Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 40


__ADS_3

syasa: " halo Bryan.. apa kamu jadi menjemput ku di Bandara, aku sudah di bandara.


Bryan: " astaga.. sayang.. maaf aku lupa jika dirimu hari ini tiba di Indonesia, aku sedang di luar kota, "


syasa: " ya sudah.. kamu hati hati.. aku bisa menelfon pak hadi " merasa kecewa karena Bryan melupakan janji nya untuk menjemput nya dan syasa pun menelfon pak hadi


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


sesampainya syasa di rumah, ia pun di sambut mbok Titin,


mbok Titin: " selamat datang kembali nona syasa "


syasa: " Terima kasih mbok sambutan nya " melangkah masuk menuju ruangan keluarga "


syasa: " Bryan pernah kemari tidak mbok "


mbok titin: " semenjak pak Herman meninggal den Bryan tidak pernah kemari nona "


syasa: " ya sudah.. Terima kasih mbok, mbok tolong buatkan aku cappucino "


mbok titin: " Baik nona.. "


batin mbok titin: " sejak kapan nona syasa suka Cappucino " tak lama mbok titin sudah selesai membuatkan cappucino dan di berikan kepada syasa


syasa pun meminum nya, dan teringat dewa, karena minum cappucino adalah minuman favorit nya.

__ADS_1


syasa: " dewa.. semoga kamu menemukan kebahagiaan mu " meminum cappucino


syasa: " Bryan kenapa akhir akhir ini kamu mengabaikan pesan ku ,mana perhatian mu ya dulu kamu tunjukkan pada ku " membanting lembut ponsel nya di atas sofa.


tiba tiba syasa memanggil Rendi pengawal pribadi pak Herman.


syasa: " rendi ..!! rendi..!! " namun mbok titin yang datang


mbok titin: " maaf nona, rendi nya ada di depan dengan pak hadi , biar mbok panggilkan "


syasa: " iya mbok.. cepat ya mbok.. " mbok titin pun segera memanggil Rendi, tak lama mbok titin dan rendi pun menemui syasa


rendi : " iya non, nona syasa memanggil saya "


syasa: " iya.. mbok.. mbok titin kebelakang saja " mbok titin pun mengangguk


rendi : " baik nona.. ada lagi.. "


syasa: " aku beri kamu waktu satu minggu "


rendi: " siap nona.. "


syasa: " mulai besok ikuti dia, laporkan semua kegiatan nya pada ku "


rendi: " baik nona " menunduk hormat

__ADS_1


syasa: " kamu boleh pergi " Rendi pun pergi


batin syasa: " takdir macam apa ini, Bryan.. dewa.. , Bryan yang bersikap manis pada ku, dewa rela bertaruh nyawa demi melindungi ku, dewa kamu sekarang kamu dimana? dan Bryan kenapa kamu susah di hubungi?


syasa: " rumah ini serasa sepi semenjak opa tiada, oma ikut mama di surabaya, baik nya besok aku ke Surabaya sebelum aku kembali ke kantor "


tak terasa syasa pun tertidur di sofa ruang keluarga, mbok titin pun tidak berani untuk membangunkannya,


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


jepang πŸ‡―πŸ‡΅


dewa: " hallo Rey.. bagaimana.. syasa sudah tiba di Indonesia dengan selamat "


Reyhan: " sudah tuan, dari bandara di jemput sopir nya dan langsung menuju rumah, "


dewa: " baik.. tugas mu selesai, aku hanya memastikan dia tiba di Indonesia dengan selamat, dan kamu segera menyusul ku ke Jepang "


reyan: " baik tuan " dewa pun mematikan ponsel nya


batin dewa: " tugas ku benar benar selesai, memastikan mu baik baik saja nona syasa, " menyunggingkan senyuman nya


dewa: "sekarang Bryan yang akan menjaga mu " tersenyum


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή

__ADS_1


vote like komen


Terima kasihπŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2