dan syasa hanya menganguk
ya.. kesehatan sang oma memang sudah sedikit menurun, semenjak syasa dan Bryan putus, bahkan kini sudah menggunakan kursi roda, mau tidak mau syasa mengunakan jasa perawat untuk membantu nya merawat sang oma saat ia bekerja. tak lama syasa dan dewa pun sampai di rumah, syasa pun langsung menuju kamar sang oma, di lihat nya bu dita yang sudah tertidur ia menghampiri Bu dita dan mengecup kening nya. setelah itu syasa pun keluar dan menghampiri dewa yang duduk di ruang keluarga.
syasa: " maaf dewa sudah membuat mu menunggu " menghampiri dewa dan tersenyum
dewa : " tidak masalah.. em.. apa aku boleh meminta sesuatu pada mu " menatap syasa yang duduk di samping nya
syasa: " apa.. ? "
dewa : " aku lapar, boleh aku meminta makan " menyunggingkan senyum nya
syasa: " astaga.. aku lupa kalau kita juga belum makan malam.. baik lah ayo ikut dengan ku " syasa menarik dewa di ajak nya ke ruang makan, mbok Titin yang mendengar ada suara di ruang makan pun keluar dari kamar nya dan melihat syasa yang sudah di ruang makan dan menghampiri nya
__ADS_1
mbok Titin: " non syasa sudah pulang.. ? " tanya mbok Titin sopan
mbok Titin: eh.. ada den dewa juga "tersenyum sopan
syasa: " iya mbok aku baru sampai, em.. mbok ada makanan apa.. "
mbok Titin: " maaf non makanan malam ini sudah habis, tapi nasi masih ada non "
syasa: " yah.. " melihat ke arah dewa
mbok Titin: " mbok Titin siapkan ya non "
syasa: " gak usah mbok, mbok Titin siap kan saja kamar untuk dewa , biar aku sendiri yang menjamu tamu ku " tersenyum
mbok Titin: " kamar yang sebelah nona "
syasa: " ya tidak apa apa " tersenyum
syasa: " baik tuan dewa anda ingin memakan apa ? " sembari mengikat rambutnya ke atas dan membuka jaketnya
dewa: " apa kamu bisa memasak "
syasa: " kamu jangan meragukan ku dewa " mengerlingkan satu mata nya
syasa: " bahkan masakan ku jauh lebih lezat dari pada masakan restauran bintang lima "
dewa: " oh ya.. kalau begitu aku ingin melihat keahlian mu memasak "
syasa: " ok.. kita lihat bahan-bahan di kulkas " syasa pun menuju dapur di ikuti dewa di belakang nya,
syasa: " Em.. ada telor, sosis, daun bawang, wortel,tahu, astaga kenapa tidak ada persediaan ikan ,ayam, atau pun daging "grutu syasa saat mengetahui isi kulkas nya
__ADS_1
dewa: " buatkan aku omelet ? "
syasa: " baik lah.. apa kamu menyukai tahu " sembari mengeluarkan bahan-bahan yang akan ia buatkan untuk dewa
dewa: " suka.. " sembari membantu syasa
syasa: " haha aku baru tahu orang London menyukai tahu "
dewa: " Hei.. mama ku orang Indonesia, dan mama sering memberiku masakan Indonesia, jadi lidah ku ini sudah sangat akrab dengan masakan Indonesia "
syasa: " ya.. ya.. ya..ayo bantu aku untuk menyiapkan semua nya " kedua nya pun tersenyum
dan mereka pun masak bersama sesekali mereka bercanda, tak terasa syasa pun selesai membuat permintaan dewa. mereka pun menuju ruang makan.
dewa: seperti nya lezat.. " sembari duduk di kursi dan di ikuti syasa duduk di sebelah nya
syasa:" makan lah.. aku juga sudah lapar, kamu mau pakai nasi " sembari menuang air ke dalam gelas dewa dan gelas nya
dewa: " tidak . ini saja cukup." dewa pun langsung memakannya begitu juga syasa.
dewa: " hem.. masakkan kamu memang lezat, sama seperti buatan mama ku "
syasa: " kamu berlebihan dewa " tersenyum
dewa: " sungguh.. " tersenyum
syasa: " sudah habiskan " membalas senyum dewa
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima Kasih😘💕