
" selamat pagi dewa." sapa Bryan saat memasuki ruangan dewa
" pagi.. , bagaimana kabar mu? "
" baik.. ya..seperti ini " ucap bryan lalu tersenyum,
" duduk lah.. " ucap dewa mempersilahkan Bryan duduk, lalu Bryan duduk di sofa
" Bryan.. bagaimana dengan tawaran ku seminggu yang lalu untuk kerja sama kembali, antara perusahaan ku dan perusahaan mu, sebenarnya dulu aku menyayangkan sikap syasa yang memutuskan kontrak kerja nya dengan mu, tapi ya sudahlah, kamu tau sendiri istri ku seperti apa, dan hubungan kita juga sudah membaik " jelas dewa
" ya aku mengerti, itu semua karena ulah ku yang belum bisa berfikir dewasa, eum.. baiklah aku terima kerja samanya "
" baiklah mungkin besok kita adakan rapat bersama syasa , bagaimana pun syasa masih mempunyai wewenang " jelas dewa
" apa syasa setuju dengan kerja sama ini " tanya bryan
" iya dia setuju.. " jawab dewa santai lalu tersenyum
" baiklah atur saja waktunya besok pagi di mana dan jam berapa? " ujar Bryan
" ok.. pak dicky yang akan mengaturnya " jelas dewa.
" dan ini dokumen dari ku dan yang lainnya, menyusul , dan pelajari isinya agar besok lebih mudah untuk membahasnya bersama syasa, kamu tahu sendiri begitulah teliti nya syasa " ucap bryan
" ya.. baiklah "
🔸
" sudah lama aku tidak masuk ke kamar ini " ucap syasa dalam hati saat masuk kedalam kamar yang dulu di tempati bryan sewaktu menjadi asisten pribadi nya,syasa pun melihat sekeliling kamar, masih nampak rapi, fotonya bersama Bryan sewaktu pertunangan dan masa Ia wisuda,
" non maaf seharus sedari dulu mbok membereskan kamar ini dan menjadikan nya gudang, tapi mbok gak tega membuang kenangan kenangan ini non, maaf non " ucap mbok titin
" tidak apa apa mbok, biar saja seperti ini, tapi pastikan kamar ini selalu terkunci, jangan biarkan siapapun masuk kecuali aku dan mbok titin " jelas syasa
" lantas bagaimana jika tuan dewa masuk non " ujar mbok titin
" itu tidak mungkin mbok, karena dewa hanya tahu jika ini gudang, " ucap syasa santai lalu tersenyum
" mbok Titin tolong seprai ini ganti, " perintah syasa menyuruh mengganti seprai nya lalu melihat foto nya bersama bryan dan tersenyum,
" non masih mencintai tuan bryan " tanya mbok titin hati hati
" tidak mbok, aku hanya mengenang nya saja " jawab syasa lalu tersenyum dan meletakan bingkai foto itu lagi ke meja
" tapi memang cinta pertama itu tidak akan pernah hilang di hati mbok, ada saat dimana kita merindukan masa itu,, masa dimana ada hal manis yang kita ukir bersama " jelas syasa mengenang masa lalu dan duduk di sofa
" tapi tuan bryan sudah membuat luka di hati non syasa " ucap mbok titin sembari mengelap foto dan dan meja
"ya mbok, tapi itu tidak sepenuhnya salah bryan, bryan di bohongi sasmi makanya bryan dulu menjauhi ku mbok " jelas syasa mengenang masa lalu
" iya non mbok tahu itu, sebenarnya non dan tuan bryan dulu saling mencintai dan sangat serasi, tapi mungkin tuan dewa lah takdir non syasa " jawab mbok titin.
" yang membuat ku sakit hati adalah bryan menikah diam diam dengan sasmi, tanpa membicarakan dulu pada ku, tapi ternyata anak itu bukan darah daging nya, sudah lah mbok jangan lagi membahas nya, mbok juga tahu kisah ku dengannya seperti apa " jelas syasa lalu meninggalkan mbok titin
" cinta orang kaya sangat lah rumit, tapi kenapa tuan bryan sampai sekarang belum menikah lagi, apa sedalam itu cinta nya pada non syasa , " ucap mbok titin pada dirinya sendiri lalu membersihkan kamar tersebut
🔸
pagi harinya
__ADS_1
"sayang.. maaf hari ini aku tidak bisa ikut rapat, aku harus ke Bandung meninjau proyek di sana bersama pak dicky nanti sekertaris pak dicky yang akan menemani mu rapat bersama bryan dan dewan direksi lainnya. " ucap bryan sambil mengenakan jas nya
" iya tidak apa apa., kamu hati hati di perjalanan, " jawab syasa sambil mengenakan sepatunya
" sudah siap " tanya dewa lalu tersenyum
" sudah.. ayo " jawab syasa lalu berdiri
" sayang anak papa jangan membuat mama mual mual ya, " ucap dewa sembari mengusap perut syasa, syasa pun hanya tersenyum
" obat dan vitamin mu jangan lupa di bawa, dan jangan telat makan eum.. " ucap dewa
" iya sayang.. " jawab syasa lembut dan tersenyum, lalu mereka berdua pun berangkat ke kantor sedangkan laras sudah berangkat bersama baby sister nya , setelah sampai di kantor, dewa pun langsung berangkat ke Bandung bersama pak dicky a
sesampainya syasa di kantor ia pun langsung menuju lift dan naik ke lantai atas menuju ruangan dewa yang dulu ruangan nya, tak lama ia pun mempelajari kembali dokumen bryan, setelah nya ia menghubungi sekertaris dicky
" ranti tolong keruangan ku eum.. maksud ku keruangan pak dewa " ucap syasa yang duduk di kursi kerja nya
" baik bu.. " jawab ranti, lalu ia pun menuju ruangan syasa
" tok tok. " Ranti mengetuk pintu ruangan syasa
" masuk... " jawab syasa
" ibu memanggil saya " tanya Ranti sopan
" iya.. mana berkas berkas yang harus aku tanda tangani, dan hubungi dewan direksi untuk meeting jam 10 nanti " jawab syasa
" iya bu, dan ini berkas berkasnya " ucap Ranti lalu memberikan berkas berkasnya pada syasa lalu syasa pun menadatanganinya
" ranti ini, sisa kamu urus, " ucap syasa setelah selesai menandatangani berkasnya dan memberikan nya kembali pada ranti
" eum.. " jawab nya singkat, lalu syasa mulai mengerjakan pekerjaan dewa yang belum selesai.
" kenapa aku jadi ingin memakan nasi goreng" ucap syasa pada diri nya sendiri dan langsung menutup leptop nya
" dewa.. ck.. kenapa dewa harus ke bandung " ucap syasa sambil meraih ponsel nya ia meletakkan lagi ponsel nya
" sudah lah nanti saja selesai meeting, lebih baik aku menyelesaikan pekerjaan dewa, " ucap syasa lalu membuka leptop nya lagi, namun rasa ingin nya terhadap nasi goreng tak bisa ia Bendung. lalu ia mengambil ponselnya dan memesan nasi goreng on line namun dikarenakan masih terlalu pagi belum ada warung dan restoran yang buka
" ck.. aku lupa ini masih terlalu pagi " ucap nya lalu menghela nafas panjang tanpa pikir panjang dan tanpa sadar menghubungi Bryan
" halo.. " jawab Bryan tanpa melihat nama yang menghubungi nya
" Bryan ini aku syasa, "
" ah.. ya ada apa pagi pagi sekali kamu menghubungi ku, apa aku sudah terlambat untuk meeting " tanya Bryan sembari mengenakan dasi
" eum.. tidak.. apa kamu sudah berangkat ke kantor " tanya syasa
" belum.. aku masih di rumah, nanti aku langsung krn kantor mu " jawab nya santai
" boleh aku meminta tolong, " tanya syasa
" apa itu, katakan saja "
" jika ada restoran atau pedagang nasi goreng , tolong belikan aku satu porsi, tiba tiba aku ingin nasi goreng " ucap syasa Santai
" eum.. sepagi ini belum ada restoran yang buka sya, kalau pun ada mungkin di pasar dan itu sangat jauh dari rumah ku, eum.. bagaimana jika aku buatkan untuk mu " jelas Bryan menawarkan nasi goreng buatan nya
__ADS_1
" eum.. boleh jika tidak merepotkan tapi rasanya harus seperti yang dulu " pinta syasa
" baiklah.. aku masih ingat selera mu" jawab Bryan lalu mematikan sambungan ponsel nya dan bergegas membuatkan nasi goreng untuk syasa.
" syasa syasa, ada ada saja kamu.. memang ibu hamil itu tidak bisa ditebak " ucap Bryan dalam hati
" loh den.. bibi sudah memasak, kenapa aden memsak nasi goreng "tanya asisten rumah tangga Bryan
" ah.. ini pesanan seseorang bi.. dia sedang menginginkan nasi goreng, dan sepagi ini belum ada restoran buka jadi aku buatkan saja. " jawab bryan yang masih sibuk membuat kan nasi goreng
" seseorang, siapa den... pacar nya ya.. ? " tanya asisten nya
" bukan, seseorang yang aku cintai tapi tidak bisa aku miliki "
" astaga.. den.. sampai kapan aden mencintai non syasa " ucap asisten rumah tangga bryan yang memang mengetahui kisah cinta bryan bersama syasa
" entahlah bi.. mungkin sampai aku tua " jawab bryan di iringi tawa
" aden.. kenapa menyiksa batin sendiri, aden masih muda baru 32 tahun buka hati aden untuk orang lain "
" tidak mudah bi.. biarlah ini hukuman yang pantas untuk ku karena aku dulu pernah membuat nya kecewa, dengan dia mau berhubungan baik dengan ku saja aku sudah senang bi.. " ucap bryan sendu tak terasa air matanya menetes sambil memasukkan nasi goreng ke dalam kotak nasi
" sudah bi.. kenapa bibi yang menangis " ucap bryan sembil mencuci tangan dan melepas apron nya lalu membenarkan lengan kemejanya
" aden saja menangis " ucap si bibi sambil mengusap air matanya
" sudah bi .. aku berangkat, " pamit bryan lalu keluar dari dapur dan tak lupa membawa tas dan pesanan nasi goreng syasa.
selang bebarapa menit bryan sampai di kantor syasa, lalu ia menghubungi syasa,
" syasa aku sudah sampai di kantor mu, aku langsung menuju di ruang meeting " ucap bryan memberitahu namun ia masih di dalam lift
" eum.. meeting masih tiga puluh menit lagi bryan langsung saja ke ruangan ku " jelas syasa
" baik lah.. " jawab nya lalu mematikan ponsel nya
" tok tok.. " suara pintu di ketuk
" masuk " ucap syasa yang matanya masih sibuk di depan layar leptop dan jemarinya tak berhenti mengetik
" pagi nona, pesanan anda sudah datang, canda bryan saat masuk ruangan syasa
" astaga..! " ucap syasa lalu tersenyum melihat bryan
" ini nasi goreng pesanan mu Nona, apa ada yang lain " ucap bryan bercanda lalu meletakkan kotak nasi di meja kerja syasa
" tidak ini saja cukup, eum.. dari aroma nya seperti seperti yang dulu " ucap syasa membuka kotak nasinya
" wow.. " ucap nya lagi dengan mata yang berbinar dan langsung memakan nadi Goreng nya di depan bryan, bryan hanya tersenyum .
" rasa masakan mu tidak berubah bryan, tetap lezat " ucap syasa yang begitu lahap memakan nasi goreng buatan bryan. , bryan pun hanya tersenyum dan terus memandangi syasa.
" apa kamu sudah sarapan " tanya syasa sekilas melihat bryan b
" sudah.. tadi pagi bersama siena " jawab bryan memandangi syasa. yang sedang makan.
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen,
__ADS_1
Terima kasih😘💕